Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ajaran yang Wajib Disampaikan kepada Anak Saat Membahas Uang

by Surtan Siahaan on 15 Maret, 2016

Banyak anak muda yang memiliki masalah dengan keuangannya. Salah satu penyebabnya adalah pengetahuan finansial yang kurang. Banyak penelitian mengungkapkan, generasi gagap finansial ini muncul lantaran minimnya pendidikan finansial yang diperoleh di sekolah dan keluarga.

Apalagi, banyak orang tua yang tabu membincangkan uang dengan anak. Padahal, diskusi mengenai cara belanja, menabung hingga berinvestasi dengan anak sangat penting karena sekolah tidak akan menjelaskannya sejauh itu. Jika tidak ingin anak kamu bermasalah dengan uang, berikut ini prinsip finansial yang wajib kamu ajarkan pada anak:

Waktu sangat bernilai

Pameo waktu adalah uang itu salah. Yang paling tepat adalah waktu lebih bernilai dari uang, karena itu waktu bisa menghasilkan uang. Coba jelaskan pemahaman ini pada anak dengan cara yang lebih sederhana.

Contohnya, di sela waktu istirahat, minta anak untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti membuang sampah atau merapikan mainan. Berikan anak makanan kesukaan mereka setelahnya. Dengan begini, anak akan terbiasa untuk menghargai waktu dengan produktivitas.

(Baca juga: Jika Tertarik Memulai Binsis Online Jangan Lakukan Hal Ini)

Menabung adalah hal utama

Biasakan anak untuk menabung. Ajarkan bahwa menabung adalah hal yang menyenangkan. Jika belum memungkinkan untuk memiliki rekening tabungan, belikan dia celengan dengan bentuk yang menarik.

Buktikan bahwa menabung akan menguntungkan dirinya dengan membelikan anak makanan atau pakaian kesenangannya dari uang tabungan tersebut. Setelah anak lebih besar, ajari tentang rekening tabungan bank dan keuntungan yang diperolehnya dari menabung.

Ajari anak tentang utang

Mungkin utang adalah kata yang paling tabu untuk diucapkan orang tua di hadapan anak. Padahal, mengenalkan anak sejak dini dengan utang merupakan hal yang baik. Caranya bukan mendorong anak untuk berutang.

Namun, mmeberi penjelasan pada mereka akan adanya fasilitas keuangan ini. Jelaskan juga akan adanya bunga dan konsekuensi yang timbul jika seseorang tidak mampu membayar utangnya.

Ajari anak mencatat pengeluaran

Jika sudah tiba saatnya anak untuk masuk jenjang pendidikan lebih tinggi seperti SMP, berikan mereka uang dengan syarat mencatat segala pengeluarannya. Dengan demikian, orang tua bisa tahu bagaimana perkembangan pemahan finansial anak. Jika anak punya kecenderungan boros, ajari mereka untuk lebih menghargai uang.

(Baca juga: Begini Langkah Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan)

Mengelola uang itu menyenangkan

Ada banyak mainan yang bisa menjadi media kamu memberi pelajaran finansial pada anak. Dengan demikian, anak akan terbiasa mengasosiasikan pengetahuan finansial dengan hal yang menarik.

Sebab, banyak pekerja muda yang merasa malas mempelajari finansial karena terkesan rumit dan susah dipelajari. Buat kamu yang ingin mencari mainan seperti itu, ada banyak ide yang bisa kamu pilih seperti monopoli, celengan kasir atau game komputer “Game of Life”.

Tentang Penulis