Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

2 menit waktu bacaan

Berapa Gaji Anda? Ini Rasio Kredit yang Bisa Diajukan

by JTO on 28 April, 2014

Banyak ahli keuangan yang menyarankan agar rasio total hutang dan cicilan Anda tidak melebihi  40% dari penghasilan bersih yang Anda miliki. Sebab, jika rasio pinjaman Anda semakin kecil, maka semakin besar pula uang yang bisa Anda sisihkan untuk ditabung.

Mau Hitung KTA?
Nominal Pinjaman Rp.
Jangka Waktu
Bunga Pinjaman (FLAT) %
Estimasi Cicilan Perbulan Rp.
Estimasi Total Pinjaman Rp.
Dalam menyetujui kredit yang diberikan, Bank pun menggunakan angka yang sama untuk rasio tersebut. Bahkan, bank menetapkan rasio kurang dari 30%. Ketika angka rasio itu terlampaui bahkan melewati batas, maka kemungkinan pengajuan kredit Anda pun akan semakin kecil untuk disetujui.   

Bila didefinisikan, rasio pinjaman adalah perbandingan jumlah pinjaman dengan jumlah pendapatan Anda. Rasio ini dapat memberi gambaran tentang kondisi keuangan Anda. Rasio pinjaman ini merupakan persentase dari penghasilan bulanan bersih yang dipakai untuk membayar pinjaman dan biaya bulanan lainnya.

Bagaimana cara menghitungnya:

Jumlahkan semua uang yang dibutuhkan untuk membayar pinjaman tiap bulan, termasuk biaya sewa atau cicilan rumah. Kemudian, bagi jumlah tersebut dengan penghasilan bersih Anda (setelah dipotong pajak). Contoh:

 

Asumsi 1

Penghasilan bersih Anda                           : Rp 8.000.000,-

Jumlah cicilan atau hutang atau pinjaman   : Rp 5.000.000,-

Maka rasio pinjaman (Rp 5.000.000 : Rp8.000.0000) x 100%= 62,5%

Asumsi 2

Penghasilan bersih Anda                           : Rp 8.000.000,-

Jumlah cicilan atau hutang atau pinjaman   : Rp 2.000.000,-

Maka rasio pinjaman (Rp 2.000.000 : Rp8.000.0000) x 100%= 25%

 

Dengan memakai angka rasio persetujuan tidak lebih dari 30 persen, maka contoh pada asumsi pertama akan memiliki kemungkinan persetujuan yang kecil. Sedangkan, contoh asumsi kedua memiliki kemungkinan persetujuan yang lebih besar.

Ingat, ada istilah yang dinamakan BI checking, yaitu laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan non bank. Baik atau tidaknya riwayat kredit seorang nasabah terdata dalam data BI checking pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Laporan ini bisa diakses oleh seluruh bank maupun lembaga keuangan non bank yang menjadi anggota SID di seluruh Indonesia. 

 

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.