Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

10 Atlet Dunia dengan Bayaran Tertinggi Tahun 2015

by JTO on 25 Juni, 2015

Tiger Woods dulu pernah berjaya. Kekayaannya tak bisa dikalahkan atlet manapun di dunia selama 12 tahun sejak tahun 2001. Forbes selalu menempatkan pegolf asal Amerika Serikat ini di posisi puncak kala itu. Kini, semua berubah. Industri olahraga sudah berperan berbeda dan setiap atlet cabang manapun bisa kaya raya.

Di mana atlet dengan bayaran tertinggi itu berkiprah, maka industri di cabang olahraga yang digelutinya pun akan sangat laku di pasaran. Hasilnya, dalam daftar atlet dengan bayaran tertinggi di dunia milik Forbes tahun ini, dua petinju yang tampil dalam pertandingan tinju terbesar abad ini pada awal Mei lalu, menjadi jawaranya. Mereka adalah Floyd Mayweather Jr. yang kembali didapuk menjadi yang terkaya, disusul Manny Pacquiao.

Nah, siapa lagi daftar atlet dengan bayaran tertinggi lainnya. Berikut adalah daftarnya:

 

Floyd Mayweather Jr. (tinju)

shutterstock_188693918

Tak salah jika Floyd Mayweather Jr. menjuluki dirinya sendiri dengan panggilan “Money”. Forbes masih belum menggeser namanya dari pemuncak daftar atlet terkaya di dunia. Sudah tiga kali dalam empat tahun terakhir dia mampu menjadi yang terkaya dibandingkan seluruh atlet lainnya di seluruh dunia. (Baca juga: 10 Orang yang Punya Gelar Profesor dan Menjadi Orang Terkaya)

Dia baru saja dibayar lebih dari 200 juta US Dollar atau sekitar Rp 2,65 triliun dari penampilan bersejarahnya melawan Manny Pacquiao, 2 Mei 2015 lalu. Dari penampilannya sepanjang tahun 2014, Mayweather mengantongi pendapatan 420 juta US Dollar (Rp 5,58 triliun). Dalam 12 bulan terakhir (Juni 2014 – Juni 2015) dia bisa menghasilkan bayaran sebesar 285 juta Dollar AS (Rp 3,78 triliun).

Tak hanya berhenti dari hitungan duit yang datang dari atas ring. Dari kontrak kerja sama dengan beberapa produk, Mayweather bisa menghasilkan total 15 juta Dollar AS (Rp 199 miliar) . Mayweather berencana akan pensiun setelah September 2015 nanti. Mungkin saja rencananya menjadi promotor tinju tak bakal menyurutkan kekayaannya. Yang jelas, Mayweather pasti engga julukan ‘Money’ terlepas darinya.

 

Manny Pacquiao (tinju)

shutterstock_103050014

Setelah tahun lalu hanya menempati peringkat ke-11, petinju asal Filipina itu langsung melesat ke bawah peringkat Mayweather. Pertarungan senilai 600 juta Dollar (Rp 7,97 triliun) di antara keduanya memang membuat Pacman jauh lebih kaya.

Uang bayaran sebanyak 125 juta Dollar AS (Rp 1,66 triliun) yang diterima petinju berjulukan PacMan ini empat kali lipat besarnya dari bayaran-bayaran yang pernah diterimanya selama ini. Pacman masih bisa melesatkan kekayaannya dari penampilannya di atas ring tinju. (Baca juga: Belajar dari Hidup dan Kekayaan Manny Pacquiao)

 

Cristiano Ronaldo (sepak bola)

shutterstock_83018971

Setelah tinju, sepak bola yang kemudian menawarkan kekayaan untuk atletnya. Cristiano Ronaldo menjadi bukti betapa olahraga yang digelutinya kini begitu menjanjikan. Dia menghasilkan pendapatan tahunnya sekitar 79,6 juta Dollar AS atau setara Rp1,057 triliun. Gaji dan bonus dari klub Real Madrid sepanjang tahun bisa mencapai 52,6 juta Dollar AS (Rp 698 miliar)

 

Lionel Messi (sepak bola)

shutterstock_227029591

Tambahan nilai kontrak sebesar 9 juta Dollar AS per tahun dari Barcelona membawa Lionel Messi menduduki peringkat empat atlet termahal di dunia. Gaji dan bonus yang diterimanya pun kini tak jauh berbeda dengan sang rival, Cristiano Ronaldo. Bintang sepak bola yang pada 24 Juni kemarin baru berulang tahun ke-28 ini, setiap tahunnya bisa mengantongi 50 juta Dollar AS (Rp 664 miliar). (Baca juga: 7 Langkah Kumpulkan Kekayaan Ketika Masih Segar Bugar)

Sejumlah kontrak kerja sama dengan berbagai brand ternama seperti misalnya Adidas, PepsiCo, Electronic Arts, Turkish Airlines, Gillette, Audemars Piguet, menambah setidaknya 22 juta Dollar AS ke dalam rekening tabungan Messi.

 

Roger Federer (tenis)

shutterstock_98398160

Mewakili para atlet tenis dunia, Roger Federer menduduki peringkat ke-5 dengan pendapatan tahunan yang mencapai 67 juta Dollar AS (Rp 890 miliar). Penghasilannya dari memukul bola di lapangan memang tidak seberapa.Dari hadiah-hadiah turnamen, dia dapat mengumpulkan 9 juta Dollar AS saja atau sekitar Rp 119 miliar.

Kebangkitannya kembali ke peringkat dua dunia pada tahun 2014 lalu membuatnya tetap menjanjikan sebagai endorser. Kontrak kerja sama dengan Nike, Rolex, Credit Suisse, Sunrise, serta Mercedes-Benz berlangsung dalam jangka panjang dan bisa menambah pundi-pundi tahunannya sampai dengan 58 juta Dollar AS (Rp 770 miliar)

 

LeBron James (basket)

shutterstock_92605738

LeBron James menjadi yang atlet terkaya ke-6 dengan pendapatan tahunan sebesar 64.8 juta Dollar AS (Rp 860 miliar). James menjadi satu-satunya atlet NBA yang sukses tampil di babak final lima kali berturut-turut. Dia sukses membawa klub lamanya, Cleveland Cavaliers ke final musim 2014/2015 ini. Keputusannya untuk kembali ke Cavaliers pada Juni 2014 ditandai dengan tanda tangan kontrak berdurasi dua tahun senilai 42,1 juta Dollar AS (Rp 559 miliar).

Dia sedikit melakukan trik dalam penandatanganan kontrak ini. Alih-alih memilih tawaran kontrak empat tahun yang lebih tinggi, James lebih memilih kontraknya berakhir dulu saja di tahun 2016. Pada masa itu ia ingin melihat kembali pasarannya karena NBA berencana memperbarui kontrak televise senilai 24 juta Dollar AS. Kemungkinan ini bisa melesatnya nilai kontraknya.

Pundi kekayaan James juga lebih banyak didapat dari perannya sebagai endorser beragam jenis produk. Sebut saja Kia Motors, Nike, McDonald’s, Coca-Cola, Samsung, Beats by Dre, Upper Deck, Tencent, dan Audemars Piguet. Sepatu Nike yang didesain khusus bertema dirinya menjadi yang paling laku dibanding pebasket NBA lainnya. Penjualannya mencapai 340 juta Dollar AS pada tahun 2014 lalu.

 

Kevin Durant (basket)

shutterstock_60896137

Pendapatan tahunan Kevin Durant melesat sangat jauh pada tahun ini, totalnya mencapai 54,1 juta Dollar AS (Rp 718 miliar). Ia merebut trofi MVP pertamanya setelah memimpin Oklahoma City Thunder mencatatkan rekor kedua terbaik di NBA. Musim 2015/2016 mendatang akan menjadi musim terakhirnya bersama Thunder dalam kontrak senilai 85 juta Dollar AS (Rp 1,129 triliun) yang ditekennya sejak tahun 2010 silam.

Pencetak angka tertinggi NBA sebanyak empat kali ini menjadi atlet pertama yang bergabung dengan Roc Nation Sports, sebuah perusahaan manajemen atlet, pada 2013. Di tahun 2014, Durant meneken kontrak luar biasa dengan Nike, nilainya bisa mencapai 300 juta dollar AS, termasuk royalti. Ini merupakan nilai paling tinggi yang bisa didapat atlet sebagai seorang endorser.

 

Phil Mickelson (golf)

shutterstock_85117915

Mickelson meraup kekayaan dari perannya sebagai endorser untuk Callaway, Barclays, KPMG, Exxon Mobil, Rolex, dan Amgen. Jumlah pendapatannya dari peran sebagai endorser ini bisa mencapai 48 juta Dollar AS (Rp 637 miliar). Tak jauh berbeda dari pendapatan tahunannya kali ini yang mencapai 50,8 juta DollarAS (Rp 674 miliar). Ia mendapat bonus besar dari sponsor tahun 2013 lalu setelah menjuarai British Open untuk pertama kalinya. Bonus ini tetap belum seberapa dibandingkan dengan nilai kontrak-kontrak yang sudah ditekennya untuk menjadi endorser. (Baca juga: Cara Tetap Kaya di Saat Pensiun)

 

Tiger Woods (golf)

shutterstock_88681660

Setelah tahun lalu menduduki peringkat enam, pegolf AS ini tak terlalu menghasilkan tahun ini. Pendapatannya memang sulit merayap naik mengingat penampilannya di lapangan golf tak lagi memukau. Selain itu, dia juga tak lagi bekerja sama dengan Electronic Arts yang sudah meluncurkan 14 versi video game yang diperkirakan telah menghasilkan $800 juta (Rp 10,63 triliun).

 

Kobe Bryant (basket)

shutterstock_97011779

Selain Woods, pebasket Kobe Bryant juga tak mampu menambah pundi-pundi kekayaannya. Pada tahun lalu diperkirakan bahwa gajinya yang mencapai $30,5 juta (Rp 405 miliar) per tahun itu lebih banyak $8 juta (Rp 106 miliar) dari pemain NBA manapun, dan kerja sama iklannya mencapai nilai $30 juta (Rp 398 miliar). Kini total pendapatan tahunannya tak bergerak banyak dan hanya bisa mencapai 49,5 juta Dollar AS (Rp 657 miliar).

Tidak khawatir biaya berobat yang menguras kantong, di sini.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.