10 Hewan dengan Usia Terpendek dan Terpanjang di Dunia

7 min. membaca Oleh Kyla Damasha on

Kamu merupakan sosok penyayang hewan? Maka mungkin hewan dengan usia terpendek dan terpanjang di dunia yang akan kita bahas kali ini bisa menjadi pengetahuan baru dan menyenangkan untukmu.

Umumnya, hewan memang memiliki usia yang berbeda-beda dan belum tentu saja dengan manusia.

Contohnya saja anjing dan kucing yang paling sering dijadikan sebagai hewan peliharan, kedua hewan ini diketahui memiliki usia yang jauh lebih pendek dibandingkan manusia.

(Baca Juga: 15 Daftar Hewan yang Terancam Punah di Indonesia)

Namun nyatanya, tak hanya anjing dan kucing saja lho yang memiliki usia berbeda dengan manusia.

Oleh karena itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang beberapa hewan dengan usia terpendek dan terpanjang di dunia versi CekAja. Yuk disimak bersama!

Hewan dengan usia Terpendek di Dunia

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa hewan dengan usia terpendek di dunia, yaitu adalah:

1. Lalat Capung – 24 Jam

Hewan dengan usia terpendek di dunia yang berhasil memasuki urutan pertama adalah lalat capung, yakni hanya selama 24 jam saja!

Hewan satu ini hanya menghabiskan sebagian besar hidupnya menjadi Nimfa, yang kemudian sisanya digunakan untuk bereproduksi.

Ketika lahir, maka seekor lalat capung akan disebut sebagai Nimfa. Nah, dari Nimfa inilah mereka akan berkembang menjadi Subimago, siklus dimana sang lalat capung akan berkembang menjadi seekor Mayfly dewasa dan siap untuk berkembang biak.

Setelah menjadi dewasa, maka Mayfly akan berubah nama menjadi Imago. Pada intinya, salah satu hewan dengan usia terpendek di dunia satu ini hanya hidup dengan tujuan bereproduksi saja.

Karena setelah itu, mereka akan segera mati hanya dalam waktu 24 jam saja.
Mayfly betina bisa mengeluarkan 400 – 3.000 telur di sela-sela waktu hidupnya yang begitu pendek. Rekor waktu mati seekor lalat capung dewasa hanya mencapai 5 menit setelah bereproduksi.

2. Semut Pejantan – 2 Minggu

Hewan dengan usia terpendek selanjutnya adalah semut pejantan, yang notabene hanya menghabiskan hidupnya untuk makan dan mengawini ratu semut.

Perlu diketahui bahwa semut jantang berkembang dari telur yang tidak dibuahi, sehingga tidak menerima genom dari sang ayah.

Dengan kata lain, semut jantan tidak memiliki ayah dan tidak dapat memiliki anak laki-laki, namun mereka tetap memiliki kakeh dan dapat memiliki cucu laki-laki.

Dapat dikatakan bahwa pekerjaan mereka sangatlah cepat, yakni mereka akan mati setelah kawin.

Meski begitu, sperma mereka akan tetap hidup, mungkin hingga mencapai bertahun-tahun lamanya.

3. Lalat – 4 Minggu

Ketika berbicara tentang hewan dengan usia terpendek dan terpanjang di dunia, maka lalat memang patut untuk dimasukan ke dalam daftar.

Pasalnya, lalat hanya dapat bertahan hidup 15 – 30 hari saja. Sementara itu tanpa makanan, mereka hanya bisa bertahan sekitar 2 – 3 hari.

Walaupun memiliki usia yang tergolong pendek, sepertinya lalat tidak memiliki kesulitan dalam hal reproduksi.

Karena konon, setiap lalat betina mampu bertelur lebih dari 150 butir dalam satu periode. Sementara itu, rata-rata lalat betina dapat bertelur hingga 500 butir dalam 6 periode selama hidupnya.

4. Capung – 4 Sampai 6 Bulan

Jika hanya diberi waktu hidup selama 4 bulan saja, apa yang akan kamu lakukan? Pastinya kamu akan memaksimalkan umum yang tersisa tersebut dengan melakukan hal-hal yang kamu inginkan, bukan?

Namun, sepertinya hal ini tidak berlaku pada capung. Sebab, sebagian besar hidup capung hanya dihabiskan sebagai larva.

Sementara itu, ketika mereka sudah bermetamorfosa, maka mereka akan memanfaatkan waktu hidup yang tersisa dengan bereproduksi.

5. Nyamuk – 10 Sampai 56 Hari

Nah, hewan dengan usia terpendek yang akan kita bahas terakhir adalah nyamuk, yakni hanya 10 sampai 56 hari saja.

Untuk nyamuk betina umumnya mampu bertahan hidup hingga mencapai berbulan-bulan. Akan tetapi untuk nyamuk jantan, biasanya mereka hanya bisa mencapai 10 hari.

Perlu diketahui bahwa nyamuk betina bisa menghisap darah lho. Sedangkan untuk nyamuk jantan, biasanya mereka bertahan hidup hanya dengan mengkonsumsi madu, layaknya lebah.

Karena, telur yang dihisap oleh betina ini akan digunakan untuk melengkapi asupan protein untuk telur nyamuk.

Hewan dengan Usia Terpanjang di Dunia

Setelah membahas tentang hewan dengan usia terpendek di dunia, sekarang saatnya kita membahas tentang hewan dengan usia terpanjang di dunia.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa hewan dengan usia terpanjang di dunia, yaitu adalah:

1. Turritopsis Dohrnii – Abadi

Turritopsis Dohrnii merupakan salah satu spesies ubur-ubur yang secara biologis hidup abadi, kecuali memang terdapat penyebab yang membuatnya kehilangan nyawa, seperti dibunuh.

Dikenal pula sebagai ubur-ubur abadi, salah satu hewan dengan usia terpanjang di dunia ini ditemukan untuk pertama kalinya di Laut Mediterania pada tahun 1883.

Nah, fakta unik yang dimiliki oleh hewan ini adalah, Turritopsis Dohrnii akan memiliki kehidupan abadi ketika telah mencapai kematangan seksual.

Tak hanya itu, ketika sudah mencapai usia dewasa dan telah bereproduksi, mereka tidak akan mati, melainkan akan merubah diri menjadi kista yang tampak seperti gumpalan.

Di dalam proses ini, tentakel yang mereka miliki akan mundur dan tubuh akan menjadi lebih kecil.

Kemudian, kista ini akan berubah menjadi koloni polip yang merupakan tahap pertama di dalam kehidupannya dan membantu mereka untuk dapat melewatkan tahap kematian.

2. Spons Laut – 1.500 Sampai 10.000 Tahun

Hewan dengan usia terpanjang di dunia selanjutnya adalah spons laut, yang merupakan organisme multisel dengan badan berpori.

Bahkan konon katanya, beberapa spesies spon tertentu ada yang memiliki usia mencapai ribuan tahun lho.

Meskipun memiliki bentuk seperti tumbuhan, namun kenyataannya makhluk ini dikategorikan sebagai hewan.

Spons laut merupakan salah satu hewan akuatik yang tidak bergerak dan memiliki masa hidup yang sangat panjang.

Contohnya saja seperti spons Antartika yang memiliki masa hidup mencapai 1.500 tahun. Hal tersebut dikarenakan mereka memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat lambat, yang mana mungkin disebabkan karena suhu yang begitu rendah.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh Daniel Wagner, seorang spesialis penelitian biota laut dan rekannya, mengungkapkan bahwa spons tidak memiliki indikator usia.

3. Quahog Samudra – 500 Tahun

Quahog Samudra merupakan salah satu jenis kerang yang bisa dimakan dan dapat ditemukan di Samudera Atlantik Utara.

Dikatakan bahwa hewan ini memiliki usia mencapai 500 tahun. Akan tetapi, banyak yang tidak mampu bertahan selama itu karena mereka sering diburu dan dimakan.

Seorang ahli fisiologi hewan dan ahli biologi laut dari Jerman, Doris Abele, mengungkapkan bahwa Quahog Samudra memiliki waktu hidup yang begitu panjang karena metabolisme mereka yang lambat.

Selain itu, sebuah kelompok penelitian juga pernah menemukan Quahog di Islandia pada tahun 2006 dengan usia mencapai 507 tahun lho, dan dilaporkan sebagai salah satu kerang dengan usia terpanjang di dunia di antara spesies non-kolonial.

4. Hiu Greenland – 400 Tahun

Hewan dengan usia terpanjang di dunia selanjutnya adalah Hiu Greenland, yang merupakan salah satu vertebrata tertua yang masih hidup di muka bumi hingga saat ini.

Hiu ini baru mencapai kematangan seksual di usia 156 tahun dan memiliki panjang mencapai 4 meter.

Namun, perlu diketahui pula bahwa hiu ini hanya mampu tubuh sebanyak 1 cm setiap tahunnya.

Menurut para ilmuwan, salah satu indikator yang membuat hewan ini memiliki usia yang begitu panjang adalah karena memiliki metabolisme yang lambat serta habitat mereka yang hidup di perairan dingin.

5. Kura-kura Raksasa Aldabra – 255 Tahun

Nah, hewan dengan usia terpanjang di dunia yang akan kita bahas terakhir adalah kura-kura raksasa Aldabra, dengan masa kehidupan mencapai 255 tahun.

Dinamakan sebagai Kura-kura Aldabra karena hewan satu ini ditemukan di sebuah pulau yang terletak di Samudra Hindia bernama Aldabra.

Kura-kura ini akan masuk ke usia matang dan mulai berkembang biak pada umur 30 tahun. Dan pada saat musim kawin, mereka bisa menghasilkan maksimal 25 telur berukuran sebesar bola tenis.

Ketika berada di lingkungan bersuhu hangat, maka telur akan menetas pada usia 110 hari. Sementara ketika berada di lingkungan dingin, telur akan membutuhkan waktu 250 hari untuk bisa menetas.

Jadi, itulah jenis hewan dengan usia terpendek dan terpanjang di dunia yang masih hidup hingga saat ini.

Jika kamu merupakan sosok yang menyukai hewan, mungkin salah satu impian yang dimiliki adalah dapat berkeliling dunia untuk bisa melihat hewan-hewan unik ini, bukan?

(Baca Juga: Flora dan Fauna di Kalimantan Timur)

Namun, di saat pandemi seperti saat ini, kita memang diharuskan untuk menahan diri sejenak untuk pergi berlibur, untuk melindungi diri dari paparan virus Corona Covid-19 yang dinilai sangat mudah untuk menyebar.

Meski begitu, bukan berarti kamu tidak bisa mempersiapkannya dari sekarang. Jika kamu memiliki rencana untuk berlibur di masa yang akan datang, jangan lupa juga untuk segera mengajukan kartu kredit dari sekarang.

Sebab, berbagai promo dan diskon yang ditawarkan oleh kartu kredit akan bisa membuat perjalanan liburan kamu menjadi jauh lebih hemat.

Tak hanya itu, beberapa jenis kartu kredit bahkan sudah bisa digunakan di luar negeri lho. Jadi, hal ini tentu akan membuat aktivitas transaksi kamu menjadi jauh lebih mudah.

Belum punya kartu kredit? Segera ajukan saja di CekAja.com! Selain kamu bisa melakukan perbandingan untuk mengetahui jenis kartu kredit manakah yang sekiranya paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup, seluruh proses pengajuan juga bisa dilakukan secara online lho.

Jadi, kamu tak perlu repot lagi untuk meluangkan waktu ke luar rumah. Yuk, tunggu apa lagi? Segera ajukan kartu kredit pilihanmu segera hanya di CekAja.com.

Tentang kami

Kyla Damasha

Kyla Damasha