Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

10 Kondisi Tidak Menguntungkan Ketika Kamu Lakukan Perjalanan Bisnis ke Luar Daerah

by Ariesta on 27 April, 2016

Melakukan perjalanan bisnis tidak selalu menyenangkan. Ada beberapa kondisi tidak menguntungkan yang terkadang jadi tantangan tersendiri. Apalagi tujuan kamu dalam perjalanan ini adalah bekerja. Tentunya segala kondisi menguntungkan yang terjadi akan memengaruhi pekerjaan yang dilakukan.

Meski akomodasi ditanggung bahkan diberikan uang saku, perjalanan bisnis bisa menjadi hal yang membuat stres. Kenyataannya, terkadang perjalanan tersebut tidak selalu membuatmu bisa bersenang-senang. Apalagi jika jadwal di tempat tujuan sangat padat dan tempat yang dikunjungi hanya sebatas lokasi seminar dan hotel tempat menginap.

Situs booking.com melakukan survei kepada lebih dari 4.500 bisnis traveler yang berasal dari delapan negara berbeda untuk mengetahui apa yang paling membuat mereka stres selama perjalanan dinas. Yang mengejutkan, 93 persen dari responden mengaku bahwa perjalanan dinas memberikan tekanan efek stres alih-alih seperti liburan. Lalu hal apa saja yang paling membuat mereka stres?

1. Kehilangan gadget

Di zaman sekarang orang semakin ketergantungan dengan gadget. Semakin canggih gadget, semakin banyak pula hal-hal penting yang disimpan di sana sehingga kehilangan gadget merupakan bencana besar.

Bagi 12 persen responden, bayangan kehilangan gadget atau perangkat elektronik lainnya terutama milik kantor membuat mereka dihantui rasa cemas. Meskipun persentase ini sedikit, menghilangkan properti milik kantor membuat mereka terkesan tidak bertanggung jawab di mata atasan dan kolega. Mereka juga harus menggantikannya dengan uang sendiri yang artinya pengeluaran tambahan.

2. Perbedaan norma, budaya, dan bahasa

Sebanyak 13 persen dari responden mengaku jika mereka khawatir terhadap perbedaan budaya dan norma yang tidak familiar di tempat tujuan. Misalnya cara bersalaman, etika dalam makan, bahkan selera humor. Namun kendala tersebut bisa dipelajari sebelum berangkat. Kuncinya adalah giat mencari informasi dan banyak bertanya.

Di sini, kendala bahasa juga menjadi kondisi yang penuh tantangan. Meski bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, tidak semua orang fasih berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Jika partner bisnis ngotot menggunakan bahasa negaranya sendiri sedangkan kamu tidak menguasainya, kondisi ini benar-benar membuat stres. Terlebih banyak hal penting yang harus dibahas. Kondisi ini diamini oleh 26 persen atau lebih dari seperempat koresponden. Akhirnya, Goggle Translate pun menjadi andalan.

Jangankan ke luar negeri, kendala bahasa juga bisa kamu alami jika dinas ke luar daerah. Apalagi masing-masing daerah di Indonesia punya bahasa sendiri. Kalaupun memakai bahasa Indonesia, pasti logat yang digunakan berbeda.

3. Kehilangan dokumen penting

Lagi-lagi kehilangan masuk ke dalam daftar. Kali ini bukan takut kehilangan properti kantor, tapi takut kehilangan dokumen penting seperti paspor dan surat-surat berharga lainnya. Dengan banyaknya detail yang harus diperhatikan (misalnya pakaian, materi persentasi, dan bahasa setempat), para responden takut lupa menaruh dokumen penting mereka.

Untuk mengantisipasi kehilangan, akan lebih baik jika semua dokumen difoto kopi atau discan sebelum keberangkatan. Cara lain untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan mengantongi asuransi perjalanan. Karena semua biaya penggantian surat-surat dan dokumen berharga akan dicover oleh pihak asuransi.

Widget TRV Insurance

4. Melakukan presentasi untuk pertama kali

Rupanya 16 persen dari koresponden merasa cemas saat harus melakukan presentasi dalam rangka kunjungan kerja. Ketika mendengar kata dinas ke luar daerah, pasti yang terbayang adalah jalan-jalan, naik pesawat gratis, dan tidur di hotel yang nyaman. Padahal inti dari perjalanan bisnis adalah bekerja. Ini artinya kamu harus tetap bertanggung jawab dan tidak bisa hanya bersantai-santai

5. Meeting dibatalkan

Melakukan presentasi di depan orang banyak memang membuat stres. Tapi akan lebih stres jika setelah berlatih dan mempersiapkan bahan dengan susah payah, meeting malah dibatalkan. Niatnya ingin cepat-cepat lega tapi malah harus merasakan deg-degan lebih lama.

6. Kesalahan teknis

Tidak membawa charger sehingga laptop habis daya saat persentasi berlangsung, file yang rusak karena terserang virus, laptop yang mendadak eror adalah serangkaian  stres yang dirasakan 17 persen responden. Apalagi bagi mereka yang mudah panik, kesalahan teknis bisa merusak mental dan percaya diri lho.

(Baca juga: 4 Mitos yang Membuat Kamu Malas Mendaftar Asuransi Perjalanan)

7. Tersesat

Nyasar dalam perjalanan ke tempat tujuan menjadi hal yang ditakutkan 18 persen responden. Meskipun GPS sudah semakin canggih, sulit untuk berpikir sehat mana jalan yang harus diambil dalam situasi panik karena dikejar waktu. Lain ceritanya kalau semua transportasi dari dan menuju tempat pertemuan diatur oleh penyelenggara.

8. Kondisi lapangan yang tidak sesuai harapan

Bayangkan jika saat mendarat, kamu langsung disambut hujan besar beserta petir menggelegar. Atau saat kamu sudah menunggu selama dua jam di bandara tapi ternyata kamu tidak dijemput sedangkan kamu sama sekali buta transportasi di daerah/negara setempat. Ekspektasi yang tidak sesuai harapan ini membuat 21 persen responden menganggapnya sebagai kesialan yang membuat mereka stres.

9. Kemungkinan kehilangan bagasi

Kesialan tidak hanya berupa ekspektasi yang tidak sesuai harapan. Ada hal lain yang lebih ditakutkan para bisnis traveler yakni kehilangan bagasi. Bagi 22 persen koresponden, kehilangan koper berisi pakaian bahkan mungkin laptop beserta dokumen berharga perusahaan merupakan mimpi buruk.

(Baca juga: 5 Alasan Anda Harus Miliki Asuransi Perjalanan)

10. Delay, ketinggalan pesawat atau kereta

Lebih buruk dari yang paling buruk. Ketinggalan pesawat atau kereta adalah kemungkinan paling membuat stres para bisnis traveler. Apalagi jika tiket yang dibeli bersifat nonrefund. Sedangkan bagaimanapun caranya, kamu harus tiba di tempat tujuan. Karenanya, 32 persen responden menganggap boarding tepat waktu (meski kepepet) adalah hal yang sangat melegakan. Setidaknya satu situasi kritis telah terlewati.

Namun pesawat yang delay juga mengesalkan. Nah jika ini terjadi, jangan lupa untuk mengetahui hakmu sesuai dengam Permenhub Nomor PM 89 Tahun 2015. Delay 30-60 menit kamu berhak mendapat kompensasi berupa minuman. Delay 60-120 menit maskapai wajib memberikan penumpang kotak snack dan minuman.

Di atas 120-180 menit kamu berhak mendapat minuman, kotak snack, dan makanan berat. Sedangkan jika keterlambatan lebih dari 240 menit, kamu berhak mendapat ganti rugi berupa uang tunai sebesar Rp300.000. Jika penerbangan dibatalkan, maskapai wajib mengalihkan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan uang tiket.

Mau terhindar dari semua risiko di atas? Jawabannya ya dengan membeli asuransi perjalanan. Untuk kamu yang memiliki mobilitas tinggi alias sering melakukan perjalanan bisnis, bisa juga kok membeli asuransi perjalanan tahunan yang tentunya tidak ribet. Asyiknya, asuransi perjalanan juga berlaku kapan saja, di mana saja, di seluruh dunia!

Tentang Penulis