Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

by Estrin Vanadianti Lestari on 22 Juli, 2020

Obat keputihan yang bisa dibuat dari bahan alami, maupun dari dokter, sebenarnya bisa dijadikan pilihan yang baik, untuk mengobati keputihan. Namun, dalam memilih obat keputihan juga tak boleh sembarangan, karena harus disesuaikan dengan penyebab dari keputihan itu sendiri. 

10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Jika dilihat dari kondisinya, keputihan sendiri bisa disebabkan oleh hal-hal normal, dan hal-hal yang tidak normal. Namun, sayangnya tidak semua keputihan itu normal dan kamu harus mengetahuinya sebelum membeli atau membuat obat keputihan.

Cairan putih, bening, dan sedikit kental ini memang kerap keluar dari vagina wanita. Keputihan juga sering menyebabkan keresahan, apakah keputihan tersebut berbahaya atau tidak. 

Sehingga, banyak wanita yang merasa takut dan langsung mencari tahu apa obat keputihan yang bagus. Lantas, kira-kira seperti apa ciri-ciri keputihan tidak normal dan apa penyebabnya?

Ciri-ciri Keputihan Tidak Normal/Bermasalah

Adapun ciri-ciri keputihan tidak normal atau bermasalah ini, penting untuk diketahui sebelum kamu membeli atau membuat obat keputihan, yang memang telah diperuntukan berdasarkan penyebabnya. 

(Baca Juga: 12 Cara Menghilangkan Bau Badan Paling Efektif)

Yuk, langsung saja simak ciri-ciri keputihan tidak normal berikut ini:

  • Keputihan berwarna kekuningan dan menggumpal

Ciri keputihan bermasalah atau tidak normal adalah ketika kamu mengalami keputihan dengan warna kekuningan dan menggumpal. Ciri keputihan dengan karakteristik tersebut menandakan bahwa kamu terjangkit penyakit kelamin gonore, yang berasal dari penyakit menular. 

Namun, kondisi ini biasa juga dibarengi dengan gejala lainnya, seperti nyeri panggul, buang air kecil terasa sakit, hingga pendarahan padahal sedang tidak menstruasi. 

Penyebab: Bakteri neisseria gonorrhoeae, yang paling sering menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral dan seks anal.

  • Keputihan berwarna kecoklatan terdapat bercak darah

Selanjutnya ada ciri lain dari keputihan yang tidak normal, yakni keputihan berwarna kecoklatan dan terdapat bercak darah. Jika kamu pernah mengalami hal tersebut, maka ciri tersebut menandakan bahwa siklus menstruasi tidak normal. 

Selain itu, ciri tersebut juga bisa menandakan adanya kanker serviks atau endometrium. Namun, kondisi ini juga biasanya dibarengi dengan gejala lain yakni pendarahan di vagina, dan nyeri panggul.

Penyebab: Kelompok virus yang disebut HPV (human papilloma virus) yang menginfeksi leher rahim, dan menyebabkan kanker serviks.

  • Keputihan berwarna keabuan, berbusa dan berbau

Selanjutnya ada ciri keputihan lainnya, yakni berwarna keabuan, berbusa, dan berbau. Untuk ciri keputihan yang satu ini biasanya menandakan adanya penyakit seksual yang menular, yakni trikomoniasis. 

Keputihan ciri ini juga disertasi dengan gejala lain, seperti nyeri dan gatal ketika buang air kecil. 

Penyebab: sebuah parasit berukuran kecil yang bernama Trichomonas vaginalis. Adapun parasit ini biasanya disebarkan melalui hubungan intim tanpa kondom atau saling berbagai alat bantu seksual.

  • Keputihan berwarna merah muda

Untuk ciri yang satu ini yakni keputihan berwarna merah muda, itu menandakan peluruhan dinding rahim setelah melahirkan. Kamu juga perlu waspada, bisa jadi hal tersebut juga menandakan adanya luka pada area kelamin. 

Penyebab: Adanya infeksi bakteri atau masalah hormonal.

  • Keputihan berwarna putih pekat dan kental

Keputihan berwarna putih dan kental, biasanya menandakan bahwa adanya infeksi jamur candida. Keputihan ini juga dibarengi dengan nyeri di sekitar vulva, gatal, dan nyeri ketika berhubungan seksual. 

Penyebab: Infeksi jamur candida.

  • Keputihan berwarna putih, keruh dan bau amis

Ciri yang terakhir ini adalah keputihan berwarna putih, namun keruh dan menimbulkan bau amis. Adapun ciri tersebut menandakan adanya infeksi bakteri (vaginosis bakteri). 

Keputihan ini juga memunculkan gejala seperti sensasi terbakar, kemerahan, dan bengkak disekitar vagina. 

Penyebab: Adanya infeksi bakteri (vaginosis bakteri)

Nah, setelah kamu tau berbagai ciri-ciri keputihan beserta penyebabnya, baru deh kamu bisa memilih obat keputihan berdasarkan penyebabnya. Meski kamu bisa mendiagnosanya sendiri dengan melihat ciri-cirinya, namun akan lebih baik lagi juga konsultasikan dulu ke dokter. 

Dari banyaknya ciri keputihan beserta penyebabnya yang berbeda-beda, kini kamu bisa pilih sendiri obat keputihan, mulai dari yang alami hingga yang diresepkan oleh dokter, berikut ini. 

10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga dari Dokter 

Yuk, langsung saja simak 10 obat keputihan alami hingga dokter, yang disesuaikan dengan penyebabnya.

Obat Keputihan Dari Bahan Alami:

1. Daun Sirih

Daun Sirih - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Obat keputihan dari bahan alami yang pertama dan paling sering digunakan adalah daun sirih. Daun yang memiliki aroma khas ini, kerap hadir di berbagai produk pembersih miss V, karena daun sirih memiliki kandungan antijamur dan antibakteri. 

Cara mengaplikasikan obat keputihan alami yang satu ini cukup mudah. Kamu hanya perlu merebusnya, lalu air rebusan tersebut dibasuhkan ke bagian miss V, dan bisa juga diminum setiap hari.

2. Minyak Kelapa

Minyak Kelapa - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Obat keputihan berikutnya adalah minyak kelapa (bukan minyak kelapa sawit ya).  Adapun minyak kelapa disebut efektif untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina. 

Untuk penggunaannya sendiri, kamu hanya perlu mengoleskan minyak kelapa murni langsung ke area vagina. Namun, bagi yang memiliki alergi terhadap minyak kelapa, cara ini tidak disarankan.

3. Kunyit

Kunyit - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, termasuk untuk obat keputihan, kunyit juga bisa digunakan, karena bersifat antibakteri dan anti peradangan. Sehingga, bisa membantu para wanita untuk menghilangkan keputihan. 

Bukan dibasuk ataupun dioleskan, ramuan kunyit ini bisa kamu buat menjadi ramuan jamu. Sari kunyit yang sudah berupa jamu, bisa kamu konsumsi dua kali sehari, sebagai obat keputihan. 

4. Bawang Putih

Bawang Putih - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Tidak hanya digunakan untuk bumbu memasak, bawang putih ternyata juga bisa efektif sebagai obat keputihan. Pasalnya, bawang putih mengandung senyawa bioaktif, yang bisa membantu menghilangkan jamur, virus hingga bakteri. 

Maka dari itu, kamu bisa menggunakan air rendaman bawang putih untuk dikonsumsi setiap hari. Kandungan senyawa yang terkandung dalam bawang putih, juga bisa hilangkan bau miss V yang tidak sedap.

5. Yogurt

Yogurt - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Seperti yang diketahui bahwa yogurt memiliki kandungan bakteri baik, yang dikenal dengan prebiotik. Nah, dengan kandungan bakteri baiknya, membuat yogurt bisa dijadikan obat keputihan juga loh. 

Tidak sembarang yoghurt, disarankan kamu memilih yogurt yang bebas pemanis buatan. Sehingga, kamu bisa mengkonsumsinya setiap hari. 

Obat Keputihan Resep dari Dokter:

6. Metronidazole (Flagyl) – Akibat Infeksi Bakteri

Metronidazole Flagyl - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Untuk obat keputihan yang diresepkan dari dokter, biasanya lebih fokus ke satu penyebab saja. Misalnya seperti Metronidazole berikut ini, yang bisa membantu menghilangkan keputihan akibat infeksi bakteri saja. 

Adapun Metronidazole disebut sangat efektif menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam vagina, ketimbang antibiotik lainnya. Metronidazole sendiri tersedia dalam dua bentuk, yakni pil atau gel yang bisa dioleskan ke kulit vagina.

7. Tinidazole (Tindamax) – Akibat Infeksi Bakteri

Tinidazole Tindamax - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Selanjutnya ada obat keputihan yang bisa kamu dapatkan dari dokter adalah Tinidazole. Hampir memiliki manfaat yang sama dengan Metronidazole, Tinidazole juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab keputihan. 

Untuk sediaan obatnya, Tinidazole tersedia dalam bentuk krim, yang bisa dioleskan tipis-tipis ke kulit vagina.

8. Miconazole – Akibat Infeksi Jamur

Miconazole - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Jika tadi membahas obat keputihan yang disebabkan oleh bakteri, selanjutnya ada Miconazole yang bisa menghambat pertumbuhan jamur pada vagina. 

Miconazole tersedia dalam bentuk krim, salep, atau tablet. Namun, untuk pengobatan dengan obat ini, disarankan hanya untuk jangka pendek, yakni selama tiga sampai tujuh hari.

9. Azithromycin – Radang Leher Rahim/Serviks

Azithromycin - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Obat keputihan dari dokter berikutnya adalah Azithromycin. Obat ini bisa kamu gunakan, jika keputihan yang dialami disebabkan oleh radang leher rahim atau serviks. 

Azithromycin juga bisa diberikan, jika peradangan diakibatkan penyakit menular seperti gonore, serta klamidia. 

(Baca Juga: Yuk, Ketahui Jenis Penyakit Kanker)
10. Doxycycline – Radang Leher Rahim/Serviks

Doxycycline - 10 Obat Keputihan dari Bahan Alami hingga Dokter Berdasarkan Penyebabnya

Doxycycline juga memiliki manfaat yang sama dengan Azithromycin, yakni bisa menjadi obat keputihan akibat radang leher rahim yang disebabkan oleh beberapa penyakit seksual menular. 

Nah, itu dia 10 obat keputihan yang bisa disesuaikan berdasarkan penyebabnya, baik dari bahan alami maupun resep dari dokter. Jika keputihan tidak cepat ditangani, infeksi jamur, bakteri, hingga virus, bisa cepat menyebar dan menimbulkan penyakit yang lebih serius seperti kanker serviks. 

Seperti yang diketahui, bahwa kanker serviks masih menjadi penyakit mematikan nomor satu, yang dialami wanita di dunia. Tidak mau bukan, kamu menjadi salah satu dari penderita kanker serviks?

Rutin Bersihkan Area Kewanitaan dan Jangan Lupa Daftar Asuransi Kesehatan

Maka dari itu, rajinlah membersihkan area kewanitaan, mengobatinya jika sudah menimbulkan ciri-ciri yang tidak normal seperti yang sudah disebutkan di atas, dan jangan lupa daftarkan diri kamu ke asuransi kesehatan terbaik, yang bisa diajukan melalui CekAja.com. 

Asuransi kesehatan, bisa kamu gunakan sebagai alat perlindungan, dari ancaman berbagai macam risiko kesehatan hingga finansial. Terlebih, kini biaya pengobatan rumah sakit sangat mahal. 

Dengan memiliki asuransi kesehatan terbaik dari CekAja.com, kamu bisa bebas melakukan konsultasi ke dokter sedini mungkin, untuk mendiagnosa keputihan yang sedang kamu alami. 

Yuk, sebelum terlambat, segera ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu dengan praktis dan mudah, dari berbagai perusahaan asuransi ternama di Indonesia, hanya di CekAja.com!

Tentang Penulis

Estrin Vanadianti Lestari

Sisuka makan banyak, tapi enggak gemuk-gemuk