Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

10 Orang Indonesia Terkaya 2018, Cek Yuk!

by Tisyrin N. T on 27 Juli, 2018

Globe Asia telah merilis daftar 150 Richest Indonesians terbaru. Siapa saja nama-nama yang ada di daftar teratas orang-orang terkaya Indonesia tersebut?

kaya di tahun 2018 - CekAja.com

Nama-nama yang sudah tidak asing lagi seperti bos Djarum Robert Hartono dan Michael Hartono, Chairul Tanjung, serta Eka Tjipta Widjaja rupanya masih ada di jajaran teratas orang-orang terkaya Indonesia.

Yuk simak lebih lengkap daftar 10 besar orang terkaya Indonesia 2018 berikut ini beserta jumlah kekayaan mereka.

(Baca juga: Perbedaan KTA untuk Karyawan dan Wiraswasta, Cek Yuk!)

Robert Hartono (77 tahun) dan Michael Hartono (78 tahun), 21 miliar dolar Amerika Serikat

Keduanya adalah bos grup Djarum. Bisnis mereka menjalar di berbagai bidang usaha yang meliputi rokok, bank, industri, hingga telekomunikasi. Pertumbuhan bisnis perbankan yang positif berdampak pada kekayaan mereka di 2018.

Bisnis rokok, yang merupakan fondasi awal dari terbentuknya kekayaan mereka, juga masih sehat. Saat ini keluarga Hartono juga menaruh ketertarikan pada perkebunan dan pabrik kelapa sawit, yang memperlihatkan pertumbuhan stabil tiga tahun terakhir.

Keluarga Hartono juga melirik bisnis infrastruktur komunikasi yang dijalankan melalui Tower Bersama. Tak hanya itu, Hartono bersaudara juga menjajaki e-commerce melalui Blibli.com.

(Baca juga: Pertumbuhan Kredit Perbankan Kian Gemilang, Cek Yuk!)

Eka Tjipta Widjaja (94 tahun), 13,9 miliar dolar Amerika Serikat

Bos Sinar Mas Group ini bisnisnya meliputi bidang perkebunan, bubur kertas dan kertas, properti, keuangan, hingga energi. Sebagai salah satu raja di Indonesia untuk bidang minyak kelapa sawit serta bubur kertas dan kertas, Eka menikmati permintaan global yang sangat kuat.

Melalui Asia Pulp and Paper, laporan positif dari perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan China telah membuat harga saham di anak usaha seperti Tjiwi Kimia menguat secara dramatis.

Anak usaha di bidang keuangan Sinar Mas Multiartha pun menawarkan berbagai layanan keuangan, sehingga mampu menikmati pertumbuhan yang solid.

(Baca juga: Beda Asuransi Perjalanan dan Asuransi Kecelakaan Diri, Cek di Sini!)

Anthoni Salim (69 tahun), 11,5 miliar dolar AS

Anthoni Salim mendulang kekayaan dari bisnis makanan dan investasi. Anthoni dan mitranya mengendalikan investasinya melalui perusahaan induk First Pacific Company Ltd yang terdaftar di Hong Kong, dengan dua unit operasi utama, Indofood Group di Indonesia dan Metro Pacific Investment di Filipina.

Perlambatan tingkat konsumsi di Indonesia menyebabkan saham Indofood turun 20 persen dari harga tahun lalu, ini berdampak langsung terhadap kinerja di perusahaan induk First Pacific. Namun, posisi Anthoni tetap kuat di jajaran orang terkaya Indonesia.

Tahun lalu, Metro Pacific Investment bahkan mengakuisisi perusahaan infrastruktur Indonesia yaitu Nusantara Infrastruktur.

(Baca juga: 10 Pemikiran yang Membuat Jeff Bezos Super Kaya!)

Susilo Wonowidjojo (61 tahun), 11 miliar dolar Amerika Serikat

Susilo Wonowidjojo mampu mendulang untung dari bisnis rokok dan perkebunan. Dengan pertumbuhan yang stabil, bisnisnya berjalan baik. Susilo adalah anak ketiga dari pendiri Gudang Garam Suryo Wonowidjojo.

Susilo menjadi presiden direktur setelah mengambil alih Gudang Garam dari saudaranya Rachman Halim. Susilo memperkenalkan teknik pembuatan rokok modern serta produk rokok mild baru. Pabrik-pabriknya sekarang tersebar di Kota Kediri dan Pasuruan di Jawa Timur.  Pria yang memiliki empat anak tersebut selain dikenal sebagai pekerja keras, juga dikenal sebagai seorang filantropis.

Chairul Tanjung (55 tahun), 4,5 miliar dolar Amerika Serikat

Chairul Tanjung melalui CT Corp telah memiliki bisnis di bidang media, ritel, dan perbankan. Kerajaan bisnis Chairul yang terdiversifikasi secara luas memperlihatkan catatan yang stabil selama tiga tahun terakhir.

(Baca juga: INFOGRAFIS: Fakta-fakta tentang Anak dan Remaja dalam Dunia Digital)

Setelah membangun bisnisnya dari, pria ini sekarang menjadi pemain utama dalam ritel melalui Transmart dan bisnis gaya hidup lainnya. Di bidang media, dia mengontrol Trans TV, Trans 7, detik.com, CNN Indonesia, dan CNBC Indonesia. Bisnis propertinya juga memiliki kinerja baik dengan membidik pasar kelas menengah.  Namun, kepemilikan sahamnya di maskapai penerbangan Garuda Indonesia terbilang kurang sukses secara finansial.

Sri Prakash Lohia (65 tahun), 4,5 miliar dolar Amerika Serikat

Sri Prakash Lohia mengembangkan bisnisnya di Indonesia dan mengubahnya menjadi perusahaan global yang beroperasi lintas benua. Sebagai pengelola Indorama Corp., salah satu produsen poliester terbesar di dunia, pria ini telah membangun kekayaannya.

Dia mengubah Indorama dari produsen tekstil menjadi raksasa petrokimia dan produsen  resin polyethylene terephthalate (PET), bahan pembuatan botol plastik, terbesar di dunia.

(Baca juga: Yuk, Kenali Ciri-ciri Fintech Ilegal Menurut OJK)

Theodore P. Rachmat (69 tahun), 4,5 miliar dolar Amerika Serikat

Theodore P. Rachmat telah mengembangkan bisnis yang kuat dengan sejumlah mitra yang berbeda di berbagai sektor. Melalui Triputra Group, bisnisnya mencakup perkebunan karet dan kelapa sawit, batubara, distribusi sepeda motor, penyediaan kredit dan transportasi.

Ada pula ASSA Rent, yang merupakan perusahaan penyewaan kendaraan bermotor terbesar di negara ini. Teddy juga merupakan investor utama di Adaro Energy, yang mengoperasikan tambang batu bara terbesar kedua di negara ini.

Putera Sampoerna (67 tahun), 4,3 miliar dolar AS

Setelah menjual bisnis tembakaunya, Putera Sampoerna mendirikan ladang bisnis baru melalui Sampoerna Strategic. Sampoerna Strategic menjalankan bisnis bidang agribisnis, keuangan mikro, perkayuan, hingga properti. Putera juga disebut-sebut menjalinkerja sama dengan Clinton Global Initiative, yang didirikan oleh mantan Presiden AS Bill Clinton, untuk mempromosikan pendidikan.

(Baca juga: Cek Motor Jadul yang Harganya Tak Main-main, Salah Satunya Yamaha RX-King!)

Sukanto Tanoto (68 tahun), 2,7 miliar dolar AS

Sukanto Tanoto adalah pemilik Royal Golden Eagle, yang mengelola sekelompok perusahaan kelas dunia. Bisnisnya menjalar mulai dari bidang bubur kertas dan kertas, minyak sawit, hingga ke sektor minyak dan gas.  Kelompok bisnis ini didukung oleh lebih dari 60.000 tenaga kerja di Indonesia, Cina, Singapura, Brasil dan Kanada.

Dato’ Sri Tahir (65 tahun), 2,15 miliar dolar Amerika Serikat

Dato’ Sri Tahir adalah putra seorang pembuat becak dari Surabaya. Namun, hal itu tak menghalangi untuk sukses. Dia mendirikan Mayapada Group pada tahun 1986. Saat ini kelompok tersebut telah menjalani bisnis bank, rumah sakit, hingga toko bebas pajak. Tahir juga terus memperluas bisnis propertinya.  Selain sebagai pebisnis, Tahir juga dikenal sebagai seorang filantropis. Dia mendukung lembaga The Bill and Melinda Gates Foundation dan serta Tahir Foundation miliknya sendiri.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami