Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

11 Alasan Karyawan Terbaik Mengajukan Resign

by Riri Anggraheni Eka Rimandasari on 5 Mei, 2016

tips karier_KPR - CekAja.com

Saat ini pemutusan hubungan kerja bukanlah hal baru di dunia kerja. Namun yang kini menjadi fenomena aneh adalah karyawan dengan suka rela mengundurkan diri.

Bahkan bukan hanya karyawan biasa, tetapi juga karyawan terbaik dengan prestasi cemerlang di kantor. Ternyata tindakan para karyawan tersebut ada alasannya. Apakah kamu berencana resign akhir-akhir ini? Ketahui kembali apakah alasan resign kamu memang profesional.

Lho, mengapa? Tentu saja alasan resign kamu akan berdampak pada pekerjaan dan nama baik mu. Jadi, sebelum memilih resign yuk pahami dan buat alasan resign yang memang logis dan proffesional. Berikut 11 alasan kenapa karyawan terbaik malah mengundurkan diri dari pekerjaan.

Gaji terlalu kecil

Karyawan berharap dengan membaiknya performa kerja, maka ada peningkatan pendapatan. Meskipun gaji tidak naik, paling tidak ada fasilitas baru yang diperoleh. Jika performa mereka terus meningkat tetapi gajinya tetap, mereka bisa berpikir kantor hanya mengeksploitasi dirinya.

Waktu yang dibutuhkan terlalu lama untuk naik gaji

Banyak karyawan dengan performa terbaik dan bekerja secara proffesional lebih memilih resign karena waktu yang dibutuhkan terlalu lama untuk naik gaji. Misalnya saja, Ia harus menunggu bertahun-tahun padahal performanya selalu meningkat bahkan berguna bagi profit perusahaan.

Ada tempat lain yang menawarkan gaji atau fasilitas lebih baik

Bila prestasi tak ditunjang dengan perbaikan pendapatan, jangan heran bila karyawan akan keluar kerja. Apalagi bila ada perusahaan lain yang memiliki penawaran gaji besar atau fasilitas lebih baik. Dan kamu perlu tahu, orang yang bertugas merekrut karyawan terbaik dari kantor lain dinamakan ‘headhunter’.

Pola kerja terlalu monoton dan membosankan

Manusia adalah makhluk yang dinamis. Ia selalu bergerak mencari hal yang baru dan tantangan. Bahkan bila sebuah pekerjaan dihadapkan pada rutinitas yang monoton, besar kemungkinan karyawan akan meninggalkannya karena rasa bosan.

Prestasi tak pernah dianggap dan tak diapresiasi sama sekali

Tak ada yang menghargai prestasi atau kemajuan yang dibawa oleh seorang karyawan. Maka jangan heran bila karyawan tersebut memilih mundur dari pekerjaan.

Tekanan kerja yang terus membesar

Tekanan kerja yang terus menghimpit bisa jadi adalah pendorong karyawan untuk mundur. Tekanan kerja semisal banyaknya pekerjaan, waktu yang semakin ketat, beban kerja dan sebagainya. Ketika tekanan kerja sudah berada di luar kesanggupan karyawan, ia akan keluar.

Ingin mendirikan usaha sendiri

Dengan kondisi perekonomian dunia yang terus membaik, banyak kesempatan usaha yang terbuka di luar sana. Jadi tak heran orang-orang berlomba-lomba membuat usaha rintisannya sendiri. Termasuk para karyawan terbaik dari sebuah kantor tertentu.

Ada intrik dan drama di kantor

Intrik dan drama bisa terjadi di mana saja, kantor misalnya. Berawal dari perasaan iri karyawan lain yang punya prestasi terbaik, sehingga menciptakan kompetisi yang tidak sehat. Misalnya menyebarkan gosip buruk dan sebagainya hingga membuat karyawan harus mengundurkan diri.

Ada masalah keluarga

Masalah bisa saja terjadi bukan dari kantor, melainkan keluarga karyawan. Semisal pasangannya tidak mengizinkan lagi untuk bekerja, atau anak-anak mereka memerlukan perhatian lebih. Kondisi tersebut kemudian membuat karyawan terbaik ingin mengundurkan diri.

Masalah kesehatan

Masalah kesehatan juga bisa menghantui psikologis seseorang. Beban kerja yang terlalu besar hingga memberikan stres, ditambah dengan kesehatan tubuh yang terus memburuk, bisa menjadi momok menakutkan sehingga membuat karyawan memutuskan resign. Biasanya banyak terjadi di perusahaan tambang di mana karyawan menderita penyakit mematikan.

Pindah domisili atau tempat tinggal

Berganti domisili juga bisa menjadi alasan tersendiri. Karyawan terbaik memutuskan untuk tinggal di daerah lain dengan alasan personal, lalu memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Perusahaan yang tidak ingin kehilangan karyawan terbaiknya, biasanya berusaha mentransfer karyawan ke kantor cabang terdekat di daerah tujuan.

Nah, setelah mengetahui berbagai alasan resign yang digunakan oleh pekerja proffesional untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Sekarang tentu kamu bisa memandang dan mereview kembali sebenarnya apa sih alasan kamu mau resign. Bisakah kamu bertahan terlebih dahulu? Atau mungkin ini bisa dijadikan referensi saat memberi saran pada rekan kerja.

Tentang Penulis