Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

12 Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah yang Layak Dilestarikan

by Kyla Damasha on 30 Juli, 2020

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah sangatlah banyak dan beragam, mulai dari tarian, lagu, hingga alat musik. Meskipun sebagian besar sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, namun berkat masyarakat lokal yang bekerja keras untuk melestarikannya, sejumlah kesenian tradisional tersebut bahkan masih ada hingga saat ini dan bisa kita nikmati bersama.

Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah

Di Indonesia yang memang dikenal memiliki sejuta kekayaan, kesenian tradisional seringkali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya dari mancanegara. Akan tetapi, tentunya kita, sebagai masyarakat Indonesia, ada kalanya juga belum banyak mengetahui tentang kesenian tradisional itu sendiri, bukan?

Oleh karena itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu kesenian tradisional di Indonesia, yaitu kesenian tradisional Sulawesi Tengah. Siapa tahu ada diantara kamu yang saat ini tengah berencana untuk pergi berlibur di masa yang akan datang, pembahasan kali ini mungkin saja bisa memberikanmu sedikit informasi.

Penasaran apa sajakah itu? Yuk kita simak bersama-sama tentang beberapa kesenian tradisional Sulawesi Tengah.

Kesenian Tradisional Sulawesi Tengah

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kesenian tradisional Sulawesi Tengah, termasuk lagu, alat musik, dan tarian daerah. Apa sajakah itu?

1. Tari Raego

Kesenian tradisional yang pertama akan kita bahas adalah Tari Raego yang berasal dari suku Kulawi. Jenis tarian satu ini biasanya dipentaskan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang didapatkan oleh masyarakat lokal, yang mana hal ini juga turut melatarbelakangi gerakan tarian serta ungkapan pemujaan terhadap Tuhan.

Sayangnya, masyarakat setempat mengalami kendala dalam melestarikan dan mewariskan budaya karena sebagian besar dari mereka tidak mengenal tulisan. Sehingga, pewarisan kesenian tradisional Sulawesi Tengah satu ini hanya dilakukan dalam bentuk lisan yang membuat tidak banyak lapisan masyarakat yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup mengenai Tari Raego.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Sulawesi Utara)

Tidak hanya sebatas hiburan semata, tarian ini juga turut digunakan dalam melaksanakan upacara adat yang turut dilatarbelakangi oleh religi dan emosi. Di dalam pementasannya, kesenian tradisional Sulawesi Tengah ini juga diiringi oleh lantunan syair yang sarat akan pesan moral.

2. Tari Balia

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah selanjutnya adalah Tari Balia yang memiliki keterkaitan dengan kepercayaan animisme. Jenis tarian satu ini merupakan bentuk pemujaan terhadap benda keramat, khususnya yang langsung berhubungan dengan pengobatan tradisional. Nah, pengobatan tradisional itu sendiri yang dimaksud adalah pengobatan yang dilakukan kepada seseorang yang terkena pengaruh roh jahat.

Kata “Balia” yang digunakan sebagai nama tarian dapat diartikan sebagai “Tantang” yang berarti memiliki makna melawan setan yang telah menimbulkan penyakit di dalam tubuh manusia. Selain itu, Balia juga dipandang sebagai prajurit kesehatan yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Diiringi oleh irama pukulan musik tradisional, kesenian tradisional Sulawesi Tengah satu ini bisa diperagakan, baik dalam bentuk individu maupun kelompok, dan diadakan di sebuah rumah pemujaan yang oleh masyarakat setempat disebut Lobo.

3. Tari Pontanu

Tari Pontanu juga merupakan salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tengah yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Donggala. Tarian ini diperagakan oleh para wanita dengan gerakan yang menggambarkan aktivitas mereka dalam menenun Sarung Donggala. Kata “Pontanu” itu sendiri dapat diartikan sebagai menenun.

Oleh sebab itu, sesuai sesuai dengan namanya, tarian ini juga dimaknai sebagai wujud apresiasi terhadap para penenun sarung di daerah tersebut. Tak hanya itu, tari Pontanu juga seringkali dimanfaatkan untuk dapat memperkenalkan kain sarung yang menjadi khas daerah Donggala kepada masyarakat secara luas, termasuk wisatawan.

4. Tari Dero

Tari Dero atau yang juga bisa disebut sebagai Tari Modero ini merupakan salah satu kesenian tradisional Sulawesi Tengah yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Poso. Jenis tarian ini merupakan tradisi dari masyarakat Suku Pamona yang masih dilestarikan hingga saat ini. Masyarakat setempat menganggap bahwa tarian ini melambangkan suka cita dan kebahagiaan sekaligus rasa syukur terhadap hasil panen yang didapat.

Karena jumlah penari yang tidak dibatasi, maka biasanya tari Dero dipentaskan di tempat yang cenderung luas, seperti di lapangan. Sedangkan di dalam teknis pelaksanaannya, para penari akan membuat lingkaran sambil berpegangan tangan satu sama lain. Kemudian, mereka akan menghentakan kaki secara serentak dengan pola dua kali ke kiri dan dua kali ke kanan.

Gerakannya itu sendiri dilakukan sesuai dengan irama atau nada pantun yang saling bersahut-sahutan dan diiringi pula dengan alunan dari alat musik tradisional yang dimainkan oleh para pemuda dan orang tua.

5. Alat Musik Talindo

Setelah sebelumnya membahas tentang tarian daerah, maka sekarang kita beralih ke kesenian tradisional Sulawesi Tengah untuk alat musik. Pertama ada Talindo yang merupakan sebuah alat musik berwarna kekuning-kuningan dan terbuat dari bambu, kayu, dan rotan.

Cara memainkannya dengan dipetik ketika para pemainnya berduduk sila. Talindo biasa digunakan sebagai hiburan dan penghilang kesunyian di malam hari dan seringkali dimainkan oleh para remaja dan pemuda setempat ketika itu.

6. Alat Musik Santu

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah selanjutnya adalah Santu yang merupakan salah satu alat musik jenis sitar tabung dan bisa dimasukkan ke dalam kelompok ideo-kordofon. Bahan utama untuk membuat alat musik ini adalah bambu, yang mana kulit bagian tengahnya dilubangi untuk dijadikan sebagai resonator sehingga apabila dipetik, suara yang dihasilkan bisa sedikit lebih kencang.

Pada umumnya, kesenian tradisional Sulawesi Tengah satu ini seringkali dimainkan oleh masyarakat setempat untuk mengisi waktu senggang di sawah. Tak hanya itu, anak-anak muda juga terkadang menjadikan alat musik ini sebagai alat komunikasi kelompok ketika mereka sedang bermain perang-perangan.

7. Alat Musik Lalove

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah selanjutnya adalah alat musik Lalove yang berbentuk bulat panjang seperti suling dan terbuat dari bahan utama bambu. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup seringkali digunakan sebagai pengiring tarian Balia. Pada awalnya, alat musik ini tidak bisa dimainkan secara sembarangan. Sebab, bagi sebagian orang yang sering kerasukan roh, ketika mendengar alat musik ini justru akan spontan mengalami kerasukan.

(Baca Juga: Kesenian Tradisional Sulawesi Tenggara)

Lalove itu sendiri memiliki peran yang sangat penting di dalam upacara penyembuhan. Karena, apabila nada yang dimainkan salah, maka para penari yang sudah kerasukan akan menjadi semakin marah. Namun, saat ini Lalove sudah banyak dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional yang dikreasikan.

8. Alat Musik Geso-geso

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah untuk alat musik yang akan terakhir kita bahas adalah Geso-geso. Alat musik ini terbuat dari kayu dan tempurung kelapa yang diberi dawai atau senar. Cara memainkannya itu sendiri dengan cara digesek menggunakan alat khusus yang terbuat dari bilah bambu dan tali, sehingga akan menimbulkan suara yang khas. Geso-geso akan mengeluarkan nada yang disesuaikan dengan tekanan jari si pemain pada senar.

Namun, berbeda dengan gitar atau alat musik lainnya yang pada umumnya memiliki lebih dari satu senar, Geso-geso ini justru hanya memiliki satu senar saja.

9. Lagu Palu Ngataku

Ketika membahas tentang kesenian tradisional Sulawesi Tengah, maka pembahasan tentang lagu daerah tak bisa kita lewatkan begitu saja. Lagu pertama yang akan kita bahas adalah Palu Ngataku. Sesuai dengan namanya, lagu ini memang berasal dari kota Palu. Bagi orang yang terlahir di kota Palu namun tengah merantau, lagu ini merupakan gambaran mereka akan rasa rindu terhadap tanah kelahiran.

10. Lagu Posisani

Selanjutnya ada Posisani yang merupakan lagu pengiring untuk salah satu kesenian Sulawesi Tengah, yaitu Tari Dero. Makna dari lagu ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi, yang mana gerakannya itu sendiri dimulai dari saling berkenalan antar penari. Lagu ini juga turut dikategorikan sebagai lagu untuk tarian muda-mudi.

11. Lagu Tananggu Kaili

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah selanjutnya adalah lagu Tananggu Kaili. Kaili merupakan nama salah satu suku bangsa yang mendiami sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah, meliputi Palu, Donggala, dan Sigi. Nah, lagu yang diciptakan oleh Hasan Bahasyuan ini mendeskripsikan tentang tanah Kaili itu sendiri.

12. Lagu Tope Gugu

Kesenian tradisional Sulawesi Tengah yang terakhir adalah lagu Tope Gugu yang memiliki makna perjuangan. Lagu ini sendiri menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kemerdekaan di masa lalu. Selain itu, lagu ini juga baik untuk dijadikan sebagai renungan yang membuat haru.

Persiapkan Rencana Perjalananmu dengan Kartu Kredit Terbaik

Meskipun di tengah pandemi seperti saat ini kamu belum bisa melakukan perjalanan, namun tak ada salahnya jika mulai mempersiapkan rencana perjalananmu ke Sulawesi Tengah dari sekarang, bukan?

Selain mempersiapkan berbagai keperluan yang dibutuhkan selama traveling, jangan lupa juga untuk mengajukan kartu kredit terbaik yang membuat liburanmu menjadi lebih menyenangkan. Sebab, hadirnya kartu kredit justru akan membuat pengeluaran menjadi lebih hemat. Ditambah lagi dengan segudang promo menarik yang dijamin gak akan membuat kantong jebol.

Masih bingung memilih kartu kredit? Bandingkan saja dulu di CekAja.com untuk memilih jenis kartu kredit yang sekiranya paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup. Setelah itu? Baru deh kamu tinggal melakukan pengajuan yang sepenuhnya dapat dilakukan secara online. Mudah banget kan!

Yuk segera ajukan kartu kredit pilihanmu di CekAja.com dan dapatkan segudang penawaran terbaik yang membuat liburanmu menjadi lebih menyenangkan.   

Tentang Penulis

Kyla Damasha

Usia Hanyalah Angka, Wajah Tetap Harus Awet Muda