Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

3 Alasan Puasa Cocok Jadi Cara Berhenti Merokok

by JTO on 3 Juni, 2017

tips berhenti merokok _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Sudah punya kebiasaan merokok telah dilakukan dalam hitungan tahun? Puasa ternyata bisa jadi cara dan mendorong niat baik untuk berhenti dari kebiasaan menghisap tembakau ini.

Berhenti merokok. Kalimat tersebut kebanyakan terasa sulit untuk dilakukan para perokok aktif. Bahkan hari tanpa tembakau yang selalu diperingati setiap tahunnya di seluruh dunia jatuh pada 31 Mei pada akhirnya hanya sekadar jadi gerakan saja.

Padahal gerakan memperingati hari tanpa tembakau ini menyerukan kepada para perokok agar menghentikan kebiasaannya atau berpuasa tidak merokok selama 24 jam. Tujuannya menyebarluaskan bahwa kebiasaan merokok sangat memiliki dampak buruk terhadap risiko kesehatan.

Dikarenakan merokok, khususnya bagi perokok aktf, masuk dalam kategori kebiasaan kecanduan, maka dorongan untuk menghentikannya banyak diakui sangat sulit.

Walaupun, selain dampak kesehatan terkena penyakit berbahaya akibat merokok, kecanduan membakar tembakau dan menghisap asapnya ini sudah banyak terbukti juga memiliki kerugian finansial.

Ternyata, niat untuk mulai berhenti merokok bagi para perokok aktif bisa dilakukan dengan cara berpuasa. Semuanya dikarenakan beberapa alasan yang akan disebutkan dalam artikel ini. Apa saja?

Bisa berhenti 12 jam, kenapa tidak dilanjutkan?  

Berpuasa bukan hanya menahan hawa nafsu makan dan minum. Bagi para perokok aktif, berpuasa juga menghentikan kebiasaan merokok selama kurang lebih 12 jam waktu berpuasa dari waktu Subuh setelah sahur hingga Maghrib ketika berbuka puasa.

Pertanyaannya, jika sudah bisa menghentikan kebiasaan merokok hingga hitungan jam dan lebih dari setengah hari, kenapa kebiasaan tersebut tidak dilanjutkan saja? Minimal bisa mengurangi jatah merokok dalam satu hari.

Ramadan adalah waktu yang tepat, karena kegiatan sudah banyak di isi dengan ibadah

Apalagi puasa di bulan Ramadan. Sebab bulan ini adalah bulan di mana para kaum muslim menggunakan kesempatan waktunya untuk lebih banyak beribadah. Pasalnya segala ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan akan mendapat pahalanya yang dilipat gandakan.

Jika kita ingin berhitung, 12–13 jam waktu digunakan untuk berpuasa, 1–2 jam untuk ibadah tarawih, 1-2 jam untuk tadarus atau membaca Al Quran, dan selebihnya untuk tidur dan persiapan untuk sahur.

Lantas, bila waktu sudah banyak di isi dengan kegiatan beribadah, kenapa kita tidak memulai untuk berhenti melakukan kebiasaan tidak sehat untuk merokok. Jadi selayaknya kita menghilangkan kebiasaan merokok tanpa terapi.

Setelah 30 hari, selanjutnya jadi kebiasaan

Jika sebuah aktivitas dilakukan secara rutin, secara sadar dan sengaja dalam 30 hari berturut-turut maka aktivitas tersebut akan jadi sebuah kebiasaan baru.

Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kepada sejumlah astronotnya membuktikan hal tersebut. Dalam riset itu, dijelaskan bahwa butuh sekitar tiga puluh hari bagi otak manusia dalam membentuk kebiasaan baru.

Bila dikaitkan, tiga puluh hari artinya adalah sebulan. Karena itu berpuasa selama sebulan seperti di bulan Ramadan bisa jadi momentum yang tepat untuk melakukannya. Karena dapat disimpulkan jika kita memiliki sebuah kesempatan berhenti merokok seiring dengan 30 hari berpuasa.

Tapi apakah kita mesti menunggu untuk berhenti merokok hanya di saat bulan puasa tiba. Tentu tidak! Sebab, kebiasaan merokok juga dapat membuat biaya kesehatan lebih mahal karena risiko yang ditimbulkannya.

Lantas, apa lagi yang ditunggu? Silakan membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat!

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami