4 Merk Obat Penyubur Kandungan Beserta Efek Sampingnya

6 min. membaca Oleh Kyla Damasha on

Setiap pasangan yang baru saja menikah, tentunya biasanya mengharapkan kehadiran sang buah hati tercinta dari yang Maha Kuasa.

Dikarenakan hal itu, tak jarang pula pasangan yang langsung merencanakan program kehamilan agar bisa segera dikaruniai seorang anak.

Akan tetapi, tidak semua pasangan bisa mengalami proses kehamilan yang mudah dan cepat, disebabkan oleh berbagai hal.

(Baca Juga: 5 Obat Mual untuk Ibu Hamil)

Dikarenakan hal itu, berbagai cara pun dilakukan, salah satunya dengan mengkonsumsi obat penyubur kandungan.

Apakah kamu saat ini tengah menjalankan program kehamilan? Jika jawabannya iya, yuk disimak bersama tentang beberapa merk obat penyubur kandungan yang akan kita bahas kali ini.

Apa Itu Obat Penyubur Kandungan?

Sebelum kita membahas tentang beberapa merk obat penyubur kandungan, mungkin diantara kamu masih ada yang sedikit asing dengan obat penyubur kandungan itu sendiri.

Dilansir dari situs alodokter.com, obat penyubur kandungan bekerja dengan melepaskan hormon yang mengatur atau memicu ovulasi.

Sementara itu, ovulasi merupakan sebuah proses pelepasan sel telur yang merupakan penanda masa subur wanita.

Untuk saat ini, terdapat dua jenis obat penyubur kandungan, yaitu berupa suntikan dan obat yang dapat dikonsumsi langsung.

Akan tetapi, efek samping dari obat penyubur kandungan yang bisa berbeda-beda membuat wanita tidak boleh asal mengkonsumsinya begitu saja, melainkan harus melalui konsultasi dan saran dokter terlebih dahulu.

Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan merk obat penyubur kandungan yang berbeda-beda, berdasarkan kondisi medis, reaksi terhadap pengobatan, serta efek samping yang akan ditimbulkan oleh obat tersebut pada pasien.

Merk Obat Penyubur Kandungan

Sebenarnya, ada banyak merk obat penyubur kandungan yang ada. Namun pada umumnya, merk obat penyubur kandungan yang paling sering diresepkan oleh dokter adalah sebagaimana berikut ini:

1. Clomiphene Citrate

Merk obat penyubur kandungan yang pertama adalah Clomiphene Citrate, yang dikenal telah memilih jam terbang yang cukup panjang.

Sudah digunakan selama lebih dari 40 tahun, obat satu ini juga dikenal cukup efektif dalam mempercepat kehamilan, yakni dengan tingkat keberhasilan 60-80 persen.

Dikarenakan hal itu, tak heran apabila Clomiphene Citrate juga seringkali dijadikan sebagai pilihan utama.

Cara kerja dari produk ini adalah dengan menyebabkan kelenjar pituitari dan hipotalamus pada otak melepaskan hormon yang merangsang ovarium untuk memproduksi sel telur.

Umumnya, dokter menyarankan untuk mengkonsumsi obat ini di masa menstruasi, baik itu hari ketiga, keempat, atau kelima, dimana pada hari ketujuh mengkonsumsi obat, diharapkan ovulasi sudah mulai terjadi.

Walaupun efek samping yang dialami oleh setiap orang bisa berbeda-beda, namun umumnya yang akan ditimbulkan adalah:

  • Sakit kepala, mual, perut yang kembung, penglihatan buram, dan kepanasan.
  • Peningkatan berat badan.
  • Terasa nyeri pada payudara.
  • Pendarahan pada vagina.
  • Munculnya perubahan lendir serviks yang dapat menyebabkan masa subur menjadi lebih sulit untuk diprediksi.

2. Bromocriptine

Merk obat penyubur kandungan selanjutnya adalah Bromocriptine, yang berperan dalam menyeimbangkan hormon untuk mencegah pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya.

Dilansir dari situs popmama.com yang turut mengutip dari Mayo Clinic, Bromocriptine umumnya direkomendasikan bagi wanita yang memiliki hormon prolaktin yang tinggi, sehingga dapat menurunkan kadar hormon estrogen.

Hal tersebut dikarenakan, hormon prolaktin yang terlalu tinggi pada wanita justru bisa menyebabkan wanita tersebut menjadi sulit untuk hamil.

Akan tetapi, merk obat penyubur kandungan satu ini ternyata juga bisa diberikan pada pria yang mengalami masalah kesuburan yang disebabkan karena kadar prolaktin yang berlebihan di dalam tubuhnya lho.

Bromocriptine tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul yang dikonsumsi dengan cara diminum secara langsung.

3. Metformin Hydrochloride

Merk obat penyubur kandungan selanjutnya adalah Metformin Hydrochloride, yang dikonsumsi secara harian serta membuat ovulasi dapat berjalan dengan cara menurunkan kadar insulin dalam darah yang kemudian menurunkan kadar testosteron.

Produk ini sebenarnya diperuntukan bagi penderita diabetes tipe 2, karena akan memberikan efek tubuh yang menjadi lebih sensitif terhadap hormon insulin.

Namun, tidak menutup kemungkinan Metformin juga dapat dikonsumsi oleh wanita yang mengalami gangguan ovulasi, terutama pada wanita yang menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Tak hanya itu, ini ternyata juga turut bermanfaat untuk wanita yang mengalami obesitas serta dapat digunakan untuk seseorang yang resisten terhadap efek penggunaan clomiphene.

Sebab, mengkonsumsi obat ini bisa membuat ovulasi berjalan secara normal. Terkadang, salah satu merk obat penyubur kandungan satu ini juga bisa dikombinasikan dengan clomiphene, baik itu dikonsumsi secara berbarengan maupun tersendiri.

4. Gonadotropin

Merk obat penyubur kandungan selanjutnya adalah Gonadotropin, yang terdiri dari luteinising hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) yang bermanfaat untuk merangsang ovarium secara langsung untuk memproduksi serta mematangkan sel-sel telur.

Bukan dikonsumsi, cara menggunakan Gonadotropin justru dengan cara disuntikan ke tubuh selama kurang lebih 12 hari, yang kemudian dilanjutkan dengan suntikan human chorionic gonadotropin (hCG).

Karena relatif tidak menimbulkan efek samping apapun, maka obat ini cocok digunakan untuk wanita yang sedang menjalankan program bayi tabung atau untuk penderita PCOS yang tidak merespon obat-obatan lain.

Risiko Mengkonsumsi Obat Penyubur Kandungan

Setelah mengetahui tentang beberapa merk obat penyubur kandungan, sekarang saatnya kita mengetahui tentang risiko atau efek samping yang mungkin ditimbulkan dari mengkonsumsi obat ini.

Walaupun obat-obatan ini umumnya hanya dikonsumsi berdasarkan resep dokter, namun tidak menutup kemungkinan terdapat risiko atau efek samping yang bisa saja terjadi.

Biasanya, efek-efek yang dirasakan bisa berbeda-beda, tergantung orangnya masing-masing. Namun, dilansir dari situs HelloSehat.com, berikut beberapa risiko yang bisa saja dirasakan dan dialami ketika mengkonsumsi merk obat penyubur kandungan, yaitu adalah:

  • Mood Swing

Mood swing atau perubahan suasana hati memang seringkali dialami oleh wanita, terutama ketika sedang memasuki masa PMS.

Akan tetapi, ternyata mood swing itu sendiri juga bisa menjadi salah satu efek samping yang mungkin akan dirasakan bagi sebagian wanita yang mengkonsumsi merk obat penyubur kandungan, mulai dari kecemasan hingga depresi.

Tak hanya itu, kamu bahkan juga bisa mengalami beberapa gejala, seperti pusing, mual, muntah, sakit kepala, kram, hingga nyeri payudara.

  • Kehamilan Ektopik

Selanjutnya adalah kehamilan ektopik, yaitu sebuah kondisi ketika kehamilan tersebut justru terjadi di luar rahim.

Umumnya dialami oleh wanita yang menggunakan gonadotropin, tentu saja kondisi ini dapat sangat berbahaya bagi keselamatan janin.

  • Risiko Keguguran atau Kehamilan Prematur

Nah, risiko terakhir yang mungkin terjadi ketika mengkonsumsi merk obat penyubur kandungan adalah risiko keguguran atau kehamilan prematur.

Sebab, penggunaan obat penyubur kandungan itu sendiri juga dapat menghasilkan lebih dari satu ovum.

Akibatnya, ada kemungkinan kamu bisa melahirkan bayi kembar. Sekitar 10 persen wanita yang mengkonsumsi clomiphene dan 30 persen yang menggunakan gonadotropin mengalami kehamilan bayi kembar.

Perlu diketahui bahwa kehamilan kembar nyatanya memberikan risiko lebih besar dibandingkan kehamilan bayi tunggal.

Semakin banyak bayi yang dikandung, akan semakin besar pula risiko komplikasi kehamilan, bahkan hingga kemungkinan terjadinya keguguran dan kelahiran prematur.

Jadi itulah beberapa merk obat penyubur kandungan beserta efek samping yang harus diwaspadai.

Meskipun kamu mengkonsumsi obat-obatan ini berdasarkan resep atau saran dokter, adanya risiko dan efek samping juga tidak bisa diabaikan begitu saja.

(Baca Juga: 11 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil)

Oleh karena itu, hadirnya asuransi kesehatan akan sangat diperlukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, terutama pada masa kehamilan.

Karena, menggunakan asuransi kesehatan kamu bisa melakukan konsultasi hingga pengobatan di rumah sakit tanpa perlu mengkhawatirkan biaya yang besar.

Kok bisa? Itu karena sebagian biaya rumah sakit akan ditanggung oleh pihak asuransi, yang mana tentunya sesuai dengan program serta besaran premi yang kamu bayarkan.

Meski begitu, tak dapat dipungkiri bahwa hadirnya asuransi kesehatan memang memberikan kita segudang manfaat, salah satunya seperti menikmati fasilitas perawatan yang mumpuni tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar.

Belum punya asuransi kesehatan? Segera ajukan saja di CekAja.com! Selain kamu dapat melakukan perbandingan untuk mengetahui jenis asuransi manakah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam membayar premi, seluruh proses pengajuan juga dapat dilakukan secara online lho, yang mana tentu saja sangat mempermudah kamu.

Tentang kami

Kyla Damasha

Kyla Damasha