Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

4 Waktu yang Paling Tepat untuk Mengajukan KPR

by Ariesta on 18 Oktober, 2016

waktu yang tepat ajukan KPR_kpr - CekAja.com

Terlepas dari harganya yang semakin mahal, rumah adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi setiap orang. Karena bagi banyak orang hampir tidak mungkin membeli rumah secara tunai, maka Kredit Pemilikan Rumah pun menjadi pilihan.

Namun cicilan yang besar menjadi kekhawatiran sendiri sebelum mengajukan KPR. Untuk harga rumah Rp235 juta saja, cicilan yang harus dipersiapkan mencapai Rp1,9 juta per bulan selama 15 tahun. Kalau kamu bergaji Rp4 juta, maka hampir setengah dari gajimu harus digunakan untuk membayar cicilan rumah.

Tak perlu bingung, beberapa pertimbangan berikut membantumu untuk menentukan waktu yang tepat untuk mengajukan KPR.

cekaja-pinjaman-tanpa-jaminan-kta-tanpa-agunan

Saat pekerjaanmu sudah tetap/bukan karyawan kontrak

Salah satu syarat mengajukan KPR adalah memiliki pekerjaan dan penghasilan sebagai pegawai/wiraswasta/profesional dengan masa kerja/usaha minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun untuk wiraswasta. Selain itu, minimum penghasilan tetap adalah Rp2,5 juta perbulan (berbeda untuk wilayah diluar Jabodetabek).

Kenapa status kepegawaianmu harus tetap? Ini agar bank bisa menakar jumlah penghasilan. Dan supaya kamu tetap bisa membayar cicilan karena masih akan bekerja dalam waktu lama. Bebeda dengan karyawan kontrak yang bisa diputus kapan saja. (Baca juga: 6 Keuntungan Finansial yang Diperoleh Karena Menikah)

Saat suku bunga turun

Seiring penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,5% dari 6,75% dan penerapan 7 days repo rate 5,25%, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menurunkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi single digit. Pada bulan Oktober ini, suku bunga KPR Bank BTN turun menjadi 9,5%.

Bunga KPR yang diturunkan pada Oktober 2016 adalah bunga untuk kredit non-subsidi. Untuk saat ini, bunga non-promo atau non-subsidi BTN berada di kisaran 10,5% hingga 11%. Sedangkan untuk bunga KPR subsidi sudah sebesar 5% yang berarti satu digit. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya bantuan pemerintah sebagai bagian dari Program Sejuta Rumah.

cekaja-daftar-kartu-kredit-belanja-online-harbolnas-CekAja.com

Jika cicilan/utang tidak melebihi 30% penghasilan

Membeli rumah secara KPR berarti kamu sudah berkomitmen untuk membayar sejumlah cicilan selama tenor yang disepakati, apapun yang terjadi. Supaya tidak menajadi beban, kamu harus memenuhi rasio kredit sehat. Rasio kredit sehat adalah jumlah cicilan tidak melebihi 30% dari penghasilan.

Misalnya, kalau penghasilanmu adalah Rp6 juta per bulan, maka cicilan utang maksimal per bulan adalah Rp2 juta. Kalau kamu masih punya cicilan mobil Rp1 juta per bulan, maka atinya total utang yang harus dibayarkan sebesar Rp3 juta per bulan. Angka ini berarti 50% dari total gaji. Belum lagi kalau kamu punya utang kartu kredit.

Jika kamu mengajukan kredit dalam kondisi seperti ini, maka kemungkinan besar bank akan menolak. Agar pengajuan KPR kita disetujui, maka usahakanlah untuk mengurangi besaran utang, atau melunasi utang lain sebelum mengajukan KPR. (Baca juga: Ini Sebabnya Orang dengan Gaji Rp 5 juta Harus Beli Rumah Sekarang)

Selagi masih muda

Cicilan yang cukup besar membuat banyak orang mengambil tenor panjang agar beban cicilan menjadi lebih ringan. Misalnya kamu baru mengajukan KPR di usia 30 tahun dan mengambil tenor 15 tahun, maka rumahmu baru akan lunas di usia 45 tahun! Pada saat itu kondisi rumah mungkin sudah tidak sebagus dulu dan butuh berbagai perbaikan. Artinya, kamu harus merogoh kocek untuk melakukan renovasi di samping membayar cicilan.

Oleh karenanya, pertimbangkan untuk mengajukan KPR saat masih muda. Misalnya di usia 22 tahun, saat kamu baru bekerja. Jika mengambil tenor 15 tahun, rumahmu bisa lunas saat masih berusia 30-an. Mengajukan KPR sebelum menikah juga bisa jadi pertimbangan. Selain menaikkan posisi tawar di depan calon mertua (karena kamu sudah punya rumah), saat lajang kamu belum dibebani berbagai keperluan rumah tangga. Artinya, kamu pun bisa menabung dan menyisihkan uang untuk membayar cicilan KPR lebih banyak.

Mau mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah idaman? Ajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di sini

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami