Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

40 Alasan Mengapa Teman Anda Tidak Mau Memberi Utang

by JTO on 4 Februari, 2015

Saat Anda ingin meminjam uang, mengapa teman Anda tidak mau memberikannya? Satu dari puluhan alasan di bawah ini mungkin adalah jawabannya.

Beberapa waktu lalu, Huffington Post menulis artikel yang cukup menarik mengenai alasan kenapa teman kita sering kali gagal dalam membayar kembali uang yang mereka pinjam. Secara garis besar, alasan yang diungkap dalam artikel tersebut terangkum pada 5 alasan:

  • Anda malas buat menagih utang tersebut
  • Anda terlalu santai ketika teman Anda selalu telat atau tidak pernah membayar utangnya
  • Anda tidak menulis utang tersebut diatas kertas
  • Teman Anda beranggapan bahwa utang yang tidak dibayar tidak akan merusak pertemanan kalian
  • Teman Anda memang tidak pernah berencana mengembalikan uang tersebut

Namun, artikel tersebut justru tidak menuliskan alasan paling logis – bahkan alasan yang paling mendasar – kenapa ketika seorang teman meminjam uang kepada Anda, harus dianggap sebagai uang hilang.

Kenyataanya, Anda mungkin pernah beberapa kali dipinjamkan uang oleh teman–teman dan keluarga saat mengalami kesulitan keuangan. Mungkin dasarnya mereka percaya, Anda sedang mengalami kesulitan yang benar–benar diluar kontrol.

Namun demikian, jika di suatu waktu mungkin Anda gagal saat meminjam uang, bisa jadi kondisi Anda memenuhi salah satu alasan dibawah ini. Apa saja?

(Baca juga: 12 Cara Ajukan Kredit Bank)

  1. Anda tidak mau bekerja untuk menghasilkan uang, apapun itu.
  2. Anda mengendarai mobil baru dengan cara mengangsur, ketika masih banyak mobil bekas dengan kondisi yang cukup bagus dan lebih murah.
  3. Anda memaksa tinggal di lingkungan dengan standar hidup yang tinggi walaupun pemasukan (atau bahkan tidak ada), tidak dapat mendukungnya.
  4. Anda gagal paham, bahwa utang akan merampas masa depan Anda.
  5. Anda tidak punya prioritas hidup.
  6. Anda tinggal dirumah yang sangat besar dan mahal dimana sebetulnya Anda tidak sanggup atau kesulitan membayarnya.
  7. Anda tidak mau menjual “mainan” atau “koleksi” kesayangan Anda.
  8. Anda menyalahkan orang lain dengan kondisi Anda.
  9.  Anda hedonis dan materialistik.
  10.  Anda tidak memahami konsep nilai diluar barang konsumtif.
  11.  Lemari Anda penuh baju desainer yang nilainya jutaan.
  12.  Anda punya tas senilai lebih dari Rp 3 juta.
  13.  Anda memakai kacamata Louis Vuitton seharga Rp 4 juta.
  14.  Anda sering main poker, lotere atau segala bentuk judi.
  15.  Anak remaja SMP/SMA Anda mengendarai mobil baru ke sekolah, padahal sepeda motor saja sudah cukup.
  16. Anda pikir uang tumbuh dari pohon.
  17.  Anda berpikir bahwa membawa bekal dari rumah kekantor hanya membuang waktu.
  18. Anda punya seribu alasan kenapa tidak mau mengambil pekerjaan sampingan selain pekerjaan Anda saat ini.
  19.  Anda baru saja merombak dapur Anda walaupun Anda tidak benar – benar membutuhkannya.
  20. Anda punya 5 anjing, 3 kucing, burung kakaktua dan kuda.
  21. Anda tidak mau berhenti merokok.
  22.  Anda tidak bisa disiplin.
  23.  Anda tidak mau cerita berapa banyak uang yang Anda hasilkan setiap bulan.
  24. Anda tidak bisa menjelaskan – atau bahkan tidak tahu sama sekali – kemana saja uang Anda setiap bulan.
  25. Anda tidak mau memakan sisa makanan tadi siang atau tadi malam.
  26. Anda selalu beranggapan hidup hanya untuk saat ini.
  27. Anda baru saja pulang dari liburan mewah.
  28. Anda tidak punya rasa tanggung jawab pribadi.
  29. Anda tidak punya asuransi dan tidak merasa perlu punya dana darurat.
  30. Anda punya ponsel terbaru dan gadget termahal.
  31. Anda makannya banyak sekali.
  32. Anak Anda sekolahnya di sekolah swasta yang terkenal mahal.
  33. Anda suka iri melihat tetangga yang lebih makmur.
  34. Anda punya lebih dari 3 asisten rumah tangga.
  35. Anda baru saja membeli TV layar lebar.
  36. Anda sepertinya merasa bahwa kurangnya perencanaan keuangan yang Anda lakukan, adalah sesuatu yang darurat bagi saya.
  37. Pasangan Anda tidak mau bekerja.
  38. Anda tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan.
  39. Anda tidak ada keinginan untuk berubah.
  40. Anda belum membuat rencana sama sekali untuk melepaskan diri dari belenggu utang.

Bila alasan tersebut masih belum cukup, masih ada lagi. Sejujurnya, Anda juga akan capek memanjakan orang yang tidak ingin berkorban dalam hal mengelola keuangan. Jadi, apakah salah satu alasan tersebut adalah diri Anda? Jika Ya, Anda butuh alasan yang kuat untuk berutang?

Artikel disadur dari “Dear Friend: Here Are 41 Reasons Why I’m NOT Lending You the Money”.

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.