Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Alasan Kenapa Klaim Asuransi Perjalanan Ditolak

by JTO on 25 November, 2014

Alih-alih mendapatkan perlindungan, pengajuan klaim asuransi perjalanan Anda malah ditolak. Inilah 5 alasan kenapa penolakan itu bisa terjadi.

Sebagai bentuk perlindungan, asuransi perjalanan memiliki banyak manfaat yang menciptakan perjalanan Anda dapat dilakukan tanpa khawatir. Dengan memiliki asuransi perjalanan, maka risiko-risiko yang bisa saja terjadi dalam perjalanan yang Anda lakukan akan mendapatkan penggantian atau jaminan. (Baca juga: 3 Fakta Mengapa Anda Wajib Punya Asuransi Perjalanan)

Namun, Anda pasti tidak mau, bila perjalanan yang dilakukan, apalagi tujuannya liburan, akhirnya rusak akibat risiko yang tidak diinginkan akhirnya terjadi. Kondisi terburuk juga terjadi, yaitu klaim yang Anda lakukan ditolak!

Seperti asuransi pada umumnya, segala syarat dan ketentuan sebuah asuransi ada pada polis. Nah, agar Anda lebih jelas mengapa penolakan klaim asuransi perjalanan itu terjadi, berikut adalah 5 alasan besar mengapa hal itu terjadi;

Dokumen Pendukung Tidak Lengkap

Maksudnya, saat Anda melakukan klaim asuransi, dokumen-dokumen pendukung seperti paspor, tiket, identitas lain yang mendukung asuransi tidak lengkap. Bila dokumen Anda hilang atau tercuri, asuransi perjalanan menanggung hal itu.

Untuk hal ini, yang Anda lakukan adalah dengan langsung membuat surat pendukung kehilangan dengan menghubungi otoritas lokal setempat, petugas bandara, atau kepolisian. Dengan begitu, maka dokumen Anda yang hilang itu pun bisa digantikan.

Data Perjalanan Tidak Sama

Disini maksudnya adalah identitas perjalanan yang ada tidak sesuai dengan identitas pribadi Anda. Hal ini dimungkinkan apabila pendaftaran asuransi perjalanan dilakukan atas nama orang lain, namun yang melakukan perjalanan malah Anda. Karena itu, sebelum klaim, pastikan bila dokumen yang Anda miliki dan dokumen perjalanan Anda sesuai.

Tujuan Perjalanan Tidak Sesuai

Hal ini bisa saja terjadi apabila ternyata Anda berpindah tujuan dalam perjalanan. Kemudian, daerah atau lokasi risiko yang Anda alami tidak sesuai dengan tujuan perjalanan yang ada dalam pendaftaran polis. Contohnya, Anda membeli polis asuransi perjalanan ke wilayah Asia. Namun, di tengah perjalanan ternyata Anda ke Eropa. Maka klaim yang Anda ajukan itu pun bisa ditolak. (Baca juga: Kurang dari 10 Dolar, Liburan Anda ke Luar Negeri Dilakukan Tanpa Khawatir)

Disinilah pentingnya untuk memastikan setiap tujuan yang Anda daftarkan untuk asuransi perjalanan sesuai. Dalam asuransi perjalanan, ada istilah perpanjangan atau perluasan pertanggungan, jadi, bila Anda ingin melakukan perluasan datas wilayah geografi, maka Anda wajib menyampaikan pemberitahuan tentang perubahan tersebut dan membayar premi tambahan.

Daerah Tujuan yang Dilarang

Sebagai informasi, ada beberapa daerah tujuan perjalanan yang dilarang dan tidak dapat dimasukkan dalam polis asuransi perjalanan. Biasanya adalah daerah-daerah atau negara yang di embargo, memiliki kondisi tertentu. Untuk mengetahui daerah apa saja yang dilarang, Anda dapat bertanya kepada penyedia asuransi Anda.

Kondisi Medis Sebelumnya

Kondisi ini menyangkut klaim perawatan kesehatan. Jadi, klaim yang dilakukan atas gangguan kesehatan tertentu Anda akan ditolak apabila ditemui bahwa kondisi yang sebelumnya Anda pernah diperiksa oleh dokter atau mendapat perawatan atau pengobatan dari dokter selama 1 tahun sebelum perjalanan dengan kondisi medis yang sama.

Jadi, misalnya Anda melakukan klaim untuk serangan Jantung. Apabila diketahui bahwa kondisi medis tersebut terjadi karena kondisi medis Anda sebelumnya, maka klaim Anda kemungkinan besar akan ditolak. Jadi, informasikan kondisi medis Anda sebenar-benarnya kepada penyedia layanan asuransi. Hal ini pun berlaku untuk penyakit-penyakit lainnya.

Selain 5 kondisi diatas, ada beberapa kondisi yang juga bisa menyebabkan klaim Anda ditolak; misalnya kondisi bencana alam, nuklir, perang, dan larangan pemerintah setempat. Begitu juga dengan risiko kecelakaan saat melakukan olahraga ekstrem, seperti bungee jumping, ski, dan lain-lain.

Harus di ingat, pastikan bila terjadi hal-hal yang tidak diiginkan, hal yang harus Anda lakukan adalah segera melapor pihak asuransi. Kemudian, setelah melakukan perjalanan, segera datangi kantor perusahaan asuransi dan ikuti prosedur pengajuan klaim: mengisi formulir klaim dilengkapi dokumen penting yang mendukung proses klaim.

Bila Anda harus melakukan perawatan medis di negara tujuan perjalanan Anda, biasanya agen asuransi perjalanan memiliki kebijakan masing-masing. Ada yang mendapatkan bantuan langsung hingga Anda tidak perlu melakukan klaim sepulang dari luar negeri. Ada pula yang menggunakan sistem reimbursement.

Widget TRV Insurance

 

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami