Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

5 Alasan Penyebab Biaya Mudik Jadi Membengkak

by lhmdi on 17 Juni, 2016

mobil murah_kredit mobil - CekAja.com

Pengeluaran terbesar saat bulan Ramadan adalah biaya mudik. Apalagi jika persiapan mudik tidak dilakukan jauh-jauh hari, biaya biasanya akan membengkak.

Penyebabnya pun beragam. Mulai dari keterlambatan memesan tiket mudik hingga penggunaan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi. Apalagi banyak masyarakat yang menganggap mudik menggunakan kendaraan pribadi lebih hemat dan tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak. Ternyata anggapan itu adalah salah!

Nah! kenapa biaya mudik menjadi lebih mahal dari perkiraan sebelumnya? Kali ini CekAja punya beberapa hal umum yang sering menjadikan biaya ini membengkak.

  1. Tidak menyiapkan anggaran

Sebagian masyarakat masih sering lalai dalam menyiapkan anggaran. Misalnya jika seorang pemudik menggunakan transportasi udara atau pesawat sebagai transportasi mudik, namun tidak menyiapkannya dari jauh-jauh hari.

Misalnya untuk pembelian tiket. Jika kamu ingin mudik dengan pesawat, usahakan untuk memesan tiketnya dari jauh-jauh hari. Jika dibeli satu bulan menjelang lebaran, harga tiketnya pun akan relatif mahal. Tentu saja ini menjadi kendala tersendiri dalam mengeluarkan uang untuk mudik.

  1. Tidak mengikuti program mudik gratis

Mulai dari pemerintah, hingga perusahaan swasta saat ini mulai gencar menjalankan program mudik gratis bagi masyarakat. Mulai dari menggunakan bus hingga naik kereta api. Hanya saja, masyarakat jarang sekali mengambil keuntungan dari program ini dan memilih mudik menggunakan kendaraan pribadi yang justru membuat biaya semakin besar

  1. Awas kemacetan panjang!

Terkait dengan poin nomor dua, mudik dengan kendaraan pribadi akan membuat biaya semakin membengkak. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, jalur mudik selalu sesak dengan kendaraan, sehingga membuat kemacetan panjang yang menular.

Mulai dari jalur Utara, hingga Selatan biasanya akan ramai dengan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Kemacetan panjang ini tentu saja akan membuat biaya mudik akan lebih banyak. Mulai dari bensin hingga biaya makan yang pastinya akan sangat membengkak.

Selain itu energi yang dihabiskan pun lebih banyak di jalan, ketimbang mengendarai kendaraan menuju tempat mudik.

  1. Biaya perawan kendaraan membengkak

Jika sudah terjebak macet, maka kendaraan butuh perawatan yang ekstra setelahnya. Sayangnya, hal ni masih kurang disadari masyarakat. Saat berada dalam kondisi terjebak macet, bukan tidak mungkin performa mesin kendaraan mengalami penurunan.

Pemilik pun harus mengeluarkan uang untuk memulihkan kondisi kendaraan. Mulai dari ganti oli, minyak rem, hingga pemeriksaan ban dan mesin tentunya akan mengeluarkan uang yang banyak.

  1. Belanja dan oleh-oleh

Jika sudah terjebak macet, masyarakat biasanya akan memilih untuk mencari rest area atau tempat istirahat untuk memulihkan energi untuk melanjutkan perjalanan. Ternyata hal ini justru akan membuat pengeluaran semakin banyak.

Mulai dari biaya untuk makan dan jajan akhirnya dikeluarkan, padahal biaya ini sebetulnya bukanlah hal penting. Hal ini ditambah lagi jika masyarakat justru membeli berbagai macam perlengkapan, makanan dan aksesoris sebagai bentuk buah tangan atau oleh-oleh kepada keluarga di kampung.

Untuk oleh-oleh misalnya bahkan lebih besar, karena masyarakat akan menghitungnya per kerabat. Semakin banyak kerabat di kampung, akan semakin banyak pula uang yang dikeluarkan.

Oleh karena itu, agar biaya mudik kamu tahun ini, hindari berbagai macam pengeluaran yang tidak diperlukan, dan mulailah mencari tiket pulang mudik dari jauh hari agar biayanya tidak terlalu besar dan menguras isi dompet kamu.

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.