Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

5 Cara Atur Keuangan Setelah Menikah

by JTO on 22 Mei, 2015

persiapan biaya pernikahan - CekAja.com

“Di kala susah atau senang… hingga maut memisahkan…”. Itulah janji yang biasa diucapkan pasangan yang sedang menikah. Baik atau buruk, miskin atau kaya, melalui janji tersebut sebuah pasangan berkomitmen menjalani segalanya bersama.

Nyatanya, lagi-lagi harus kami singgung kembali, tidak jarang sebuah pasangan terpaksa memutuskan hubungannya alias bercerai karena perselisihan yang dipicu masalah keuangan. Terbukti dengan banyaknya hasil survei yang menempatkan masalah keuangan memiliki rating tertinggi pada penyebab retaknya sebuah hubungan.

Penyebabnya satu, pasangan yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya akibat memiliki perencanaan finansial dengan buruk dan akhirnya sering bertengkar karena masalah uang. Beberapa pasangan bahkan sampai berbohong satu dengan lainnya terkait pengeluaran uang. Karena tidak ingin didebat atau bertengkar karena diketahui kegiatan belanja yang dilakukannya, terpaksa salah satu pasangan melakukan tindakan selingkuh uang.

Dengan berbagai alasan, walau telah menikah beberapa pasangan banyak yang masih mengelola uangnya sendiri-sendiri. Sang suami hanya memberi jatah uang tetap setiap bulan kepada sang istri, tanpa harus tahu berapa penghasilan masing-masing.

“Biasanya sebuah pasangan memiliki uang rahasia karena mereka memiliki hobi yang tergolong konsumtif. Biasanya ketika membahas masalah hobi, orang menjadi tidak rasional. Karena tidak ingin memicu perdebatan, mereka akhirnya diam-diam,” ucap Ibnu Hajar Ulinuha, perencana keuangan independen dan juga pendiri DompetSehat.com.

“Padahal, agar tidak timbul masalah, sebaiknya suami istri membuat satu rekening bersama, yang isinya adalah untuk seluruh pengeluaran yang bersifat kewajiban rumah tangga …. Mau tidak mau akhirnya suami istri akan terbuka tentang keuangan ketika membahas masalah pengaturan bujet bersama-sama.”

Bagi Anda yang baru ingin menikah atau telah menikah dan belum memiliki perencanaan keuangan, berikut adalah beberapa tips dan langkah yang bisa dilakukan. Hingga, nantinya Anda dan pasangan akan dapat memiliki kebiasaan keuangan yang sehat.

  1. Mulai bicara tentang finansial

Tindakan ini lebih baik dilakukan sebelum Anda menikah. Namun jika Anda sudah menikah dan belum melakukannya, lakukan segera. Bahas semua rekening dan utang yang dimiliki masing-masing. Intinya, semua pihak harus terbuka tentang pengeluaran keuangan yang dilakukan.

  1. Sepakati batas pengeluaran

Masing-masing pihak miliki kebutuhan pribadi. Namun, saat berbicara dan membahas pengaturan finansial, cobalah sepakati tentang batas minimum pengeluaran. Maksudnya adalah batas minimum pengeluaran di mana harus ada keterbukaan. Misal, apakah perlu keterbukaan atau memberitahu satu sama lain bila ada pengeluaran yang dilakukan lebih dari Rp100 ribu. Pastikan masing-masing pihak mengerti tentang pengelolaan keuangan bersama.

  1. Tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang

Setelah menetapkan dasar dari status finansial masing-masing, tetapkan tujuan keuangan mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang. Tujuan jangka pendek adalah persiapan finansial untuk kelahiran sang buah hati. Jangka menengah adalah rencana miliki rumah atau mobil.

Tujuan jangka panjang misalnya rencana pensiun muda atau memulai bisnis? Anda bisa saja berpikir, tujuan jangka panjang ini masih memiliki waktu yang lama untuk mewujudkannya. Namun, bila tujuannya adalah berbisnis, akan lebih baik darimana sumber modal yang bisa didapatkan, bagaimana cara mewujudkannya, dan persiapan lainnya, semua wajib dibicarakan sejak dini. Catat semua tujuan Anda dan pastikan untuk melakukan review secara berkala.

  1. Buka rekening bersama

Walau masih ada pro dan kontra tentang masalah membuka rekening bersama. Namun, membuka rekening bersama dan menggabungkan pendapatan bersama pasangan dalam satu rekening, apalagi sudah menikah, dianggap tindakan efektif untuk menanamkan kepercayaan finansial dalam sebuah hubungan.

Anda memang bebas memilihnya. Karena hingga kini tidak jarang sebuah pasangan yang telah menikah masih memiliki rekening masing-masing. Ada pula yang menambahkannya dengan memiliki rekening khusus untuk pengeluaran bulanan. Semua bisa dipilih dan dimodifikasi. Intinya, diskusikan hal ini dengan pasangan untuk memastikan Anda berdua nyaman dengan apa pun yang diputuskan.

  1. Siapkan dana darurat dan perlindungan

Jika Anda belum memliliki dana darurat, pertimbangkan tindakan ini jadi prioritas utama. Risiko bisa datang kapan saja. Mulai dari sakit, anggota keluarga terkena musibah, bencana alam, kehilangan pekerjaan, perbaikan rumah, hingga urusan mendadak lainnya. Dalam artikel yang pernah ditulis oleh CekAja, dana darurat ini harus sejumlah 6 kali pengeluaran Anda setiap bulan.

Selain itu, agar tidak memiliki kekhawatiran biaya saat alami risiko sakit, wajib hukumnya Anda dan pasangan juga memiliki perencanaan finansial untuk asuransi. Pilih perlindungan asuransi yang tepat bagi Anda dan pasangan, di mana produk yang dimiliki dapat mengalihkan biaya untuk segala risiko yang terjadi.

 

Dapatkan perlindungan asuransi yang tepat untuk Anda dan pasangan di sini.

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.