Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

5 Cara Cepat Kumpulin Dana Darurat Mulai dari Rp0

by Anes Saputra on 10 Maret, 2020

Punya dana darurat sebenarnya merupakan sesuatu yang bisa dibilang wajib dimiliki. Sayangnya, tidak semua orang bisa memiliki dana darurat.

Alasan paling umum kenapa orang tidak bisa memiliki dana darurat meski sudah berpenghasilan adalah karena tidak memiliki uang yang cukup untuk disisihkan sebagai dana darurat. Pemasukan selalu saja pas atau bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan masa kini.

Apakah kamu juga memiliki masalah seperti itu? Selalu kesulitan mengalokasikan sebagian dari pendapatan untuk dana darurat. Kamu menyerah dan memilih untuk tidak menyiapkan dana darurat sama sekali.

Padahal, kamu tidak boleh pasrah dan menyerah begitu saja. Masih sangat mungkin kamu menyiapkan dana darurat mulai dari sekarang.

Inilah beberapa cara yang bisa kamu ambil untuk mulai menyiapkan dana darurat dengan pemasukan yang pas-pasan. Jangan sampai kamu menyesal di belakang karena tidak mulai menyiapkan dana darurat dari sekarang.

  1. Menjual barang

Kalau pemasukan kamu bulan ini sangat pas untuk memenuhi kebutuhan, kita mulai menyiapkan dana darurat dengan barang yang kamu miliki saja. Ya, coba dipilih-pilih lagi barang-barang mana yang tidak kamu butuhkan dan bisa dijual.

Kalau kamu bingung harus menjual barang yang mana, ada triknya. Bayangin kamu sedang dalam kondisi darurat dan sangat membutuhkan uang, kira-kira mana yang akan kamu jual. 

Kenapa harus dijual sekarang? Kemungkinan besar kamu akan mendapatkan harga yang lebih baik karena tidak terlalu terburu-buru. Jika kamu menjualnya nanti saat sudah mendesak, harganya mungkin akan lebih murah.

(Baca juga: Cara Pinjam Dana Cepat Lewat Cairin.id yang Aman dan Terdaftar OJK)

Untuk membuat kamu lebih disiplin dan berkomitmen dalam memulai dana darurat, kamu bisa membuat target dengan minimal berhasil menjual satu sampai dua barang per minggu. Ingat hasil penjualan harus masuk ke tabungan dana darurat loh.

  1. Jangan malu menawar

Tekan pengeluaranmu dengan tidak malu untuk melakukan negosiasi alias menawar setiap kali membeli barang. Memang tidak semua bisa ditawar, tapi ketika ada kesempatan harus dilakukan.

Kamu tidak harus mendapatkan keringanan yang banyak, dapat diskon beberapa ribu saja sudah lumayan. Jumlah yang sedikit itu lama-lama akan berpengaruh terhadap pertumbuhan jumlah dana darurat kamu.

Beberapa layanan yang bisa kamu ajak negosiasi adalah layanan internet dan TV kabel, layanan telepon, biaya sewa rumah atau tempat tinggal, dan lain sebagainya. Untuk perusahaan internet atau sejenisnya, biasanya mereka akan memiliki beberapa paket yang lebih murah untuk pelanggan.

Untuk urusan biaya sewa, kamu harus jago menemukan win-win solution supaya bisa menekan biaya sewa tapi tidak merugikan pemiliki properti.

  1. Melakukan ‘spending ban’

Jika kamu sangat membutuhkan dana darurat dalam waktu dekat ini, cara paling cepat dan efektif adalah dengan melakukan spending ban. Itu adalah cara di mana kamu tidak akan menggunakan uang untuk hal-hal di luar kebutuhan yang paling pokok.

Kamu bisa melakukan ini selama satu minggu, satu bulan, atau bahkan satu tahun. Itu semua tergantung dengan kebutuhan kamu akan dana darurat.

Melakukan hal ini akan memberimu keleluasaan untuk menggunakan uang yang ada sebagai dana darurat tanpa harus mengabaikan pengeluaran paling mendasar. Kamu hanya harus menekan pengeluaran untuk hal yang tidak terlalu darurat.

Masih bingung cara melakukannya? Di awal bulan kamu harus sudah memutuskan kebutuhan paling dasar yang tidak boleh diabaikan. Misalnya saja biaya sewa tempat tinggal, listrik, makan, cicilan, dan biaya kesehatan.

Kamu tidak boleh mengeluarkan uang untuk biaya lain selain yang sudah disebutkan. Jangan sampai kamu melanggar komitmenmu sendiri apalagi kamu masih memberikan sedikit kebebasan untuk menggunakan uang di luar kebutuhan pokok.

Awalnya mungkin akan terasa sangat berat dan ingin menyerah tapi di akhir bulan kamu akan merasa lebih lega dan puas. Kamu akan memiliki uang yang cukup untuk masuk ke dana darurat sehingga kamu merasa lebih tenang.

  1. Menyembunyikan uang dari diri sendiri

Teorinya adalah kamu akan menghabiskan lebih sedikit uang jika kamu tidak tahu bahwa kamu memiliki uang atau tidak tahu dimana uangnya. Ini sama seperti kamu tidak akan terlalu ngebet makan es krim kalau kamu tidak tahu di mana ada penjual es krim.

Lalu gimana ya cara untuk menyembunyikan uang dari diri sendiri? Apakah bisa? Tentu bisa dengan cara perhitungan yang kreatif. Kamu bisa mengambil beberapa ratus ribu untuk dimasukkan ke akun giro.

(Baca juga: Hal Buruk yang Bisa Terjadi Jika Tidak Punya Dana Darurat)

‘Tabungan hantu’ itu akan membuat kamu merasa lebih miskin dari yang seharusnya. Misal saja kamu merasa hanya memiliki uang Rp 1 juta padahal sebenarnya kamu memiliki Rp 1,5 juta.

Dalam jangka waktu tertentu, kamu bisa memasukkan uang di tabungan tak terlihat itu ke dana darurat. Metode ini mungkin tidak bisa dilakukan beberapa tipe orang tapi jika kamu belum pernah mencobanya, mengapa tidak dicoba sekarang?

  1. Melakukan pekerjaan tambahan

Cara ini cukup populer. Orang memilih untuk melakukan pekerjaan tambahan misalnya jadi freelancer atau part-timer untuk menambah penghasilan.

Semua penghasilan itu tidak akan digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari melainkan langsung masuk ke dana darurat. Cara ini cocok dipilih karena saat ini banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan dengan jam kerja fleksibel dan boleh dilakukan di rumah.

Semua cara yang sudah disebutkan di atas bisa berhasil membantu kamu menyiapkan dana darurat dalam waktu cepat asalkan kamu disiplin dan mau berkomitmen. Jika kamu memberi sedikit kelonggaran saja pada diri sendiri, semua rencana bisa kacau. 

Dapatkan beragam tips pengelolaan uang yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, lewat CekAja.com.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke