Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Cara Efektif Mengalihkan Anak dari Kecanduan Gadget

by Sindhi Aderianti on 29 Agustus, 2019

Paparan gadget kini seolah tak bisa dihindari. Semua orang menggilainya, termasuk anak-anak dan bahkan balita. Gadget yang dimaksud di sini bukan sekedar handphone saja, tapi barang elektronik yang memiliki layar seperti halnya televisi. Bila anak sudah kecanduan gadget, bagaimana menghentikannya?

anak kecanduan gadget

Gadget sering kali jadi senjata ampuh para orang tua untuk membuat anak tenang sekaligus betah di rumah. Cara ini tentunya kurang tepat, mengingat dampak buruk dari terlalu sering bermain gadget yang sangatlah banyak. Mulai dari mata minus, tantrum atau ledakan emosi berlebih, hingga risiko terlambat bicara.

Anak-anak seyogyanya aktif bergerak, menjelajahi lingkungan, berinteraksi dengan teman seumuran, bukan sibuk dengan gadget. Membiarkan anak bermain gadget tanpa aturan, bisa membuat anak jadi kecanduan. Kalau sudah begitu, orang tua pun sulit untuk menghentikannya. Anak akan menolak, marah, dan mengamuk.

Di sini, CekAja bakal merangkum cara-cara mengalihkan anak dari gadget yang sudah menjadi candunya setiap hari. Namun sebelum itu, pastikan sabar dan jangan menyerah sampai berhasil ya!

1. Tidak bermain gadget di depan anak

Ingin mengurangi screen time anak? Awali dengan memberinya contoh yang baik. Kebiasaan anak termasuk main gadget, amat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Bila sebagai orang tua kita terlihat sering memegang handphone, anak otomatis mengikuti kebiasaanmu ini. Atur waktu untuk diri sendiri dalam menggunakan gadget secara bijak. Saat bersama anak, usahakan untuk tidak bermain gadget di depannya. Jangan sampai membatasi anak bermain gadget, tapi kitanya masih jadi ‘generasi nunduk’ karena sibuk ngutak-atik gadget tanpa henti.

(Baca juga: Cegah Mata Minus Pada Anak-anak: Batasi Penggunaan Gadget Salah Satunya!)
2. Disiplin batasi penggunaan gadget

Kita mungkin tidak bisa memusnahkan begitu saja gadget dari kehidupan.  Alternatifnya, cukup batasi penggunaan gadget dengan lebih disiplin. Aturan screen time dalam penelitian baru yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), yakni anak baru boleh menatap layar gadget pada usia 2 tahun. Itupun harus semaksimalnya dua jam dalam sehari. Jadi untuk bayi di bawah usia 24 bulan, sebisa mungkin hindari gadget sama sekali.

Bila terpaksa diperkenalkan dengan gadget pada usia 18-24 bulan, pilih media digital yang memiliki program yang berkualitas dan sesuai usia. Dampingi anak saat menggunakan gadget. Bantu mereka untuk memahami konten yang dilihat. Lalu untuk membatasinya lagi, hindari meletakkan gadget sembarangan karena anak bisa mengambil dan memainkannya kapan saja.

3. Kurangi frekuensi main gadget secara bertahap

Memisahkan anak dari gadget secara tiba-tiba, hanya akan membuatnya berontak dan marah besar. Cara yang tepat adalah mengurangi frekuensi main gadget pelan-pelan. Tahapannya begini, pertama kurangi dari yang biasanya 6 jam sehari, ubah menjadi 5 jam sehari. Di minggu berikutnya. kurangi lagi menjadi 4 jam seminggu, dan seterusnya hingga berhasil mengurangi frekuensi bermain gadget jadi maksimal 2 jam/hari. Jangan sungkan untuk memberikan reward berupa pujian dan hadiah saat anak berhasil mengurangi frekeuensi bermain gadget-nya tersebut.

4. Perbanyak aktivitas di luar rumah

Cara ini lumayan efektif untuk mengurangi candu anak terhadap gadget. Boleh jadi anak bermain gadget  karena tidak ada aktivitas menyenangkan di luar rumah. Maka itu, isilah hari-harinya dengan berbagai kegiatan yang ia sukai. Semisal berenang, les musik, balet, atau biarkan anak main bersama teman-teman sebayanya. Lama kelamaan, ia pun lupa dengan gadget karena waktunya terkikis habis dengan aktivitas tersebut.

Sedangkan jika anak masih tergolong bayi di bawah satu tahun, hindari menjadikan gadget sebagai penawar rewelnya. Perbanyak aktivitas di lantai dengan mainan-mainan yang merangsang motorik bayi. Apabila ia belum bisa luwes bergerak, latih bayi untuk tengkurap dan terlentang sepanjang hari agar otot leher, dada, dan lengannya semakin kuat.

(Baca juga: Cara Menjaga Mata Tetap Sehat Meski Seharian Mantengin Gadget)
5. Coba bersikap lebih tegas

Kecanduan gadget tak jarang membuat anak sampai tantrum. Tantrum adalah kondisi emosi anak yang meledak-ledak. Nangis dan teriak jadi senjata bagi mereka agar keinginannya itu dipenuhi. Jangankan dilepas dari gadget, koneksi internet mati pun bikin mereka uring-uringan. Tak sedikit orangtua yang menyerah karena hal tersebut. Padahal seharusnya, kita harus bersikap lebih tegas. Jangan sampai iba dengan rengekan anak yang ingin terus bermain gadget. Alihkan pada beberapa pilihan aktivitas di luar rumah tadi.

Jika langkah-langkah di atas tidak memberikan efek yang maksimal, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter tumbuh kembang anak. Mengapa harus dokter tumbuh kembang anak? Bedanya dokter sub-spesialis tersebut dengan DSA (Dokter Spesialis Anak) biasa, mereka lebih turut menangani seluruh aspek tumbuh kembang anak dari A sampai Z. Bahkan interaksi dan hubungan dengan lingkungan pun turut diamati, termasuk permasalahan gadget addict ini.

Miliki asuransi kesehatan untuk meng-cover semua kebutuhan keluarga, terutama anak saat membutuhkan penanganan medis tertentu. Dengan begitu bukan hanya fasilitas kesehatan saja yang terjamin penuh, tapi cash-flow bulananmu pun aman. Bandingkan, pilih, dan beli asuransi dengan lebih mudah hanya melalui CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.