Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

5 Cara Pulihkan Keuangan Pasca Lebaran, Cek Yuk!

by Tisyrin N. T on 10 Juni, 2019

Libur Lebaran telah usai. Masalah yang biasanya muncul pasca libur Lebaran adalah dompet yang terkuras karena pengeluaran yang membludak. Tunjangan Hari Raya (THR) seakan hanya numpang lewat. THR habis dipakai untuk membeli keperluan Lebaran, mudik, hingga bagi-bagi amplop. Bagaimana cara memulihkan keuangan pasca Lebaran?

Asisten Keuangan Pribadi_IPOTPAY_CEKAJA

Idul Fitri pada dasarnya memiliki arti kembalinya kita kepada keadaan suci/bersih, atau bebas dari segala dosa dan noda sehingga berada dalam kesucian (fitrah) alias dosanya nol. Namun, seharusnya setelah lebaran yang nol itu dosa, bukan isi dompet atau saldo tabungan.

Apabila kita melakukan persiapan yang berlebihan untuk menyambut Lebaran, tentu saja akan menguras kantong. Lupa bahwa masih ada kehidupan setelah Lebaran. Padahal, puasa di bulan Ramadan sejatinya mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, bukan justru sebaliknya.

Seperti dilansir situs sikapiuangmu.ojk.go.id, sejak bulan Ramadan atau bahkan sebelumnya, seharusnya kita sudah memperhitungkan pengeluaran agar tetap bisa “hidup” sampai gaji berikutnya. Tetaplah berusaha tenang dan lakukan ekstra perbaikan untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan, ini caranya:

Periksa kondisi keuangan

Lakukanlah evaluasi dan pencatatan pengeluaran sebelum dan selama Lebaran untuk mengetahui penyebab pengeluaran menjadi berlebihan. Kalau kita memakai dana darurat, lakukan juga evaluasi pada pos ini berapa besar dana yang terpakai. Kemudian, ganti dana darurat yang terpakai tersebut.

Hasil evaluasi ini juga bisa menjadi acuan untuk momen Lebaran tahun berikutnya agar tidak mengganggu kondisi keuangan setelah Lebaran.

(Baca juga: 6 Profesi di Indonesia yang Jarang Mudik Lebaran)
Lunasi utang konsumtif

Jika kita sempat memakai kartu kredit atau cicilan lainnya untuk persiapan Lebaran, ingatlah untuk membayar tagihan utang tersebut. Jangan menunda untuk melakukan pembayaran. Karena jika kita menunda membayar utang konsumtif, akan menjadi beban kita di bulan-bulan berikutnya.

Jadi, bayarlah utang sesuai dengan kemampuan dan lakukanlah dengan konsisten untuk membantu pemulihan kondisi finansial setelah Lebaran.

Menabung dan susun anggaran kembali

Masa liburan akan segera usai, sekarang saatnya kembali pada kenyataan keuangan saat ini. Mulailah mengisi kembali tabungan. Agar terhindar dari godaan untuk menghabiskan uang, sebaiknya sisihkan dana tabungan terlebih dahulu dan tidak menunggu sisa pengeluaran untuk ditabung. Susun kembali anggaran untuk bulan berikutnya, jangan mengulangi kesalahan yang sama.

Buat prioritas kebutuhan utama

Penuhi kebutuhan-kebutuhan utama terlebih dahulu. Dana-dana yang akan digunakan untuk pos yang kurang penting bisa dialihkan dulu sepenuhnya ke hal-hal yang lebih utama. Untuk beberapa bulan kedepan sampai kondisi keuangan pulih, hindari belanja barang yang tidak diperlukan dan nongkrong yang gak bermanfaat.

Kembali bekerja, mengumpulkan uang, perketat anggaran belanja, dan berhematlah. Tanamkan dalam pikiran bahwa kondisi keuangan kita saat ini sedang dipulihkan.

(Baca juga: 5 Manfaat Zakat yang Perlu Kamu Tahu, Apa Saja?)
Siapkan pos pengeluaran jangka panjang

Walaupun sedang berusaha memulihkan keuangan setelah Lebaran, jangan lupa untuk menyiapkan dana untuk pengeluaran jangka panjang. Dana yang sudah disiapkan ini dapat membantu kesiapan finansial di masa depan.

Kita perlu bersikap disiplin, tetap konsisten, dan bersabar sementara waktu untuk melalui masa pemulihan keuangan pasca Lebaran.

Bagaimana? Siap memulihkan kondisi keuangan? Cek juga toko finansial CekAja.com untuk mendapatkan panduan finansial ya!

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.