Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Cara Setop Belanja Mubazir Bahan Makanan

by Miftahul Khoer on 10 Juli, 2019

Kebiasaan belanja stok makanan secara berlebihan seringkali membuat pengeluaran bulanan menjadi boros. Tak hanya boros, makanan yang dibeli secara berlebihan bisa membuat kamu menjalankan pola belanja mubazir karena selalu berakhir mendarat ke tong sampah.

belanja bulanan hemat _ kartu kredit - CekAja.com

Maka wajar jika Indonesia pernah mendapat predikat salah satu negara produsen sampah makanan tertinggi di dunia berdasarkan studi dari The Economist Intelligence Unit pada 2016.

Ya, memang cukup ironis. Di satu sisi kita kerap mendengar informasi bahwa masih banyak orang yang kelaparan akibat kekurangan makanan. Di sisi lain justru di antara kita masih banyak yang menyia-nyiakan makanan.

Oleh karena itu, CekAja merangkum beberapa tips mengelola belanja makanan agar tidak boros. Diharapkan dengan mengikuti tips ini, kamu bisa menekan produksi sampah rumah dari bahan makanan yang tidak terpakai. Yuk cek aja langsung!

  1. Bikin daftar belanjaan yang diperlukan

Belanja kebutuhan pokok terutama makanan biasanya dilakukan secara mingguan. Namun tak jarang ketika belanja kita seringkali tidak mencatat terlebih dahulu apa saja kebutuhan stok makanan untuk dikonsumsi dalam sepekan ke depan.

Begitu juga dengan belanja harian. Seringkali kita belanja makanan berat atau camilan tidak terkontrol secara baik. Ujung-ujungnya kita sering kelewat batas beli makanan yang banyak, tanpa sadar siapa yang akan menghabiskannya.

(Baca juga: Perangi Latte Factor yang Bikin Misqueen dengan Rajin Cek Saldo BCA)

Untuk itu, ketika belanja makanan harian atau mingguan, ada baiknya kamu bikin daftar atau paling tidak catat apa saja stok makanan yang perlu dibeli untuk satu hari dan sepekan ke depan.

Pastikan daftar belanjaan yang akan dikonsumsi benar-benar disukai sehingga gak ada kamusnya kamu membuangnya ke tong sampah. Cara ini tentu saja akan menekan pola belanja mubazir dan meminimalisir produksi sampah makanan.

  1. Pilih makanan beku

Dalam hal tertentu, mengkonsumsi makanan segar memang lebih baik. Tetapi kalau dilihat dari kacamata penghematan, membeli makanan beku akan lebih baik jika memang untuk dikonsumsi dalam waktu yang cukup lama.

Penjelasan sederhananya, makanan segar harus benar-benar dihabiskan sebelum menjadi basi atau busuk. Sementara makanan beku bisa dijadikan stok karena bisa dimasak dan dikonsumsi kapan saja.

Keuntungan membeli makanan beku lainnya adalah kamu gak perlu repot-repot belanja lagi karena tinggal ambil di freezer rumahmu.

  1. Perhatikan tanggal kedaluwarsa

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat belanja makanan di swalayan atau minimarket adalah gak teliti melihat tanggal kedaluarsa. Padahal tanggal kedaluwarsa makanan atau minuman sangat penting bagi manusia untuk mengetahui kapan makanan sebaiknya dikonsumsi.

Lalai dalam memperhatikan tanggal kedaluwarsa saat belanja makanan bakal berdampak pada pemborosan dan produksi sampah makanan.

Sebagai contoh, kamu membeli roti dan setelah sampai di rumah baru sadar bahwa tanggal kedaluwarsanya tinggal sehari lagi. Mending jika roti dihabiskan hari itu juga. Terkadang banyak orang yang lebih memilih membiarkan roti berjamur dan dibuang ke tong sampah. Lihat, gimana ruginya menjalankan pola belanja mubazir bukan?

  1. Optimalkan freezer

Kehadiran teknologi freezer memang sangat menguntungkan dan memudahkan terutama untuk urusan penyimpanan makanan.

Bagaimana tidak, jika kamu doyan makan ayam goreng, kamu gak perlu beli setiap hari. Kamu hanya cukup beli ayam mentah dan memasukannya ke freezer. Setelah itu kamu ambil ayam secukupnya untuk dimasak dan dimakan.

Selain ayam, ada banyak makanan yang bisa dibekukan di freezer sehingga kita bisa sangat menghemat pengeluaran dan menekan produksi sampah makanan. Namun, ada juga beberapa makanan yang sebaiknya tidak dimasukan ke freezer antara lain susu, sayuran, gorengan hingga telur. Ada beberapa alasan kesehatan yang melarang jenis-jenis makanan tersebut untuk tidak disimpan di freezer.

  1. Habiskan makanan yang ada

Sebelum pergi belanja stok makanan ke supermarkat, swalayan atau pasar tradisional, pastikan terlebih dahulu sudah menghabiskan stok makanan yang ada di dapur. Dengan begitu, kamu akan mengetahui apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan apa saja yang seharusnya tidak dibeli.

Untuk urusan ini, biasanya yang harus dicek adalah bumbu dapur dan persediaan lain seperti kecap, saus hingga sambal.

(Baca juga: 10 Cara Anti Bangkrut dalam Persiapan Pernikahan)

Selain itu, untuk menghindari kebiasaan boros belanja dan produksi sampah makanan, kamu juga sebaiknya mengkonsumsi apa yang ada di rumah terlebih dahulu. Misalnya, jika stok mie goreng atau instan masih tersedia, sebaiknya habiskan terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa belanja makanan lain untuk kebutuhan sehari-hari berikutnya.

Pastikan tidak ada makanan tersisa setiap kamu mengkonsumsi makanan apapun. Dan pastikan juga tak ada sampah makanan yang menumpuk di tong sampah. Karena di luaran sana, masih banyak orang yang kelaparan. So, jangan sia-siakan makanan kamu.

Biar belanja bulanan kamu semakin hemat, tidak ada salahnya memanfaatkan promo kartu kredit yang bekerjasama dengan supermarket dan swalayan. Lumayan kan dapat potongan harga 10 sampai 20%.

Kalau mau tahu kartu kredit apa saja yang rajin memberikan diskon belanja di supermarket dan swalayan, cek aja langsung di CekAja.com. Langsung mengajukan aplikasi lewat situ secara online juga bisa. Buruan!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.