Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

5 Cara Susun Anggaran untuk Rayakan Natal dan Tahun Baru

by JTO on 21 Desember, 2014

Dapat bonus akhir tahun, atau bahkan sekaligus tunjangan hari raya Natal bagi Anda yang merayakannya. Agar tidak terbuang percuma, bagaimana cara mengelola pendapatan ini? Berikut adalah tipsnya.

Bila digabungkan, dua pendapatan tersebut memang cukup dan dapat membuat rencana akhir tahun Anda lebih sempurna. Namun masih banyak orang yang tidak bisa mengelola pendapatan ini dan malah menghabiskannya.

Padahal bila dikelola dengan baik maka Anda akan mendapatkan keuntungan yang tidak hanya sesaat. Berikut adalah catatan yang dapat Anda gunakan:

Ingat! Ini Penghasilan Non Rutin

Bonus tahunan dan tunjangan hari raya bukanlah penghasilan rutin seperti gaji yang Anda terima setiap bulan. Jadi, penggunaannya pun bukan untuk pengeluaran yang bersifat rutin. Misalnya tagihan listrik, telepon, transportasi, makan, dan lainnya. (Baca juga: 6 Cara Hemat Belanja Natal)

Pisahkan!

Saat pendapatan ini diterima, segera pisahkan dengan uang yang Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari. Tujuannya, agar Anda tidak tergoda untuk langsung menggunakannya. Bila dimungkinkan lakukan transfer ke rekening yang berbeda.

Tetapkan Prioritas!

Setelah memisahkan ke rekening yang berbeda, langsung tetapkan tujuan atau daftar pengeluaran apa saja yang ingin dilakukan dengan pendapatan tersebut. Kuncinya, tetapkan prioritas dalam pengeluaran. Bagi Anda yang mendapatkan tunjangan hari raya Natal, maka prioritas utama yang dimiliki tentu saja adalah keperluan perayaan Natal. Yang terpenting, susun alokasi keperluan berdasarkan persentase yang dibutuhkan.

Idealnya, Anda dapat gunakan 60% pendapatan tersebut untuk keperluan perayaan Natal atau Tahun Baru, 15% untuk membayar utang atau dana darurat, 15% untuk investasi, 15% untuk ditabung, dan 5% untuk sedekah.

Bayar Utang!

Pembagian persentase tersebut bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Sebab, tunjangan hari raya dan bonus akhir tahun pun bisa digunakan untuk membayar utang yang Anda miliki. Sebab, utang adalah kewajiban yang tetap harus dibayar. Misalnya saja utang kartu kredit yang selama setahun kemarin masih menumpuk. (Baca juga: 4 Cara Sisihkan Gaji untuk Ditabung)

Apabila memiliki tujuan untuk mengalokasikan pendapatan Anda untuk bayar utang, gunakan 25%-30% pendapatan untuk tujuan ini. Korbankan keperluan dana darurat atau investasi. Karena apa yang Anda lakukan disini tujuannya adalah mengurangi beban utang yang nantinya Anda harus tanggung di tahun depan.

Komitmen dan Disiplin!

Taruhlah Anda telah melaksanakan 4 poin sebelumnya. Namun tanpa komitmen dan disiplin, implementasi perencanaan tersebut tidaklah akan berhasil. Sebelumnya Anda telah berusaha membayar utang, maka janganlah lagi menambah utang.

Bila Anda telah memisahkan ke rekening yang berbeda seperti yang dilakukan pada poin ke-2, maka usahakan pengeluaran yang nantinya dilakukan adalah tunai. Gunakan kartu debit, bukan kartu kredit.

Anda dapat menggunakan kartu kredit bila tujuannya adalah mendapatkan poin dan reward kartu kredit. Hal ini wajar, karena promo dan diskon kartu kredit banyak di tawarkan pada akhir tahun. Tapi ingat! Karena masing ingin mengikis dan menghindari utang, pastikan untuk membayar lunas sebelum tagihan kartu kredit Anda datang.

 

Tentang Penulis

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.