Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Destinasi Wisata di Banda Neira yang Indah dan Penuh Sejarah

by Teti Purwanti on 16 Juli, 2019

Bagi kamu yang belum tahu, Banda Naira atau Banda Neira adalah nama sebuah daerah di Kepulauan Banda, Maluku yang pernah disinggahi bangsa asing. Kala itu, Maluku merupakan penghasil rempah-rempah terbesar, seperti pala dan cengkih, yang paling dicari oleh negara-negara di Eropa. Yuk intip destinasi wisata di Banda Neira!

destinasi wisata Banda Neira

Saking tumbuh suburnya pala dan cengkih di sana, Maluku pernah punya julukan The Spice Island, serta diperebutkan baik oleh para saudagar pun juga penjajah dari Eropa.

Banda Neira juga pernah menjadi tujuan pengasingan beberapa Founding Father-nya Indonesia. Bung Hatta, Sutan Sjahrir, dan Dr Cipto Mangunkusumo pernah diasingkan di sana. Tempat pengasingan para pendiri bangsa itu dan juga benteng-benteng di sana yang menjadikan Banda Neira, pulau yang tak cuma indah tapi juga penuh sejarah.

Lantas apalagi pesona yang bisa didapatkan di Banda Neira? Berikut beberapa destinasi wisata di Banda Neira yang sayang untuk dilewatkan.

1.        Pulau Hatta

Sebagai salah satu pendiri bangsa, Bung Hatta acap kali diasingkan. Namun, hanya di Banda Neira namanya disematkan untuk menjadi nama sebuah pulau. Awalnya, pulau ini bernama Pulau Rosengain yang untuk mencapainya dibutuhkan waktu dua jam dari Pulau Banda.

Pulau ini memiliki pantai dengan pasir putih yang memikat dan ombak yang tidak terlalu besar, sehingga akan membuat siapapun yang ke sana nyaman bermain di pinggir pantai. Selain itu, pulau ini juga menjadi spot snorkeling oleh para wisatawan baik asing maupun lokal yang sudah sampai ke sana.

(Baca juga: Menjelajah 8 Objek Wisata di Daerah Calon Ibu Kota Baru Indonesia)
2.       Gunung Api Banda

Gunung Api Banda menjadi salah satu pemandangan yang paling mengasyikan yang bisa dilihat dari Banda Neira. Dari Banda Neira untuk sampai ke gunung api, pelancong biasa menggunakan sampan kecil. Gunung ini memang sering kali menjadi tujuan para pendaki, dengan ketinggian 650 mdpl.

Konon, kaldera di puncak gunung api Banda ini sangat bagus pemandangannya. Beberapa pendaki biasanya sengaja membawa air dan panci untuk merebus telur dan membuat kopi atau teh, dengan cara meletakan penganan tersebut di bagian pasir yang panas.

3.       Lava Flow

Gunung Api Banda pernah meletus pada 1988 yang membentuk spot snorkeling yang sangat menarik karena berwarna-warni. Apalagi saat Gunung Api Banda meletus, lava panas akibat letusan tersebut mengalir ke dasar laut arah utara dan menghancurkan terumbu karang yang berada di sekitar gunung api tersebut, tetapi pengaruh baiknya adalah justru pertumbuhan terumbu karangnya menjadi lebih cepat dengan ragam biota laut yang indah.

Lava Flow dari Gunung Api Banda saat ini telah ditutupi karang keras hingga 100 persen dengan kedalaman mencapai 27 meter. Karang-karang ini juga sangat dilindungi, sehingga para penyelam diharapkan sangat hati-hati agar tidak menginjak karang.

4.       Pulau Pisang

Selain spot snorkeling, Banda Neira juga menyediakan spot diving yang tidak kalah indah. Para penyelam bisa menyelam di Pulau Pisang atau Pulau Sjahrir, Kepulauan Banda. Kawasan menyelam ini juga dikenal dengan nama Tanjung Seram. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung bisa menggunakan perahu dari Pulau Naira dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

Kedalaman maksimum penyelaman di tempat ini yaitu 25 meter dengan kedalaman rata-rata 18 meter. Di kedalaman 5-18 meter pula dapat dijumpai jenis ikan dasar seperti Gobies, Moray, Eels, Scorpion, dan Blennies. Jenis spesies ikan dasar yang sering muncul yaitu Gobies.

(Baca juga: Wisata Pacitan? Yuk Datangi 5 Pantai Unik Ini!)

5.       Benteng Belgica

Seperti lokasi bekas jajahan lainnya, para penjajah acap kali membangun benteng, pun di Banda Neira. Benteng Belgica awalnya dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16. Kala VOC masuk, mereka membangun satu benteng lagi di lokasi yang sama.

Benteng yang dibangun untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan oleh VOC ini, berada tepat di pusat kota dan hanya dibuka sampai sore menjelang senja. Pengunjung bisa menjelajah masuk dan naik sampai ke atas benteng sambil menikmati keindahan kota dan laut Banda, serta matahari terbenam yang selalu terlihat indah.

Apakah kamu tertarik mengunjungi Banda Neira? Jangan lupakan asuransi perjalanan saat akan menjelajah ya! Ajukan di CekAja.com!

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Ibu penuh waktu. Penulis setengah waktu. Jurnalis di sisa waktu.