Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

5 Fakta Luka Modric, Si Peraih Ballon d’Or 2018

by Miftahul Khoer on 5 Desember, 2018

Penghargaan sepakbola Ballon d’Or 2018 jatuh kepada Luka Modric. Selain pemain timnas Kroasia, Modric juga merumput membela kesebelasan Real Madrid. Penghargaan yang diterima Modric sekaligus memutus dominasi gelar yang berturut-turut diperoleh oleh dua pemain sepakbola papan atas, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Luka Modric Ballon d'Or - CekAja

Ya, 2018 sepertinya tahun keberuntungan bagi Modric yang juga menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik 2018 versi Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA. Simak fakta-fakta tentang Luka Modric berikut ini.

Bersinar di timnas dan klub

Timnas Kroasia dan klub asal Spanyol, Real Madrid harus berterima karish kepada Modric yang telah membawa kedua kesebelasan bersinar di setiap kompetisi.

Bersama timnas Kroasia, Modric berhasil melanggeng ke babak final meski tim dipecundangi oleh Perancis dengan skor 4-2. Namun, paling tidak, Modric menjadi salah satu sosok sentral selama perhelatan Piala Dunia 2018 digelar.

Modric juga berkontribusi besar membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions setelah menggasak Liverpool di putaran final. Tak heran setelah membela Real Madrid dan timnas Kroasia, Modric meraih Golden Ball oleh FIFA.

Lincah di lapangan

Sepanjang 2018, Modric telah merumput sebanyak 56 pertandingan di antarana 41 laga membela Madrid dan 15 pertandingan membela timnas Kroasia. Jika dikalkulasikan secara hitungan waktu, Modric telah menghabiskan sebanyak 4.242 menit di lapangan hijau untuk membela Kroasia dan Madrid.

Pemain gelandang ini juga dikenal sebagai pengumpan profesional yang menghasilkan gol-gol ke gawang lawan. Tercatat, Modric telah memberikan 484 umpang, 624 menyentuh bola dan 56 recoveries ball sepanjang Piala Dunia 2018.

(Baca juga: Berbagai Mobil Mewah Para Bintang Sepak Bola, Cek di Sini!)
Dedikasikan Ballon d’Or untuk pemain lain

Ada pernyataan unik yang disampaikan Modric kepada BBC Sport usai mendapat trofi Ballon d’Or 2018. Ia mengatakan Ballon d’Or yang ia raih tersebut didedikasikan kepada para pemain hebat yang gagal menyabet Ballon d’Or karena terus didominasi Ronaldo dan Messi dalam 10 tahun terakhir.

Modric mengatakan ada beberapa pemain jempolan macam Xavi, Iniesta hingga Sneijder yang masuk dalam daftar calon penerima Ballon d’Or, namun ternyata mereka masih belum diberi kesempatan. Untuk itu, gelar yang ia raih tersebut didedikasikan kepada mereka.

Pernah jadi penggembala domba

Nama Kroasia memang jarang dielu-elukan dalam sejarah Piala Dunia. Namun, tahun 2018 merupakan sebuah pembuktian bahwa Kroasia merupakan negara yang patut diperhitungkan. Hal itu karena kehadiran Modric, seorang penggembala kambing yang menjelma menjadi ‘monster’ di lapangan hijau.

Modric kecil merupakan anak seorang miskin. Ia anak seorang tukang jahit yang rajin menggembala kambing. Di sela-sela asyik menggembala, Modric rajin memainkan bola. Itulah yang menjadi cikal bakal dan kecintaan Modric terhadap sepak bola.

Pernah mengenyam sekolah sepak bola, Modric akhirnya menjadi pemain sepak bola profesional. Ia tercatat pernah gabung dalam klub Kroasia, Dinamo Zagreb; klub Bosnia, Hersegovina, Zrinjski Mostar; Inter Zapresic, Tottenham Hotspur; Los Galacticos dan Real Madrid.

(Baca juga: Mengintip Bisnis Sampingan Pesepak Bola Kenamaan)
Pemain mahal dan kaya raya

Menjadi pemain sepak bola memang menjadi impian banyak orang. Selain bisa menjadikan seseorang terkenal, sepak bola juga bisa menjadikan seseorang kaya raya. Tak terkecuali Luka Modric. Saat ini, menurut Celebrityunfold, Modric ditaksir memiliki kekayaan bersih mencapai 25 juta dolar AS.

Beberapa pendapatannya diperoleh dari gaji, bintang iklan hingga endorsement beberapa produk. Modric juga disebut-sebut memiliki koleksi mobil mewah antara lain BMW X5, Bentley Continental GT, Audi dan rumah mewah di Zadar, Kroasia.

Kini, Modric benar-benar telah menjelma ‘monster’ lapangan yang menyingkirkan banyak pemain kawakan sebagai pemain terbaik. Mungkin Modric masih ingat ketika pada 1998, Kroasia berhasil menyabet juara ketiga.

Ia masih mengagumi kapten lapangan yang ia idolakan saat itu yakni Zvonimir Boban yang berkontribusi membawa Kroasia masuk tiga besar Piala Dunia 1998. Kini, Modric kembali membuktikannya. Meski berasal dari negara kecil dan keluarga miskin, tapi Modric adalah pemain hebat penerus Boban.

Kita tahu, meski perawakannya kecil, namun Modric bukanlah tipe pemain yang mudah putus asa. Sebaliknya, Modric adalah pesepakbola yang pekerja keras.

“Jika saya puas dengan apa yang saya sudah raih, saya selalu menginginkan lebih,” begitu kata Modric dalam sebuah kesempatan. Lanjutkan Modric! Tetaplah menjadi yang terbaik!

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.