5 Hal Penting yang Sebaiknya Kamu Lakukan Selama Masa Huru-hara

3 min. membaca Oleh CekAja on

Gelombang protes terhadap Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), hasil revisi Undang-undang (UU) KPK, serta sejumlah aturan kontroversial lainnya masih terus mengalir. Demonstrasi di berbagai daerah khususnya Jakarta membuat situasi di tengah masyarakat sedikit menegangkan.

huru-hara

Sayangnya, beberapa aksi demonstrasi berakhir ricuh, diduga ada oknum yang terlibat. Suasana yang semula damai pun berubah kacau. Ada korban terluka, sesuatu yang dibakar, hingga rusaknya fasilitas umum.

Di masa huru-hara seperti ini, kerap suasana makin panas akibat hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah. Misalnya saja jika ada yang menyebarkan informasi hoaks berisi hal-hal tertentu maka akan memancing emosi di tengah masyarakat. Nah, daripada membuat suasana semakin panas, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini ya di tengah situasi yang sedang tegang:

1. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya

Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya

Di tengah situasi huru-hara, seringkali ada saja informasi tidak jelas yang disebarkan melalui aplikasi pengiriman pesan atau media sosial. Kamu mungkin bisa menjumpai pesan berantai hingga foto atau video yang viral, tetapi belum jelas kebenarannya. Nah, ketika menemukan informasi yang mencurigakan, sebaiknya abaikan saja atau telusuri kebenarannya.

Jangan asal langsung menyebarkan informasi yang tidak jelas. Kalau ternyata informasi tersebut hoaks, maka kamu yang rugi karena sudah terpancing emosi dan buang-buang waktu untuk menyebarkannya. Orang lain yang menerima informasi tersebut juga akan terpancing emosi. Jadi ingat ya, cek en ricek dulu sebelum ikut heboh dengan sesuatu yang viral. Karena yang viral belum tentu benar.

(Baca juga: Usai Demo RUKHP, Yuk Intip Gerakan Mahasiswa di Masa Lalu)

2. Pahami permasalahan yang sedang dituntut ke pemerintah

Pahami permasalahan yang sedang dituntut ke pemerintah

Huru-hara bisa muncul sebagai buntut demonstrasi yang semula damai. Nah, demonstrasi tentu saja dilakukan sebagai ajang untuk menyampaikan aspirasi. Meskipun kamu tidak ikut jadi peserta aksi demonstrasi, sebaiknya kamu mencoba untuk memahami apa yang sedang dituntut oleh para peserta aksi ke pemerintah.

Aksi unjuk rasa belakangan ini misalnya, secara umum menyampaikan tujuh tuntutan sebagai berikut:

  • Menolak RKUHP, Rancangan Undang-undang (RUU) Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan; mendesak pembatalan UU KPK dan UU SDA; mendesak disahkannya RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
  • Batalkan pimpinan KPK bermasalah pilihan DPR.
  • Tolak TNI & Polri menempati jabatan sipil.
  • Stop militerisme di Papua dan daerah lain, bebaskan tahanan politik Papua segera!
  • Hentikan kriminalisasi aktivis.
  • Hentikan pembakaran hutan di Kalimantan & Sumatra yang dilakukan oleh korporasi, dan pidanakan korporasi pembakar hutan, serta cabut izinnya.
  • Tuntaskan pelanggaran HAM dan adili penjahat HAM; termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan; pulihkan hak-hak korban segera.

3. Saling berkomunikasi

Saling berkomunikasi

Di tengah kondisi yang tidak stabil, kamu harus senantiasa menjaga komunikasi dengan keluarga, rekan-rekan kerja atau teman-temanmu. Demonstrasi kerap mengakibatkan arus lalu lintas terganggu, transportasi umum pun akan terhambat dalam beroperasi, dan situasi di jalan tidak bisa diprediksi.

Oleh karena itu, pastikan orang-orang terdekatmu, khususnya jika ada yang ikut demonstrasi, untuk terus saling memantau. Pastikan kondisi mereka aman dan kamu pun tenang. Bantulah jika ada rekanmu yang butuh pertolongan, misalnya butuh tempat menginap karena kesulitan untuk pulang.

4. Terus memantau situasi

Terus memantau situasi

Selalu waspada. Di tengah kesibukan bekerja, kamu harus senantiasa memantau perkembangan situasi. Pantau lewat kanal berita online, media sosial, atau live streaming televisi. Apalagi jika kantor atau rumahmu berada di dekat kantor-kantor lembaga pemerintah yang dijadikan lokasi demonstrasi.

Nah, huru-hara rentan terjadi usai berlangsungnya demonstrasi. Biasanya, perusahaan akan membuat kebijakan pulang lebih cepat atau bekerja di rumah bagi pegawainya jika terjadi huru-hara.

(Baca juga: Tips Penting Bagi Para Demonstran yang Ingin Berunjuk Rasa)

5. Tinjau kembali asuransi yang dimiliki

Tinjau kembali asuransi yang dimiliki

Di tengah situasi huru-hara, biasanya terdapat banyak korban yang terluka ringan hingga parah. Belum lagi kendaraan yang rusak atau dibakar, bangunan  rusak, dan berbagai hal buruk lainnya. Situasi semacam ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita.

Asuransi akan melindungi dirimu dan keluarga dari berbagai beban finansial yang ada ketika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Coba tinjau kembali asuransi yang dimiliki, apakah sudah cukup untuk melindungi diri, harta, dan keluarga dari situasi huru-hara? Yuk cek pilihan asuransi di CekAja.com!

Tentang kami

CekAja

CekAja