5 Hal Positif yang Bisa Kita Pelajari dari Wabah Corona

5 min. membaca Oleh CekAja on

Merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 telah meresahkan dunia. Hingga saat ini, angka temuan kasus Corona kian hari kian meningkat, korban terus berjatuhan. Namun, di balik bencana non-alam ini, tetap ada hikmah yang bisa diambil. Yuk, lihat sisi lain dari wabah Corona.

Rapid Test Corona

Data hingga 2 April 2020 pukul 16.00 WIB menunjukkan kasus positif Corona di Indonesia mencapai angka 1.790. Dari jumlah itu, sebanyak 170 pasien meninggal dunia dan sebanyak 112 pasien dinyatakan sembuh.

Tak hanya merenggut nyawa, pandemi Corona juga turut “merenggut” perekonomian global. Banyak bisnis yang boncos terdampak wabah ini. Tidak sedikit pekerja yang dirumahkan hingga tak lagi menerima upah. Pekerja harian pun mau tak mau mengalami kemerosotan pendapatan.

Namun, jika dilihat dari sisi lain, keberadaan pandemi ini juga menghadirkan nilai-nilai positif yang mungkin selama ini terabaikan. Apa saja itu?

1. Waktu kumpul keluarga bertambah

Salah satu kebijakan dan imbauan pemerintah yang gencar digaungkan adalah belajar dan bekerja di rumah. Tindakan ini penting dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona di masyarakat.

Bagi para pekerja kantoran, terutama kaum urban yang berangkat pagi dan pulang malam, kebijakan ini membuat mereka tidak perlu lagi datang ke kantor sebagaimana biasanya. Mereka cukup di rumah saja mengerjakan hal-hal yang biasanya dikerjakan di kantor. Tentu tidak semua jenis pekerjaan bisa dialihkan begini.

Dengan kata lain, kondisi tersebut membuat para pekerja jenis ini mempunyai waktu yang lebih banyak bersama keluarga. Waktu-waktu senggang work from home (WFH) bisa dimanfaatkan untuk quality time bersama keluarga, yang mungkin selama ini cuma bisa dilakukan di akhir pekan atau di saat libur.

2. Saling bantu

Wabah virus Corona harus diakui telah mengubah sedikit-banyaknya tatanan kehidupan di masyarakat. Kebijakan dan imbauan pemerintah soal #DiRumahAja juga memberikan dampak yang buruk terhadap mata pencaharian sebagian orang, terutama pekerja yang mengharapkan penghasilan dari kerja harian.

Namun, kondisi itu telah mampu melahirkan para dermawan yang membantu orang-orang terdampak secara finansial akibat wabah Corona secara sukarela. Berseliweran di timeline media sosial bagaimana masyarakat saling bantu antar-sesama.

Ada yang membagi-bagikan masker dan hand sanitizer, ada yang berbagi sembako, ada pula yang membagikan uang, dan sebagainya. Yang tak kalah menariknya, layanan pesan-antar dari ojek online pun dimanfaatkan untuk membantu memberi makan para mitra startup tersebut.

(Baca juga: Corona Masih Menyebar, Ini Dia Lokasi Local Lockdown Di Indonesia)

Tidak hanya membantu para pekerja yang terdampak secara finansial, masyarakat juga turut membantu para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam memerangi virus Corona atau Covid-19.

Kondisi kurangnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di rumah sakit telah membuat beberapa orang berinisiatif untuk mengumpulkan donasi. Uang yang terkumpul dari donasi itu dimanfaatkan untuk membeli APD lalu diberikan ke rumah sakit-rumah sakit yang menangani pasien Corona.

Kamu sendiri pastinya juga bisa berbuat kebaikan untuk lingkungan sekitar di tengah pandemi Corona ini. Salah satu contoh terkecil adalah dengan menyediakan sabun cair di akses pintu masuk perumahan tempat kamu tinggal, yang bisa digunakan untuk mencuci tangan oleh para pedagang makanan, tukang sayur, atau ojek online sebelum masuk ke wilayah perumahan kamu.

Belanja sabun dan alat kebersihan dirinya dengan kartu kredit BRI saja yang pasti akan lebih menguntungkan kamu, karena beragam diskon dan promo yang ditawarkan.

Ajukan kartu kredit BRI secara mudah dan cepat lewat CekAja.com, sekarang juga!

3. Kesadaran pentingnya menjaga kesehatan meningkat

Dalam kondisi apapun, menjaga kesehatan adalah sesuatu yang sangat penting agar kita bisa beraktivitas dengan baik. Namun, semenjak merebaknya wabah Corona, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan semakin tinggi.

Kampanye menjaga kebersihan tangan dengan cara sering dicuci dengan sabun di air mengalir atau menggunakan sanitizer demi mencegah penyebaran Corona tampaknya efektif.

Kini, tidak sedikit tempat-tempat umum menyediakan hand sanitizer yang bisa dipakai secara gratis. Bahkan ada yang menyediakan wastafel lengkap dengan sabun cuci tangannya.

Begitu pula dengan penggunaan masker. Saat ini tidak sulit menemukan orang-orang yang menggunakan masker di tempat umum. Hal itu dilakukan tentu dalam rangka mencegah penularan virus Corona sembari menjaga jarak dengan orang-orang sekitar.

Etika batuk dan bersin pun menjadi sesuatu yang tak asing lagi. Tidak lagi menggunakan telapak atau kepalan tangan, lipatan siku bagian dalam kian gencar dikampanyekan sebagai penutup mulut tatkala seorang batuk atau bersin.

(Baca juga: Alamak! 5 Liga Sepakbola Eropa Rugi Rp72,7 Triliun Akibat Corona!)

Tidak hanya itu, memanfaatkan sinar matahari pagi untuk berjemur pun kini seolah menjadi budaya baru yang lama terlupakan. Di beberapa daerah, pemandangan ini mulai terlihat biasa. Bermandikan matahari pagi sembari bercengkrama dengan tetangga, tentunya dengan tetap menjaga asas social distancing.

4. Polusi udara berkurang

Sisi lain dari merebaknya wabah Corona adalah terjadinya penurunan yang signifikan atas polusi udara di beberapa kota dan wilayah di dunia. Hal itu wajar adanya. Sebab, keberadaan Corona turut menurunkan angka mobilitas manusia.

Berkurangnya aktivitas ekonomi global sejak pandemi Corona berbanding lurus dengan berkurangnya emisi gas buangan, terutama transportasi. Sejalan dengan hal itu, peneliti di New York mengatakan hasil penelitian awal mereka menunjukkan bahwa karbondioksida yang dihasilkan oleh kendaraan berkurang hingga 50 persen sejak adanya pandemi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kondisi ini tentu menjadi hal yang positif bagi kesehatan bumi. Hanya, yang dikhawatirkan adalah keadaan ini bisa berbalik dengan cepat begitu pandemi ini berakhir.

5. Munculnya Kreativitas di Berbagai Lini

Tidak dapat dimungkiri, tatanan kehidupan yang berubah akibat pandemi Corona telah melahirkan kreativitas-kreativitas di berbagai lini. Sejak kampanye #DiRumahAja digaungkan, sistem belajar-mengajar kini bisa dilakukan dengan jarak jauh melalui sistem daring. Hal senada juga diterapkan untuk rapat-rapat perusahaan, instansi, bahkan rapat kabinet.

Selain itu, para perancang busana atau pengusaha konveksi pun seolah banting setir dalam hal produksi. Mereka turut berperang melawan Corona dengan memproduksi APD yang disumbangkan, baik untuk masyarakat maupun para tenaga kesehatan. Kalaupun produk itu dijual, hasilnya pun didonasikan untuk mendukung perlawanan terhadap Corona.

Yang tak kalah menarik adalah pandemi Corona tidak menghalangi kamu untuk dapat menonton konser musik. Melalui gerakan konser di rumah, kamu tetap dapat menikmati musik dari musisi favoritmu tanpa harus berkerumun di satu tempat. Hal ini tentu saja dapat kamu nikmati melalui sistem daring. Uang hasil penjualan tiket “konser” ini pun didonasikan untuk memerangi Corona.

Itu dia beberapa sisi lain yang bisa dibilang positif dari pandemi Corona ini. Semoga badai Covid-19 segera berlalu dan kebaikan-kebaikan yang lahir akibat wabah ini terus lestari.

Tentang kami

CekAja

CekAja