Hikmah Corona di Dunia, Polusi dan Kemacetan Berkurang!

Tidak dipungkiri bahwa pandemi virus corona yang melanda dunia berimbas pada banyak sektor, salah satunya ekonomi. Terlebih setelah pemerintah memberlakukan social distancing dan work from home (WFH). Sebagian warga pun terpaksa harus membatasi aktivitasnya di luar rumah. Namun, hikmah corona di dunia pun cukup banyak yang bisa diambil.

Hikmah Corona di Dunia

Tapi dibalik pandemi corona yang saat ini terjadi, tidak dipungkiri ada hikmah tersendiri. Memang benar ada banyak korban orang meninggal setiap hari akibat serangan corona.

Tapi hal tersebut juga ternyata telah menyadarkan banyak orang untuk menjaga dirinya dan lingkungannya agar tetap bersih.

Nah, ada beberapa hal yang sangat mencolok dan dirasakan akibat adanya pandemi ini. Ada hikmah baik yang bisa bermanfaat bagi manusia dan lingkungan alam. Berikut ulasannya.

1. Jalanan lancar jaya

Setelah pemerintah memberikan himbauan social distancing, sejumlah kantor swasta dan pemerintahan di Jakarta, mengikuti imbauan tersebut dengan memberlakukan kebijakan WFH.

Situasi ini tak hanya membuat kantor-kantor mendadak sepi. Di jalanan, kemacetan pun jadi berkurang.

Otosia melaporkan, penurunan kendaraan terjadi di sejumlah jalan Tol Dalam Kota dan Tol Sedyatmo.

Di gerbang tol Halim, kemacetan turun 4,5 persen selama pekan lalu. Untuk GT Cililitan pada tanggal 11 Maret 2020 sebanyak 68.586 dan tanggal 18 Maret 2020 sebanyak 58.967, turun 14 persen.

GT Tomang turun sebanyak 15 persen, GT Kapuk turun 25 persen, dan GT Cengkareng turun 25 persen.

Sedangkan di jalan Sudirman-Thamrin dari arah selatan ke utara turun 25 persen. Dari arah sebaliknya, turun 23 persen.

Artinya terjadi penurunan jumlah transaksi di setiap gerbang utama tol dalam kota dan Sedyatmo berkisar 4,5 persen sampai dengan 27 persen.

2. Polusi menurun

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pekan lalu mencatat, terjadi perbaikan kualitas udara karena volume kendaraan bermotor berkurang selama hampir dua pekan, sekolah dan kantor kegiatannya dirumahkan sementara.

Sebelumya, Jakarta ada di peringkat ke-25 kota dunia dengan kualitas yang tidak baik. Indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta Jumat sore yaitu 89 atau ‘sedang’.

Kualitas udara Jakarta versi Air Visual lebih bagus dari Rotterdam (Belanda), Berlin (Jerman), dan Kathmandu (Nepal).

Kepala Dinas LH DKI, Andono Warih, membenarkan ada perbaikan kualitas udara selama dua minggu WFH diterapkan.

Data dari 5 Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) yang dimiliki Pemprov DKI menunjukkan ada penurunan polutan PM2.5.

Berkurangnya polusi karena aktivitas masyarakat menurun, ditambah hujan yang mengguyur menjadikan udara ibu kota lebih bersih selama dua pekan masa WFH.

(Baca Juga: Langkah Awal yang Perlu Kamu Lakukan Jika Terkena Corona)

3. Alam dan lingkungan lebih sehat

Saat jutaan penduduk di bumi ini dipaksa diam di rumah, kini bisa bernafas lega.

Mobil-mobil yang melintas di jalanan hampir sudah mulai berkurang, dan udara di berbagai negara kini menjadi bersih dari polusi.

Wabah ini mengingatkan setiap orang untuk memperlakukan alam lebih bertanggung jawab. Sebab, selama ini sangat sedikit udara segar yang di dapatkan.

Seperti dilaporkan Indy100.com, hal mengejutkan terjadi di Venezuela, air kanal yang kini berubah menjadi sangat jernih hingga dengan mata telanjang orang-orang bisa menyaksikan ikan-ikan lumba berenang bebas untuk pertama kalinya sejak beberapa dekade lamanya.

Seorang netizen merekam lumba-lumba berenang bebas dan begitu juga angsa-angsa kembali berseliweran di kanal-kanal.

4. Menumbuhkan empati yang tinggi

Wabah corona yang terjadi banyak mengetuk hati orang-orang, seperti halnya yang terjadi di New York sekitar, ada dua orang warga yang mengumpulkan 1.300 relawan dalam 72 jam untuk mengantarkan bahan makanan serta obat-obatan kepada kaum lansia.

Ratusan ribu orang di Inggris telah bergabung dengan berbagai kelompok untuk menolong sesama warga yang kesulitan akibat wabah virus berbahaya ini.

Selain itu juga rasa solidaritas dan empati itu mereka ditunjukan oleh mahasiswa kedokteran di London yang turut membantu tenaga medis profesional untuk merawat anak mereka dan membantu tugas-tugas rumah tangga.

Virus corona menumbuhkan rasa empati yang tinggi, sebab ada banyak orang yang merasakan penderitaan dan ingin membantu meringankan.

(Baca Juga: Biar Dompet Gak Boncos di Musim Corona, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini)

5. Meningkatkan kreativitas

Isolasi diri, atau berdiam di rumah adalah bukan hal mudah. Tidak sedikit orang akhirnya melakukan berbagai kegiatan untuk mengisi waktunya di rumah dengan berbagai kegiatan positif.

Ada yang menyalurkan hobi mereka, termasuk membaca, menulis buku, membuat kue, bermusik, melukis, dan lain sebagainya.

Seperti yang yang dilakukan salah satu institusi yang menggelar klub membaca virtual adalah Perpustakaan Umum DC di Washington.

Kemudian, seorang guru kesenian di Negara Bagian Tennessee, AS, menyiarkan kelas online untuk anak-anak yang belajar di rumah.

Lalu, ada juga layanan virtual bagi penikmat seni. Kamu dapat bergabung dengan tur-tur virtual yang ditawarkan berbagai galeri ternama di dunia, seperti Louvre di Paris dan Museum Vatikan di Roma.

Memang seperti kata orang, selalu ada hikmah di setiap peristiwa. Namun, tentu saja kita semua berharap pandemi ini agar segera cepat berlalu dan kehidupan bisa segera normal seperti dulu. Setuju?

Wabah corona yang kian memakan ribuan korban, tentu mempengaruhi pendapatan sebagian orang.

Misalnya saja pedagang kecil atau pengemudi ojek online.

Jangan khawati, JULO siap membantumu dengan fasilitas pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Ajukan melalui CekAja.com sekarang bisa!\