Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

5 Keuntungan Menikah untuk Kariermu

by Ariesta on 17 Oktober, 2016

menikah karier - CekAja.com

Keputusan menikah bisa berdampak sangat besar pada karier. Bagi wanita, menikah seringkali dianggap keputusan yang bisa menghambat karier. Ini karena setelah menikah wanita harus membagi peran, yakni sebagai istri, ibu, dan wanita karier. Tak jarang wanita meninggalkan dunia profesional karena keinginan membesarkan buah hati dan berperan sebagai ibu rumah tangga.

Namun ternyata, hal tersebut berbanding terbalik dengan sederetan studi. Banyak studi yang mengklaim bahwa pernikahan justru membuat karier wanita lebih cemerlang. Tidak hanya pada wanita, pria yang menikah pun berpeluang lebih besar meraih kesuksesan di kantor daripada teman sebaya mereka yang masih melajang. Berikut ulasan selengkapnya.

Wanita yang bekerja dan punya anak adalah manajer yang baik

Berdasarkan penelitan dari Clark University Massachusett Amerika, wanita yang menikah dan memiliki anak dan menjabat sebagai manajer adalah seorang pemimpin yang lebih baik daripada yang tidak menikah. Penelitian tersebut dilakukan dengan mewawancarai 347 manajer dan eksekutif dari berbagai perusahaan besar di Amerika tentang kehidupan keluarga mereka. Kemudian peneliti juga mewawancarai para kolega, bawahan, dan atasan mereka tentang performa kerja.

Hasilnya, mereka yang berkomitmen mengurus keluarga memiliki penilaian yang lebih baik. Alasannya, karena wanita harus multitasking, bisa menangani stres, dan jadi pandai bernegosiasi setelah berumah tangga. Pengalaman berumah tangga membentuk pribadi wanita menjadi seorang pemimpin yang lebih baik. (Baca juga: 7 Hal Kecil yang Bisa Mendorong Motivasi Kerja)

Pria yang sudah menikah bekerja lebih keras

Studi yang dilakukan Institute Family Studies Amerika menyebutkan, pria yang telah menikah bekerja 400 jam per tahun lebih lama daripada pria lajang. Fakta ini didukung oleh penelitan Harvard yang menyebutkan, pria beristri cenderung tidak berpindah-pindah pekerjaan.

Alasannya sederhana, kerja keras akan sebanding dengan penghasilan yang didapat. Di Amerika, pria yang telah menikah pada usia usia 28-30 tahun mampu menghasilkan US$15.900 atau sekira Rp205 juta per tahun. Penghasilan ini lebih tinggi daripada pria sebaya yang masih melajang.

Sementara itu, pria usia 44 tahun-46 tahun dan belum menikah mampu mendapatkan penghasilan senilai US$18.800 atau Rp242 juta per tahun. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum berkeluarga dengan usia yang sama.

Wanita yang sudah menikah lebih produktif

Ibu yang bekerja lebih produktif dibandingkan wanita menikah yang belum punya anak. Ini merupakan kesimpulan studi Federal Reserve Bank of St. Louis. Ibu dengan jumlah anak paling sedikit dua, adalah yang paling produktif. Ibu yang bekerja mungkin meninggalkan kantor tepat waktu. Namun mereka benar-benar menggunakan waktu bekerja lebih efektif dan efisien. (Baca juga: Sederet Hal yang Bedakan Cara Perhitungan Pesangon)

Namun bagi wanita yang memutuskan keluar kerja setelah punya anak, mereka dapat kembali kapan saja dan justru meraih kesuksesan yang lebih besar. Contohnya adalah Brenda Barners, yang menjadi CEO di usia 50 tahun setelah resign dari Pepsi untuk membesarkan anak selama enam tahun.

Pria yang sudah menikah lebih mudah mendapatkan promosi

Studi Stanford University mengungkap, pria yang sudah jadi ayah merupakan karyawan paling disukai perusahaan. Pria menikah lebih mudah mendapat promosi dibandingkan pria yang masih lajang. Ini karena pria menikah dinilai lebih bertanggung jawab dan lebih berdedikasi. Mereka juga digaji lebih tinggi dan mendapat tunjangan sosial lebih banyak.

Pria yang sudah menikah tidak rentan terkena depresi karena pekerjaan

Dalam Longitudinal Study of a Cohort of Young Adults yang dimuat dalam Journal of Marriage and Family, orang yang sudah menikah tidak mudah depresi dan tidak mengalami ketergantungan alkohol. Pria yang menikah tidak gampang stres akibat tekanan kerja di kantor dibandingkan mereka yang masih lajang. Alasannya karena mereka punya istri sebagai pendukung.

Berdasarkan Chronic Stress and the Social Patterning of Women’s Health dalam jurnal Social Science and Medicine, hal yang sama juga berlaku bagi wanita. Wanita yang sudah menikah berisiko lebih rendah mengalami masalah dengan alkohol. Mereka juga tidak mudah depresi karena pekerjaan.

Sudah menikah dan punya anak? Ini saatnya membeli rumah impian. Wujudkan mimpimu dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Daftar sekarang di sini

Tentang Penulis