Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Masalah Kesehatan yang Sering dihadapi Saat Puasa dan Cara Menghindarinya

by Ariesta on 5 Juni, 2016

sakit ketika Lebaran _ asuransi kesehatan - CekAja.com

Berpuasa seharian bukan berarti aktivitas yang lain jadi terabaikan. Bekerja seperti biasa tanpa makan dan minum ibarat memberikan tubuhmu beban tambahan. Oleh karenanya kamu harus mempersiapkan kondisi tubuhmu agar bisa fit saat menjalani puasa nanti, terutama bagi kamu yang gampang sakit.

Yang pasti sakit di bulan Ramadhan itu tidak enak. Selain kehilangan kesempatan untuk mendapat pahala, kamu juga jadi hilang selera menyantap makanan khas bulan puasa yang enak-enak. Ruginya dobel kan?

Nah, ini sederetan masalah kesehatan yang biasa mampir pada orang berpuasa dan cara menghindarinya.

Maag

Maag atau radang lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut. Radang lambung yang sering atau terus-menerus berlangsung membuat lapisan dinding lambung bagian dalam terkikis sehingga terbentuklah luka yang disebut tukak lambung.

Gejala yang paling umum dirasakan antara lain nyeri di perut,  perut terasa seperti terbakar, perut terasa kembung, terus menerus bersendawa, terasa mual dan ingin muntah, serta selalu cegukan.

Masalah pola makan merupakan penyebab yang paling sering terjadi. Misalnya seperti menunda makan, diet terlalu ketat, dan kebiasaan makan pedas. Selain itu maag kronis juga disebabkan oleh bakteri H. Pylori atau penggunaan obat-obatan seperti aspirin dalam jangka panjang.

Agar saat puasa nanti terbebas dari maag, jangan lewatkan sahur dan berbukalah secukupnya. Jangan langsung menyantap minuman dingin atau makanan pedas. Cukup minum air putih hangat dengan tiga buah kurma agar perut tidak kaget.

Dehidrasi

Hanya bisa minum air setelah waktu berbuka sampai menjelang subuh memang membuat tubuh rentan dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan lemas, lesu, tidak berstamina, sakit kepala, menurunnya daya konsentrasi, nyeri sendi, bahkan pingsan.

(Baca juga: 5 Alasan Kamu Malah Jadi Boros Walau Puasa)

Agar terhindar dari dehidrasi selama puasa, wajibkan diri untuk tetap minum delapan gelas sehari. Selain itu berbukalah dengan makanan alami yang bisa menggantikan cairan tubuh dengan cepat. Misalnya nanas, blewah, manga, anggur, dan kelapa.

Darah rendah

Orang yang memang memiliki tekanan darah rendah (hipoteni) akan mudah merasa pusing saat berpuasa. Gejala lainnya seperti keringat berlebihan, lemas, letih, lesu, tak bertenaga, dan pening saat berdiri setelah duduk lama. Ditambah selama bulan puasa seseorang hanya sedikit mengonsumsi cairan, garam, dan sedikit beristirahat.

Penderita tekanan darah rendah disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam karena makanan dapat mengganti elektrolit yang hilang. Selain itu masukan pula buncis, kacang merah untuk menu makan malam dan kacang hijau dalam menu berbuka.

Anemia

Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah atau hemoglobin (Hb) di dalam darah. Penderita anemia harus benar-benar memperhatikan kebutuhan gizi selama berpuasa karena berkurangnya sel darah merah menyebabkan oksigen dan penyaluran nutrisi ke seluruh tubuh terhambat. Padahal nutrisi tersebut sangat diperlukan terutama saat berpuasa.

Konsumsilah makanan yang kaya akan zat besi seperti daging merah, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Perbanyak protein, bukan karbohidrat. Karena terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat malah membuatmu merasa lemas di siang hari. Saat berbuka, dahulukan makanan manis seperti kurma dan buah-buahan untuk mengembalikan gula darah.

Bau mulut

Meski puasa, kamu pasti ingin tetap terlihat segar.  Sayangnya bau mulut menjadi masalah yang menganggu karena mulut dalam kondisi kering. Sebenarnya kamu bisa kok mencegah hal ini.

(Baca juga: 5 Tips Agar Bisnis Kuliner Makin Sukses Saat Puasa)

Caranya dengan banyak minum air putih saat sahur, makan malam, dan berbuka masing-masing minimal 3 gelas. Selain itu berkumurlah dengan baik saat berwudhu (bukan ditelan ya!) dan jangan lupa menyikat gigi setelah sahur.

Mengonsumsi teh hijau saat berbuka juga baik karena teh hijau mengandung zat aktif yang disebut catechin yang berfungsi membunuh bakteri di dalam mulut. Terakhir hindari berkumur dengan obat kumur tanpa alkohol karena obat kumur jenis ini malah membuat mulut kering sehingga memicu bau mulut.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami