Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Persiapan Finansial Buat Single Mom yang Mau Kuliah Lagi

by Arfan Wiraguna on 15 Mei, 2015

Bagi seorang single mom atau ibu tunggal, multitasking sudah menjadi bagian rutin kegiatan sehari-hari. Selain harus menyiapkan keperluan sang anak, seorang ibu tunggal biasanya juga tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Namun, hal ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi seorang ibu tunggal untuk tetap mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya. Selain memberikan kepuasan diri sang ibu, pengembangan potensi ini juga akan memberikan manfaat tidak langsung kepada keluarga.

Dikutip dari artikel When Mom Goes Back to School yang diterbitkan secara online oleh Better Homes And Gardens, seorang ibu tunggal berusia 43 tahun, Denise Alexander, kembali ke bangku kuliah setelah mendapat dukungan dari supervisor di tempat kerjanya. Pada saat yang sama, anak perempuan Denise, Sheina, ternyata memutuskan untuk cuti kuliah.

“Saya rasa, dia memang sangat membutuhkan saya. Dulu saya berpikir, jika saya  bisa melanjutkan kuliah, maka dia mungkin akan terinspirasi untuk melanjutkan kuliahnya lagi,” kata Denise. Ternyata, setelah mendengar ibunya kembali ke bangku kuliah, bukan hanya membatalkan cuti kuliahnya, Sheina juga mendaftarkan diri di kampus tempat sang ibu berkuliah. Bahkan, mereka sempat beberapa kali menjadi teman sekelas.

(Baca juga: 10 Orang yang Punya Gelar Profesor dan Menjadi Orang Terkaya)

Menurut Nancy Schlossberg, seorang professor emeritus di University of Maryland yang juga penulis buku berjudul Overwhelmed: Coping with Life’s Ups and Downs, kembali ke bangku kuliah tidak hanya akan menambah wawasan dan pengetahuan sang ibu, tetapi juga bisa meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga. Nancy mengatakan, kebebasan finansial bagi seorang wanita merupakan kuncinya.

“Sangat penting bagi para wanita untuk mendapatkan prestasi secara langsung. Sebab, ada kemungkinan wanita akan hidup sendiri bila harus bercerai,” kata Schlossberg. “Mereka dapat bekerja dengan lebih baik jika mendapatkan pendidikan, dan akan menjadi lebih bahagia jika mendapatkan pendidikan yang memungkinkan untuk melakukan sesuatu yang harus dilakukan dalam hidup,” tambahnya.

Bagi para ibu tunggal, mungkin telah banyak pertanyaan yang muncul di kepala Anda terkait niat melanjutkan studi ini, khususnya dalam perencanaan finansial. Untuk menjawab pertanyaan yang ada, berikut ini adalah beberpa poin yang dapat digunakan.

Tetapkan tujuan

Buatlah tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Tindakan ini penting sebagai pengingat dan pemicu semangat untuk berjuang mencapai tujuan. Jika tujuan pendidikan yang akan diambil kurang dari lima tahun lagi, maka susunlah rencana keuangan jangka pendek dan menengah. Misalnya adalah dengan membeli deposito berjangka untuk persiapannya.

Alokasikan bujet

Setiap tujuan keuangan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, harus mendapatkan alokasinya sendiri-sendiri. Dengan begitu Anda dapat terhindar dari sikap kompulsif untuk berbelanja. Misal, ketika Anda dan teman-teman sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan, kemudian sebuah barang yang sangat menarik perhatian, Anda tidak menjadi mudah membeli barang tersebut.

Sebab, sebagian uang sudah dialokasikan ke dalam tujuan-tujuan yang jelas. Namun, di sisi lain Anda tetap bisa berjalan-jalan dengan teman-teman karena sudah menyiapkan bujet untuk hal tersebut yang dimasukkan ke dalam anggaran jangka pendek. 

(Baca: 8 Hal Sepele yang Bisa Bikin Uang Terkuras)

Siapkan dana cadangan

Kebutuhan mendesak seringkali muncul tanpa diduga. Untuk itu, Anda perlu memiliki dana cadangan. Dana cadangan tersebut harus bisa digunakan sewaktu-waktu ketika terjadi hal yang sangat tidak terduga. Misal, ketika anak Anda tiba-tiba membutuhkan uang untuk kegiatan tamasya di sekolahnya, atau kebutuhan mendesak lainnya. Idealnya, dana ini berjumlah 6 kali pengeluaran bulanan.

Miliki perlindungan

Sebagai seorang ibu tunggal, Anda pasti khawatir dengan masa depan keluarga dan anak-anak. Untuk itu, ada baiknya jika Anda memiliki asuransi untuk diri sendiri dan juga buah hati. Daftar berbagai program yang mendukung, misal asuransi kesehatan dan pendidikan. Dengan demikian, Anda bisa merasa lebih tenang dan menjadi lebih fokus ke dalam pekerjaan dan tujuan pendidikan Anda nantinya.

(Baca: 4 Cara Pilih Asuransi Kesehatan Sesuai Bujet)

Kelola hutang

Pada masa kini, tidak dapat dipungkiri kebutuhan untuk memiliki kartu kredit sangat penting. Sebab, banyak kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh kartu kredit untuk keperluan belanja harian, mingguan atau bulanan. Namun, kemudahan ini bisa menjadi masalah ketika Anda tidak dapat mengelola penggunaannya dengan baik.

Ingat, Anda memiliki tujuan keuangan untuk dana pendidikan. Karena itu, gunakan kartu kredit sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang memberikan keuntungan. Misal gunakan kartu kredit untuk mendapatkan diskon khusus ketika belanja bulanan, reward khusus untuk berbelanja kebutuhan Anda dan keluarga, serta lainnya. Intinya, Anda memiliki perhitungan dalam menggunakannya.

(Baca: 4 Jurus Jitu Bebas Tunggakan Kartu Kredit)

Jika anak Anda sudah cukup mengerti, ajaklah berdiskusi tentang pengaturan keuangan. Bahkan, bila dimungkinkan Anda bisa memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengatur sendiri uangnya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melatih anak-anak adalah dengan memberikan uang saku per minggu, kemudian per bulan. Lalu, terapkan kedisiplinan pada anak untuk selalu menabung dan membuat prioritas keinginan. Sehingga anak-anak dapat memahami dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Tentang Penulis

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami