5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

7 min membaca Oleh CekAja on

Kehamilan merupakan momen bahagia dalam hidup seorang wanita. Namun di samping rasa bahagia yang menyertai ada risiko yang turut mengiringi, baik untuk ibu hamil maupun calon buah hati.

Tercatat Indonesia masih masuk dalam kategori negara mengkhawatirkan dengan tingkat kematian ibu hamil mencapai 30 persen dari 1000 kelahiran hidup, atau 305 orang per 1000 kelahiran hidup. Kabar baiknya saat ini ada produk asuransi untuk program ibu hamil yang dapat mengurangi resiko kematian ibu hamil.

5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu hamil adalah kurangnya pengetahuan calon ibu mengenai kondisi bayinya.

Seringnya calon ibu juga tidak memeriksakan kehamilan kepada bidan atau dokter kandungan, dan sering tidak mendapat penanganan maksimal ketika melahirkan.

Biaya menjadi salah satu alasan mengapa seorang calon ibu tidak mendapat penanganan semestinya.

Biaya kehamilan hingga melahirkan memang tidak murah. Setiap bulannya kandungan harus mendapat pemeriksaan bidan atau dokter spesialis kandungan yang berbiaya mahal.

Belum lagi jika proses kelahiran mengharuskan caesar, biaya melahirkan bisa berkali lipat dibanding kelahiran normal.

Karena itu ibu hamil memerlukan perlindungan maksimal dari mulai awal kehamilan hingga melahirkan. Asuransi untuk program hamil dan melahirkan bisa jadi solusinya.

Manfaat Asuransi untuk Program Hamil dan Melahirkan

Ada banyak produk asuransi untuk program hamil dan melahirkan mulai dari yang ditawarkan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) hingga perusahaan asuransi swasta.

Tentu setiap produk yang mereka tawarkan memiliki keunggulan masing-masing. Secara garis besar berikut manfaat umum asuransi untuk program hamil dan melahirkan:

Meringankan Biaya Kehamilan dan Melahirkan

Pertanggungan asuransi untuk program hamil dan melahirkan meliputi seluruh biaya pemeriksaan dokter kandungan, obat-obatan, kamar rawat inap dan tindakan pembedahan.

Tanpa asuransi setiap ibu hamil yang ingin memeriksakan kandungannya ke spesialis kandungan dan kebidanan harus merogoh kocek setidaknya minimal Rp 300 ribu untuk sekali pertemuan.

Sementara biaya kelahiran normal berkisar mulai dari Rp 1 Juta dan tindakan caesar mulai dari Rp 16 Juta.

Fasilitas Kesehatan yang Maksimal

Satu lagi manfaat memiliki proteksi untuk hamil dan melahirkan adalah akses ke fasilitas kesehatan lebih memadai. Sebab, beberapa rumah sakit besar membebankan biaya yang tidak sedikit untuk tindakan caesar.

Maklum tindakan pembedahan ini memerlukan peralatan yang memadai. Dengan adanya asuransi untuk program hamil lebih cepat mendapatkan penanganan dengan alat kesehatan yang maksimal, sehingga mengurangi resiko kematian pada ibu dan bayi.

Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi

Fakta angka kematian ibu dan bayi yang tinggi di Indonesia memperlihatkan bahwa literasi akan kesehatan ibu hamil masih rendah.

Bukan tidak adanya keinginan dari sang ibu untuk memeriksakan kandungan, melainkan ketiadaan biaya karena rendahnya pendapatan perkapita Indonesia.

Adanya asuransi dapat mengurangi beban biaya pada ibu hamil, karena pembayaran preminya bisa disiapkan jauh sebelum proses kehamilan dan kelahiran.

Adanya klaim asuransi kehamilan dan melahirkan mempermudah para ibu mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang lebih baik.

Setelah mengetahui manfaat perlindungan untuk ibu hamil dan melahirkan, Anda harus memilih beragam produk proteksi ibu hamil yang terbaik. Berikut ulasannya:

5 Produk Asuransi Untuk Program Hamil

1. BPJS Kesehatan – Kebidanan dan Neonatal

5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

Sebagai badan penyedia jaminan kesehatan milik pemerintah, BPJS juga menawarkan manfaat pelayanan kebidanan dan neonatal (perlindungan setelah melahirkan) untuk melindungi ibu dan bayi mulai dari proses kehamilan hingga pasca melahirkan.

Perlindungan tersebut mencakup menjamin dan melindungi proses kehamilan sebelum persalinan (antenatal care ANC), persalinan, pemeriksaan setelah persalinan (postnatal care PNC), penanganan perdarahan pasca keguguran dan pelayanan KB pasca salin, serta komplikasi (pada saat kehamilan, persalinan, nifas dan KB pasca salin).

Pemeriksaan kehamilan menggunakan BPJS ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Namun jika di faskes tingkat pertama ini tidak ada peralatan yang memadai maka akan diberi rujukan untuk ke tingkat lanjut. Biasanya rujukan ini diberikan untuk ibu hamil yang memerlukan penanganan pembedahan caesar.

(Baca juga : Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga Di Indonesia)

Prosedur penggunaan BPJS untuk program kehamilan dan melahirkan memang membutuhkan usaha lebih. Namun nilai manfaat yang bakal didapat sangat meringankan beban biaya.

Tapi, jika Anda menilai layanan dari BPJS ini kurang memenuhi ekspektasi, Anda bisa mencoba asuransi untuk program hamil dan melahirkan yang ditawarkan perusahaan asuransi swasta.

Namun umumnya perusahaan asuransi swasta memberlakukan masa tunggu. Sehingga Anda harus menyiapkan sejak jauh hari sebelum benar-benar menggunakan produk asuransi melahirkan.

2. Allianz – SmartHealth Maxi

5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

Perusahaan asuransi swasta yang satu ini memberikan manfaat persalinan sebagai manfaat tambahan dari produk asuransi kesehatan mereka, yang melingkupi manfaat kehamilan, persalinan dan nifas.

Pemegang polis ini akan mendapatkan manfaat melahirkan normal, melahirkan abnormal, melahirkan dengan pembedahan dan keguguran yang membutuhkan rawat inap.

Seluruh pemegang polis dapat menggunakan Fasilitas Rumah Sakit Jaringan Allianz-AdMedika (Fasilitas Cashless ) sedangkan untuk manfaat sebelum & sesudah Melahirkan, berlaku dengan sistem “Reimbursement”.

Jadi, seluruh biaya harus Anda tanggung sendiri lebih dulu, baru setelah itu mengajukan reimbursement kepada pihak Allianz. Pihak Allianz akan melakukan verifikasi dan menentukan kelayakan jumlah klaim yang mesti dibayarkan.

Allianz memberlakukan masa tunggu untuk produk yang satu ini yakni 280 hari. Jadi, Anda tidak bisa menggunakan manfaat melahirkan sebelum habis masa tunggu terhitung dari waktu awal pembayaran premi.

3. Prudential – PruMy Child

5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

PruMy Child merupakan produk yang memberikan perlindungan yang komprehensif untuk anak mulai saat ia masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai ia dewasa kelak. Mulai dari perlindungan kesehatan, finansial, dan pendidikan.

Jumlah pertanggungan yang ditawarkan hingga Rp 500 Juta dengan besaran premi mulai dari Rp 400.000/bulan.

Namun perlindungan ini hanya diberikan kepada wanita yang masuk usia tertanggung antara 18-40 tahun dengan usia kehamilan mulai dari 20-32 minggu.

Prudential tidak menerima polis dengan usia tertanggung dibawah 18 tahun dan diatas 40 tahun.

Masa perlindungan yang diberikan sampai saat ibu melahirkan, sementara perlindungan untuk komplikasi kehamilan/kelahiran berlaku sampai 30 hari sejak bayi dilahirkan dan untuk bayi masa perlindungannya 20 minggu dalam kandungan sampai 99 tahun.

Manfaat lain yang akan didapat adalah:

  • Manfaat pertanggungan jiwa atas janin/calon bayi dan ibu selama masa kehamilan.
  • Manfaat komplikasi yang terjadi pada ibu dalam masa kehamilan atau sesudah melahirkan.
  • Manfaat perawatan di inkubator/Intensive Care Unit (ICU) / High Dependency Unit (HDU) untuk bayi.
  • Manfaat kelainan bawaan pada anak.
  • Manfaat pertanggungan jiwa atas anak jika meninggal dunia atau menderita cacat total dan tetap.

4. Manulife – Asuransi Melahirkan

5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

Ini merupakan salah satu produk tambahan dari asuransi kesehatan yang ditawarkan Manulife.

Asuransi melahirkan manulife memberikan perlindungan berupa manfaat melahirkan normal, manfaat melahirkan normal dengan bantuan, manfaat komplikasi kehamilan dan manfaat melahirkan dengan pembedahan.

Namun keseluruhan manfaat ini hanya dapat dibeli dengan model pembayaran premi tahunan.

Menariknya asuransi Manulife ini proses klaimnya bisa dilakukan dengan cashless, jadi Anda tidak perlu menggunakan dana pribadi lebih dulu untuk menopang seluruh biaya perawatan kehamilan dan melahirkan.

Manfaat melahirkan berlaku untuk satu kali melahirkan/tahun polis. Tidak berlaku untuk perawatan rawat jalan disebabkan manfaat melahirkan.

Sementara untuk usia masuk tertanggung Manulife menetapkan minimal 20 tahun dan maksimal 43 tahun dengan masa pertanggungan manfaat melahirkan hingga usia 45 tahun.

5. AXA Mandiri – Corporate Health Plan

5 Produk Terbaik Asuransi Untuk Program Hamil

Sedikit berbeda dari jenis asuransi yang telah dibahas sebelumnya, Corporate health plan ini adalah produk asuransi untuk program hamil dan melahirkan bagi kesehatan karyawan. Termasuk dalam salah satu jenis asuransi kesehatan karyawan di diberikan perusahaan.

Manfaat yang diberikan oleh produk asuransi yaitu:

  • Biaya Melahirkan Normal.
  • Biaya rawat inap Peserta yang berhubungan dengan kelahiran
  • Biaya rawat inap bayi sampai dengan usia 14 (empat belas) hari atau keluar dari rumah sakit, mana yang lebih dulu.
  • Biaya Melahirkan dengan pembedahan atau Komplikasi Melahirkan.
  • Biaya rawat inap Peserta yang berhubungan dengan kelahiran yang terjadi dalam masa 40 (empat puluh) hari setelah melahirkan.
  • Biaya rawat inap bayi sampai dengan usia 14 (empat belas) hari atau keluar dari rumah sakit, mana yang lebih dulu
  • Biaya komplikasi melahirkan dan Melahirkan dengan Pembedahan dibayar sesuai dengan klaim yang layak dibayar, tetapi tidak melebihi batas maksimum manfaat sesuai dengan yang tercantum dalam Tabel Manfaat Melahirkan.
  • Biaya Keguguran.
  • Biaya Melahirkan oleh Bidan
  • Biaya rawat jalan kehamilan yaitu selama masa kehamilan sampai dengan 40 hari setelah melahirkan termasuk bayi sampai dengan usia 14 (empat belas) hari, terdiri dari biaya rawat jalan untuk konsultasi dokter, obat-obatan, pemeriksaan penunjang dan tindakan medis

Itulah beberapa jenis produk asuransi untuk program hamil baik yang disediakan pemerintah, perusahaan asuransi swasta yang preminya dibayar perseorangan atau dari perusahaan tempat bekerja.

Mengenal Masa Tunggu pada Asuransi Kehamilan dan Melahirkan

Bagi Anda yang ingin membeli produk asuransi untuk program hamil dan melahirkan, jangan kaget mendengar istilah masa tunggu.

Istilah masa tunggu (waiting period) adalah jangka waktu tertentu yang harus dilalui sebelum mendapat manfaat perlindungan asuransi atau sebelum mendapat manfaat klaim. Masa tunggu umumnya berlaku untuk perlindungan kesehatan dan melahirkan.

Biasanya perusahaan asuransi memberlakukan masa tunggu untuk berbagai penyakit kronis. Selama periode masa tunggu ini tertanggung tidak bisa mendapatkan klaim. Ada beberapa jenis masa tunggu yang jamak digunakan pada asuransi kesehatan yakni:

Masa Tunggu Awal (Preliminary Waiting Period)

Biasanya berlaku untuk manfaat rawat inap di rumah sakit. Umumnya masa tunggunya  berkisar antara 14 sampai 30 hari. Tapi biasanya ada pengecualian untuk perawatan medis akibat kecelakaan yang tak terduga.

Masa Tunggu untuk Kondisi Medis Sebelumnya (Pre-Existing Period)

Merupakan salah satu jenis masa tunggu untuk berbagai penyakit atau kondisi kesehatan berdasarkan riwayat atau kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Periode masa tunggu ini berkisar antara satu sampai 24 bulan.

Masa Tunggu untuk Penyakit Kritis (Waiting Period for Critical Illness)

Ini merupakan masa tunggu yang diberlakukan untuk jenis atau kasus penyakit tertentu, biasanya tiap perusahaan asuransi memiliki aturan sendiri mengenai pengelompokan kasus penyakit ini, dengan durasi masa tunggu berkisar antara tiga sampai 12 bulan.

Masa Tunggu Bersalin (Maternity Waiting Period)

Masa tunggu ini ada pada asuransi kesehatan yang memberikan manfaat kehamilan dan persalinan . Durasi masa tunggu yang umum berkisar antara sembilan sampai 12 bulan.

Tunggu apalagi untuk melindungi ibu hamil dan calon buah hati? Segera ajukan asuransi mu di CekAja!

Tentang kami

CekAja

CekAja