Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

5 Salah Kaprah Pemahaman Kartu Kredit yang Sering Anda Percayai

by Miftahul Khoer on 26 Desember, 2018

Apakah Anda pernah ditawari sales bank untuk pembuatan kartu kredit? Apa respon Anda, menerima atau menolaknya? Ya, memang saat ini kalangan perbankan dan juga instansi keuangan lain yang menerbitkan kartu untuk transaksi sedang gencar menawarkan produk kartu kredit seiring masih terhitung rendahnya transaksi kartu sakti tersebut di Indonesia.

kartu kredit, over limit

Hingga kuartal pertama tahun ini saja, transaksi kartu kredit mencapai Rp2,24 triliun dengan volume 2,02 juta transaksi. Masih banyaknya orang belum memiliki kartu karena dinilai kartu sakti tersebut kerap membawa ‘malapetaka’ finansial bagi kehidupan mereka.

Nah, kali ini CekAja akan mengulas beberapa pemahaman salah kaprah tentang kartu kredit oleh masyarakat Indonesia. Yuk cek.

Awas jangan punya kartu kredit, bahaya!

Pemahaman ini mungkin paling banyak diterima masyarakat selama ini. Mereka mengira kartu kredit adalah sumber ‘malapetaka’ keuangan mereka yang bakal bikin boncos setiap bulannya.

Padahal, kartu kredit tidak memberikan efek bahaya sama sekali selama para pemiliknya menggunakan kartu sakti tersebut secara bijak dan baik. Malahan lewat kartu itu bisa memberikan keuntungan bagi Anda.

Misalnya, untuk kartu kredit tertentu Anda bisa memanfaatkan diskon, promo hingga cashback saat belanja di supermarket, restoran, hotel atau pun untuk transaksi lainnya.

(Baca juga: Alasan Mengapa Tarik Tunai Kartu Kredit Sebaiknya Dihindari)
Menjadi pribadi konsumtif

Tentu Anda juga sering mendengar jika ada saudara, teman, atau kerabat yang melarang Anda untuk jangan pernah memiliki kartu digital tersebut. Alasannya, kartu tersebut mendidik Anda menjadi pribadi konsumtif. Benarkah demikian?

Sebetulnya tidak ada yang salah dengannya. Jika seseorang merasa saat memiliki kartu kredit kemudian menjadi boros dan sering belanja ini dan itu, maka yang salah adalah pribadinya sendiri.

Jika memang Anda merasa tidak perlu berbelanja apapun meski memegang sejumlah kartu, ya sebaiknya tidak usah belanja. Kecuali memang Anda sangat butuh untuk belanja barang tertentu.

(Baca juga: 6 Jurus Mengatasi Tagihan Kartu Kredit Menunggak)
Kartu pengganti utang

Banyak orang menganggap bahwa kartu kredit adalah kartu utang yang bisa digunakan kapan saja ketika Anda tidak memiliki dana tunai. Salah kaprah pemahaman ini masih tetap dipercaya banyak orang hingga saat ini.

Padahal, kartu tersebut hampir mirip dengan kartu debit yang bisa digunakan saat transaksi tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Bedanya jika kartu debit bisa digunakan untuk transaksi dengan syarat harus ada uang tersedia di rekening.

Sementara credit card bisa melakukan transasksi dengan dibayarkan setelah hasil transaksi digunakan. Yang harus menjadi catatan, pengguna kartu kredit tidak akan dikenakan bunga selama pembayarannya tepat waktu.

Sebaliknya, jika telat bayar maka pengguna akan dibebankan bunga dengan besaran yang telah disepakati.

Hanya bisa dimiliki oleh pekerja tetap

Siapa bilang kartu kredit hanya bisa dimiliki oleh mereka yang punya pekerjaan tetap saja? Ya, salah kaprah pemahaman ini juga begitu marak di tengah masyarakat.

Padahal, seorang wirausaha hingga pekerja paruh waktu atau freelance pun bisa memiliki kartu kredit sebagai alat transaksi non tunai mereka.

Jangan salah, para freelance saat ini banyak mendapatkan job dari luar negeri dengan sistem pembayaran menggunakan paypal. Nah, untuk verifikasi paypal biasanya butuh kartu kredit. Jadi, pemilik kartu bukan hanya mereka yang punya pekerjaan tetap saja.

(Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dilakukan Saat Kartu Kredit Hilang)
Tidak sesulit yang dibayangkan

Salah satu alasan orang malas membuat kartu kredit karena proses pembuatannya dianggap ribet dan sulit. Nah, ini adalah salah kaprah berikutnya. Padahal selama Anda memenuhi semua persyaratan, maka pembuatannya tidak sesulit yang dibayangkan.

Namun, jika Anda berencana mengajukan pembuatan kartu sakti tersebut, Anda memang akan banyak ditanya terkait kondisi keuangan hingga penghasilan Anda untuk menjadi patokan penerbitan kartu.

Secara umum, tidak ada yang sulit saat proses pembuatan kartu digital itu. Anda bisa mengajukan dengan datang langsung ke penerbit dan juga bisa mengajukan secara online.

Nah, jika Anda tidak mau ribet, Anda bisa mengakses CekAja.com untuk mengajukan kartu kredit dengan banyak pilihannya sesuai keinginan Anda. Yuk langsung aja ajukan kartu kredit Anda di CekAja.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami