Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

5 Tanda Kamu Sedang Hadapi Bencana Finansial

by Ariesta on 27 Juli, 2016

bencana finansial _ kartu kredit - CekAja.com

Masalah finansial yang kecil bisa berkembang jadi besar. Awalnya, kamu meminjam uang untuk melakukan pembelian atau memakai kartu kredit saat belum gajian. Tanpa kamu sadari, utangmu semakin menumpuk.

Dalam situasi ini, masih banyak orang yang menyangkal bahwa mereka memiliki masalah dalam mengelola uang. Meski demikian, bersikap tidak peduli justru membuat situasi makim buruk. Siapa juga yang mau ditagih debt collector. Hiiii… takut!

Sebelum terlambat, sadari dulu tanda-tanda bahwa kamu sedang menghadapi bencana finansial.

Hidup bergantung dari gajian ke gajian lain

Saat gajian terasa sangat membahagiaakan. Sedangkan tanggal tua terasa menyengsarakan sampai-sampai perut keruyukan karena tidak punya uang. Jangankan untuk menabung, kamu mengeluh, untuk makan saja susah. Padahal saat baru gajian hobinya foya-foya dan makan enak.

Kalau hidupmu bergantung pada gaji tanpa ada pemasukan tambahan, segera ubah kebiasaan boros sebelum krisis datang. Pola boros ini tidak memungkinkan kamu menabung atau punya dana darurat. (Baca juga: Gaji Selalu Habis Sebelum Akhir Bulan, Pakai Trik Menabung Ini)

Debt collector mulai mencarimu, yang jelas bukan untuk ngajak kenalan

Mengabaikan tagihan yang datang tidak akan membuat tagihanmu berkurang. Justru tagihanmu malah semakin berbunga. Bunga kartu kredit dengan pembayaran minimum saja sudah cukup besar jika pembelanjaan pun mencapai jutaan, apalagi tagihan yang tidak dibayar-bayar.

Kamu pasti tidak ingin jadi Rebecca Bloomwood dalam film Confession of Shopaholic yang kemanapun selalu diikuti debt collector bukan? Reputasinya jadi hancur gara-gara tukang tagih utang. Hidup pun jadi tidak tenang. Jadi, jangan buang amplop tagihan ke tempat sampah. Segera cari cara melunasi sebelum debt collector bilang, “hai.”

Sering bohong soal uang

Apakah kamu sering belanja sembunyi-sembunyi pasangan? Atau bahkan kamu sengaja bohong soal gajimu pada pasangan? Kebiasaan main kucing-kucingan ini, apalagi kalau kamu sudah berkeluarga, selain mengundang bencana finansial juga bisa  menjadi bencana pernikahan lho. Berdasarkan sebuah studi, uang adalah penyebab perceraian utama.

Mungkin masalahnya ada pada dirimu sendiri. Misalnya saat keuangan keluarga sedang pas-pasan, kamu malah beli tas baru yang harganya mahal karena tergoda diskon. Sebaliknya kamu tidak perlu bohong jika kondisi finansial baik-baik saja.

Kamu sering meminjam uang dari teman dan kerabat

Kalau akhir-akhir ini kamu sering pinjam uang ke teman dan keluarga dengan alasan tidak punya uang, ini merupakan tanda awal kalau finansialmu sedang bermasalah. Kalau punya uang, untuk apa pinjam ke orang lain? (Baca juga: 8 Alasan Kamu Selalu Gagal Ketika Nagih Utang ke Teman)

Karena utang setitik, hubungan pertemanan dan kekeluargaan bisa rusak sebelangga lho. Karenana kalau utangmu tergolong besar, ajukan saja kepada bank melalui pihak ketiga terpercaya seperti Cekaja.com. Prosesnya mudah, bunganya juga murah.

Kamu bergantung sepenuhnya pada kartu kredit

Ambil barangnya, bayar belakangan. Kartu kredit memang memudahkan  transaksi belanja. Akumulasi poinnya juga bisa ditukar beragam hadiah menarik. Tapi kalau terlalu bergantung dalam penggunaan kartu kredit bahkan untuk pembelian kecil dan selalu membayar setelah jatuh tempo, tandanya kamu kurang bisa mengelola finansial.

Apalagi kalau kamu punya pola pikir gesek dulu, urusan bayar tergantung nanti. Tapi kamu harus ingat, kartu kredit bukanlah uang tambahan. Karena itu, jika kamu selalu kaget setiap menerima tagihan kartu kredit, saatnya mengevaluasi kebiasaan menggesek kartu kredit.

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami