Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

6 Cara Melek Finansial Biar Gak Terjebak Utang Pinjol Ilegal

by Anes Saputra on 6 Maret, 2020

Belajar soal keuangan tidak harus menunggu sampai memiliki penghasilan sendiri, justru akan lebih baik jika kamu melek finansial sejak dini. Banyaknya kasus masyarakat Indonesia yang terjebak jerat utang pinjaman online (pinjol) ilegal, umumnya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan mereka tentang produk keuangan.

Padahal untuk mengetahui layanan pinjol yang resmi dan aman untuk digunakan sangat gampang kok. Salah satu caranya adalah dengan mencari tahu apakah perusahaan tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak.

Salah satu pinjol yang aman untuk digunakan adalah Cairin, yang sudah mengantongi izin dari OJK lewat Surat Tanda Berizin/Terdaftar Nomor S-216/NB.213/2019.

Izin tersebut resmi dikeluarkan OJK pada tanggal 8 April 2019 untuk perusahaan PT Idana Solusi Sejahtera dengan jenis usaha konvensional.

Dengan demikian, keamanan dan privasimu dalam melakukan pinjaman di Cairin pun terjamin. Seandainya ada masalah yang merugikan nasabah di kemudian hari, OJK bisa melakukan investigasi dan meminta pertanggungjawaban dari pihak Cairin, bahkan dari pihak Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Sebab, fintech yang memperoleh izin dari OJK harus menjadi anggota asosiasi serta harus tunduk pada aturan yang ada.

Kondisi keuangan lebih sehat

Nah, orang-orang yang sudah belajar soal keuangan sejak dini terbukti memiliki kondisi keuangan yang lebih sehat dibandingkan mereka yang baru belajar mengelola uang saat sudah dewasa.

Utang yang menumpuk, simpanan yang sangat sedikit padahal penghasilan besar, atau tidak mampu membayar tagihan, dan masalah lainnya bisa disebabkan oleh minimnya pengetahuan dalam hal finansial.

Ingatlah selalu bahwa seberapapun banyak uang yang kamu miliki, jika tidak dikelola dengan benar maka kamu akan tetap merasa kekurangan. Sebaliknya, meski pendapatan pas-pasan jika diatur dengan tepat pasti akan cukup. 

Sudah mulai sadar kan betapa pentingnya melek finansial sejak dini? Nah, kamu tidak perlu sekolah khusus untuk paham soal mengelola keuangan. Coba lakukan beberapa cara sederhana ini saja:

  1. Membaca buku 

Melek finansial tidak hanya sebatas tahu bagaimana jumlah proporsional antara pengeluaran dan pemasukan. Kamu juga tentang menyimpan uang, mengelola kartu kredit dan jumlah cicilan, bahkan paham soal cara berinvestasi dengan uang yang dimiliki. 

Untuk mulai memahami semua hal itu, kamu bisa baca buku. Sediakan waktu setidaknya 1-2 jam dalam seminggu untuk membaca buku tentang pengelolaan uang, investasi, dan sejenisnya.

Baca buku dianggap lebih mudah dan murah terutama bagi kamu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau sejenisnya. Belajar untuk kepentingan sendiri tentu tidak akan merugikan apalagi buang waktu. Jadi, jangan malas ya.

  1. Membaca majalah atau artikel di internet

Di saat kamu sedang luang, tidak ada salahnya membaca soal masalah keuangan di internet. Saat ini ada banyak sekali situs yang menyediakan pendidikan keuangan pribadi yang dikemas dengan cara yang lebih menarik, tidak membosankan, dan yang terpenting tidak membuat pusing.

Materi digital tersebut disediakan oleh kaum milenial yang tentu saja membuat kamu merasa lebih nyaman dan mudah memahaminya. Biasanya pembahasannya akan cocok dengan masalah yang kamu alami sehari-hari.

(Baca juga: Cairin, Aplikasi Pinjol yang Transfer Dana Lewat 4 Langkah Mudah)

Kamu bisa belajar dari cerita dan pengalaman orang lain di media sosial atau internet untuk kemudian diterapkan dalam hidupmu sendiri. Kamu bahkan bisa saling bertukar info dan tips. 

  1. Pakai aplikasi manajemen finansial

Di era digital ini kita sangat dibantu dalam banyak hal termasuk dalam pengelolaan keuangan. Ada banyak aplikasi gratis yang mudah digunakan dan bisa membantu kamu menghitung dan melihat pemasukan maupun pengeluaran. 

Lewat bantuan berbagai fitur dalam aplikasi itu, kamu bisa memantau kondisi keuangan. Kamu bahkan bisa belajar banyak hal karena ada beberapa yang menyediakan materi terkait finansial.

  1. Mendengarkan podcast soal keuangan

Harus diakui tidak semua orang suka dan betah membaca. Sebagai alternatif saat ini sudah ada yang namanya podcast. Kamu bisa mendengarkan dan mendapatkan ilmu dari berbagai podcast tentang keuangan. 

Pilihan ini juga bagus untuk kamu yang sangat sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk diam dan membaca. Dengan adanya podcast, kamu bisa mendengarkan pengetahuan baru sambil melakukan hal lain.

Podcast soal keuangan sendiri durasinya sangat beragam. Ada yang durasinya 10 menit sampai satu jam. Nah, podcast yang panjang biasanya akan menjelaskan info yang lebih mendalam dan detail.

Salah satu podcast keuangan yang bisa kamu dengarkan, adalah CePot atau CekAja Podcast. CePot dirilis CekAja.com di bulan Maret 2020 ini, yang akan mengupas berbagai hobi yang terbukti bisa menghasilkan uang bagi pelakunya.

CePot memiliki konsep obrolan santai antara host dengan narasumber yang dijamin seru dan tidak membosankan!

Penasaran seperti apa CePot? Langsung klik aja tautan berikut: https://open.spotify.com/show/07PWTezYvP7HcVlONXe9gj?si=jZu2rUeUSZGCWmoXpQYJYw.

  1. Belajar matematika

Jika kita bicara soal keuangan tentu tidak akan bisa dipisahkan dengan yang namanya perhitungan dan matematika. Sebenci apapun kamu dengan matematika, kamu tetap tidak bisa menghindarinya jika ingin lebih jago dalam keuangan. 

Kamu tidak harus menggunakan rumus yang rumit tapi setidaknya kamu paham matematika dasar. Itu akan mempermudah kamu dalam mengelola keuangan ataupun pada saat menghitung investasi dan keuntungannya. 

(Baca juga: Cara Pinjam Dana Cepat Lewat Cairin.id yang Aman dan Terdaftar OJK)

Oh iya, kamu tidak usah membayangkan akan menambah atau mengurangi angka besar dengan coretan di kertas. Kamu bisa memanfaatkan spreadsheet supaya perhitungan lebih akurat dan minim kesalahan. 

  1. Tinggalkan consumer mentality

Sejujurnya ini bukan masalah satu atau dua orang saja, ini adalah masalah sebagian besar orang di dunia ini. Kita memiliki consumer mentality yang sangat kuat karena kemana pun kita pergi kita selalu disuguhi dengan berbagai iklan dan promosi menarik yang siap menggoyahkan dompet dan tabungan. 

Hal berbeda akan kamu rasakan jika kamu sudah melek finansial sejak awal. Kamu mungkin masih punya keinginan untuk tergoda membeli ini itu tapi tidak akan sebanyak mereka yang masih buta akan pengetahuan finansial

Jika saat ini kamu masih ada di fase memiliki consumer mentality level atas, coba perlahan belajar soal pengelolaan keuangan. Lama-lama kamu akan menyadari dan tidak mau lagi tergiur dengan promosi yang ditawarkan. 

Jika kamu sudah sangat fasih dan paham soal keuangan, ada kemungkinan kamu akan mengubah consumer mentality jadi investor mentality. Kamu tentu tahu dong bedanya apa? Ya, yang satu akan cenderung menghabiskan uang sedangkan yang satunya akan menghasilkan uang. Kira-kira kamu lebih suka yang mana? 

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke