Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

6 Fakta Dibalik Penutupan Penerbangan dari China Akibat Corona

by Gentur Putro Jati on 3 Februari, 2020

Pemerintah Indonesia bakal melarang penerbangan dari dan menuju kota-kota di China, imbas dari merebaknya wabah Virus Corona dalam beberapa pekan terakhir. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (2/2) lalu.

Ini 5 Tips Memilih Maskapai Penerbangan yang aman dan nyaman

Setidaknya ada 6 fakta yang dapat menjelaskan mengapa pemerintah akhirnya mengambil tindakan tegas tersebut. Disarikan dari laman Sekretariat Kabinet, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Perhubungan, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, pembatalan semua penerbangan dari China ke Indonesia atau sebaliknya akan berlaku mulai Rabu (5/2), pukul 00.00 WIB.  

“Semua pendatang yang tiba dari mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia,” ujar Retno Marsudi.

Ia menambahkan, situasi penyebaran Virus Corona bukanlah situasi normal. Oleh karena itu, ia menghendaki kebijakan tersebut dijalankan dengan disiplin, termasuk dalam urusan menjalankan protokol kesehatan bagi kru pesawat dan para penumpang dari negara-negara terdampak Corona.

2. Fasilitas bebas visa dihentikan sementara

Tidak cuma melarang semua penerbangan antar ke dua negara, Pemerintah Indonesia menurutnya juga menghentikan sementara kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara China yang ingin bepergian ke Indonesia.

“Pemerintah juga meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China,” tegas Retno Marsudi.

3. Melindungi masyarakat Indonesia

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, sebagai regulator urusan transportasi udara di Indonesia menjelaskan keputusan pemerintah untuk menutup penerbangan dari dan menuju China menyusul peningkatan skala epidemik Virus Corona, dan status darurat global yang telah ditetapkan World Health Organization (WHO).

“Akhirnya dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) diputuskan melakukan penundaan penerbangan sementara sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Tujuannya untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular, mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara yang erat kaitannya dengan keluar masuknya penumpang internasional,” tegas Budi Karya Sumadi.

4. Larangan penerbangan langsung maupun transit

Dengan keputusan ini, seluruh maskapai Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangannya sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Demikian pula maskapai asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

(Baca juga: Produksi Tesla Model 3 di China Terganggu Virus Corona)

“Pemerintah meminta maskapai nasional maupun asing untuk mempersiapkan diri dengan tetap mengutamakan kepentingan konsumen dan menyampaikan rencana penundaan sedini mungkin sesuai prosedur yang berlaku agar kerugian penumpang dapat diminimalisir,” kata Budi Karya Sumadi.

Saat ini Kementerian Perhubungan mencatat ada lima maskapai nasional yang mengoperasikan penerbangan ke China, yaitu : Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air dan Sriwijaya Air.

5. Imbas ke kunjungan wisatawan asal China

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio memperkirakan larangan sementara penerbangan dari dan menuju China akan berimbas pada penurunan jumlah wisatawan asing asal China.

Wishnutama mencatat, jumlah wisatawan asal Kota Wuhan yang menjadi pusat penyebaran Virus Corona ada sebanyak 50.000-an orang sepanjang tahun lalu.

“Tapi kan kita tidak bisa bicara wisatawan dari kota itu sendiri. Pengaruhnya dari yang lain-lain pasti ada,” katanya.

Ia menyebut hingga kini belum ada data mengenai dampak penurunan kunjungan turis dari China karena Virus Corona. Namun Kementerian Parekraf mengantisipasi dengan membidik potensi wisatawan dari negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat

Menurut mantan bos Net TV tersebut, preferensi tertinggi orang asing untuk datang ke Indonesia justru datang dari dua negara tersebut.

“Ternyata yang paling besar itu nomor satu Australia, nomor dua dari Amerika, kalau berdasarkan machine learning yang kita pelajari,” ujar Wishnutama.

6. Pulangkan 243 WNI dari Wuhan

Keputusan Pemerintah Indonesia menutup akses penerbangan dari dan menuju China ditetapkan, setelah berhasil memulangkan 243 orang Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2 Februari 2020. Mereka terdiri dari 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, satu WNA dengan suami WNI, serta lima anggota Tim Aju KBRI Beijing. Saat ini seluruh penumpang telah tiba dengan selamat di Natuna. 

Sesuai protokol kesehatan, seluruh penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan berlapis baik yang dilakukan otoritas kesehatan China maupun Tim Dokter Indonesia di Bandara Internasional Wuhan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dalam keadaan sehat.

(Baca juga: Fakta-Fakta Evakuasi WNI dari Wuhan, Sempat Ditolak Natuna!)

Saat transit di Batam dan sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU, seluruh penumpang kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam dan dinyatakan seluruhnya dalam kondisi sehat.

Pada proses menjelang kepulangan, terdapat empat WNI yang memilih untuk tetap tinggal di China karena alasan keluarga dan tiga WNI tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang. KBRI Beijing terus menjalin komunikasi dengan ketiga WNI tersebut dan berkoordinasi dengan pihak asrama universitas serta otoritas China untuk memastikan kondisi dan kebutuhan yang mereka perlukan. Kemlu juga telah menghubungi keluarga masing-masing di Indonesia.

Setiba di Natuna, para penumpang menjalani proses observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad. Kementerian Kesehatan, TNI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah menyiapkan fasilitas umum dan kesehatan untuk keamanan dan kenyamanan bersama.

Virus Corona memang dahsyat ya. Agar terhindari dari risiko terjangkit wabah penyakit yang berbahaya, mulai lakukan pola hidup sehat dan beristirahat serta berolahraga yang cukup.

Tidak ada salahnya juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih dan ajukan lewat CekAja.com secara mudah dan terpercaya.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum