Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

6 Konglomerat yang Bayar Pajaknya Selangit, Siapa Saja?

by Tisyrin N. T on 15 Maret, 2019

Memasuki bulan Maret, kamu sudah lapor pajak atau belum? Akhir Maret merupakan batas laporan pajak penghasilan bagi orang pribadi. Nah, tahukah kamu siapa saja konglomerat yang tercatat menyumbang pajak terbesar di negeri ini?

bisnis suskes _ kredit tanpa agunan - CekAja.com

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan belum lama ini memberikan penghargaan kepada 30 pembayar pajak terbesar 2018. Negara berhasil mengumpulkan hingga Rp418,73 triliun dari para pembayar pajak terbesar. Jumlah sebanyak itu menyumbang 31,8 persen terhadap total penerimaan pajak 2018 yang mencapai Rp1.315,9 triliun.

Sebanyak 24 diantaranya adalah wajib pajak badan usaha, sedang 6 lainnya merupakan wajib pajak orang pribadi. Mereka rata-rata membayar pajak lebih dari Rp1 triliun per tahun, wow!

Dari 6 penyumbang pajak terbesar untuk kalangan wajib pajak orang pribadi, 3 diantaranya merupakan nama-nama yang termasuk orang terkaya dunia versi Forbes 2019. Mereka adalah Alexander Tedja, Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja, serta Theodore Permadi Rachmat. Inilah daftar 6 nama yang menyumbang pajak terbesar 2018:

1. Arifin Panigoro

Arifin Panigoro adalah pendiri dan pemilik Medco yang kini telah menjadi perusahaan energi raksasa. Kesuksesannya gak datang secara instan. Sejak masih bocah, dia sudah biasa bekerja dengan membantu ayahnya di toko. Saat kuliah, dia juga menjajal pekerjaan sampingan.

Sebelum jadi kaya raya, salah satu pekerjaan yang pernah dia lakoni yaitu memasang instalasi listrik dari rumah ke rumah. Nah, ketika minyak bumi jadi komoditas primadona pada 1980-an, Arifin mendirikan Medco. Di tahun 1994, Medco sukses jadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran saham perdana.

(Baca juga: Warga Jabar Bisa Bayar Pajak Kendaraan di Minimarket dan Marketplace Online)
2. Alexander Tedja

Alexander Tedja masuk daftar orang terkaya dunia 2019 versi Forbes dengan kekayaan 1,6 miliar dolar Amerika Serikat. Pria ini bisa kaya raya berkat bisnisnya yang mengular di bidang properti lewat bendera Pakuwon Jati.

Dia memiliki sejumlah mal seperti Kota Kasablanka, Blok M Plaza, serta Gandaria City di Jakarta. Mal lain miliknya termasuk Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall di Surabaya. Alexander juga mendirikan hotel seperti Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Four Points By Sheraton Surabaya, dan Sheraton Grand Jakarta Gandaria City.

Wah, mantap bukan? Belum lagi, proyek lainnya yang mencakup hunian hingga perkantoran yang bikin kantongnya makin tebal. Pantas, pajaknya selangit ya!

3. Budi Purnomo Hadisurjo

Nama Optik Melawai tentu gak asing lagi di telingamu bukan? Apalagi buat kamu pengguna kacamata. Selain menawarkan pelayanan yang berbeda dari optik biasa, optik yang satu ini juga tak mau tergerus zaman dengan menghadirkan layanan belanja online.

Di gerai Optik Melawai, pelanggan akan lebih leluasa mengambil sendiri dan mencoba kacamata incaran. Dengan begitu, optik ini mengedepankan pengalaman dan kepuasan pelanggan. Gak heran jika gerainya kini sudah mencapai ratusan di seluruh Indonesia.

Nah, orang dibalik kesuksesan Optik Melawai juga turut jadi penyumbang pajak terbesar. Dia adalah pendiri Optik Melawai Budi Purnomo Hadisurjo. Pria ini mulai membangun Optik Melawai sejak tahun 1981. Namanya terinspirasi dari daerah Melawai di Jakarta Selatan, yang merupakan lokasi pertama gerai optik tersebut berdiri.

(Baca juga: Cara Mudah Lapor SPT Pajak Lewat DJP Online)
4. Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir adalah pendiri dan CEO Adaro Energy. Nah, jika selama ini bisnis batu bara merupakan bisnis yang kepemilikannya banyak dikuasai asing, melalui Adaro, Garibaldi Thohir terbilang berhasil jadi tuan rumah di negara sendiri.

Pada tahun 2017, dia masuk ke dalam daftar terkaya Indonesia versi Forbes di urutan 23. Total kekayaannya saat itu mencapai 1,41 miliar juta dolar AS. Atau, jika dirupiahkan setara dengan Rp19,03 triliun. Pantas pajak yang dia sumbangkan gak kira-kira!

5. Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Raden Eddy Kusnadi Sariaatmadja tahun ini masuk ke dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. Jumlah kekayaannya mencapai 1,3 miliar dolar AS. Tentu saja, pajak yang dia sumbangkan ke negara jumlahnya sangat besar.

Eddy memulai bisnisnya sendiri pada tahun 1983 di usia yang masih belia. Kala itu, dia baru saja selesai mengenyam pendidikan dan mendirikan PT Elang Mahkota Teknologi Komputer. Perusahaan itu kian sukses dan berubah nama pada 1997.

PT Elang Mahkota Teknologi Komputer berubah jadi PT Elang Mahkota Teknologi Indonesia alias Emtek dan bidang usahanya terus meluas.  Kini, berkat Emtek, Eddy bisa diberi julukan “raja media” karena merajai bisnis televisi mulai dari SCTV, O’Channel, hingga Indosiar.  Dia juga mendirikan rumah produksi Screenplay Productions.

(Baca juga: Jangan Julid, 21 Orang Tua Indonesia Ini Masuk Golongan Tajir Melintir Sedunia)
6. Theodore Permadi Rachmat

Theodore Permadi Rachmat juga masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes 2019. Kekayaannya mencapai 1,7 miliar dolar AS. Dia mampu mengumpulkan kekayaan dari Triputra Group yang bergerak di bidang batu bara, perdagangan, agribisnis, karet olahan, perdagangan, dan sebagainya.

Percaya gak kamu kalau pria ini memulai karier sebagai salesman di Astra di usia 25 tahun? Setelah belasan tahun, barulah dia diangkat jadi CEO Astra di usia 45 tahun. Setelah sukses dengan kariernya itu, dia mendirikan Triputra Group.

Kamu terinspirasi untuk bisa sukses seperti mereka? Kamu bisa memulainya dengan berbisnis. Intip CekAja.com untuk mendapatkan informasi berbagai produk finansial yang akan mendukung bisnismu.

 

 

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami