Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

6 Mentalitas yang Bikin Kamu Awet Miskin

by Anes Saputra on 11 Maret, 2020

Apakah kamu tahu kunci keberhasilan secara finansial? Kuncinya terletak pada cara pandang dan mentalitas kamu terhadap uang. Banyak orang yang sebenarnya sudah memiliki penghasilan besar tapi kondisi finansialnya tidak stabil karena mentalitasnya tidak diperbaiki.

Setelah diamati, setidaknya ada beberapa mentalitas dasar yang memberikan dampak besar terhadap lambatnya proses perbaikan finasial seseorang. Kamu harus mengetahui mentalitas tersebut agar tahu juga cara untuk mengatasinya.

Berikut adalah 6 mentalitas yang dapat menjebak kamu dalam kondisi finasial yang buruk dan cara supaya kamu bisa segera keluar dari jebakan ini. Semoga bisa membantu kamu ya.

  1. Hanya hidup untuk sekarang

Akan sangat sulit membuat uang kamu bertambah jika kamu hanya fokus pada hal yang paling mudah dan paling menarik sekarang ini. Contohnya saja, akan lebih mudah dan nikmat ketika kamu bisa membeli kopi kekinian daripada repot membuatnya sendiri di rumah. Kamu mungkin juga akan merasa lebih keren jika bisa membeli smartphone paling canggih yang baru dirilis minggu ini.  

Apakah kamu menyadari pada saat kamu melakukan hal yang dicontohkan di atas, sebenarnya kamu sedang memperlama masa kemiskinanmu. Jika kamu bisa menahan diri dari godaan jajan kopi atau beli ponsel baru, uang yang kamu miliki bisa digunakan untuk investasi atau masuk ke rekening dana darurat.

Dengan melakukan investasi atau menambah jumlah dana darurat, kamu tidak akan mengalami kerugian. Sewaktu-waktu kamu mengalami kecelakaan, masalah kesehatan, atau butuh dana mendadak, kamu tidak harus stres mencari pinjaman. Kamu sudah memiliki dana yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mendadak.

  1. Mudah tertipu harga murah

Untuk berhemat tidak berarti kamu harus membeli semua barang yang harganya paling murah. Itu bukanlah sebuah prinsip yang bijak dan menguntungkan secara finansial.

Daripada hanya fokus pada harga, lebih baik mempertimbangkan soal kualitas dan nilainya secara keseluruhan. Akan lebih baik mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli benda yang awet satu hingga dua tahun, dibandingkan membeli barang murah yang akan rusak setelah satu atau dua kali pakai.

(Baca juga: Jurus Anti Miskin Buat Anak Kost!)

Hal itu juga berlaku dalam hal membeli makanan. Daripada hanya membeli makanan cepat saji atau junk food yang murah, lebih baik makan makanan yang sehat dengan biaya sedikit lebih mahal.

Jika kamu terus-terusan makan sembarangan asal murah, pada akhirnya uangmu hanya akan habis untuk biaya ke rumah sakit. Lebih baik mengeluarkan uang agak banyak untuk makan tapi tidak akan mengeluarkan biaya rumah sakit.

Untuk melindungi diri dan keluarga dari berbagai risiko kesehatan, miliki asuransi kesehatan yang bisa kamu pilih dan ajukan lewat CekAja.com.

  1. Hidup mewah melebihi kemampuan

Berhenti mengatakan ke diri sendiri bahwa kamu layak mendapatkan barang mahal yang tidak mampu kamu beli. Ingatkan dirimu bahwa kamu layak hidup di mana kamu tidak harus bekerja keras sampai usia 80 tahun hanya untuk membayar semua utang dan kebutuhan sehari-hari.

Daripada kamu terus-terusan mengandalkan kartu kredit untuk membeli barang-barang yang mahal yang tidak mampu kamu beli secara kontan, lebih baik kamu menabung. Ya, tabunglah uang sedikit demi sedikit sampai uangmu cukup untuk membeli apa yang kamu inginkan.

  1. Tidak membuat catatan pengeluaran

Banyak orang yang sebenarnya berpenghasilan besar tapi uangnya entah kemana, tidak ada tabungan atau investasi apapun. Semuanya hilang tanpa bekas.

Apakah kamu mengalami hal yang demikian? Mungkin karena selama ini kamu tidak memiliki catatan pengeluaran. Kamu juga tidak memiliki sistem budgeting.

Pokoknya selagi masih ada saldo dan uang di dompet, beli apa saja yang diinginkan tanpa mempertimbangkan apapun. Padahal itu adalah faktor utama yang membuat finansialmu memburuk.

Mulai sekarang, kamu harus membuat budgeting yang jelas. Catat pemasukan, pengeluaran, dan berapa dana yang akan kamu simpan dan masuk ke dana darurat. Jika tidak bisa melakukannya secara manual, gunakan aplikasi digital untuk membantu.

  1. Tidak memperhitungkan pajak

Memperhitungkan pajak ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan finasialmu. Orang dengan mentalitas yang buruk akan cenderung mengabaikan jumlah pajak yang harus dibayarkan. Padahal perencanaan pajak sangatlah signifikan dalam perencanaan keuangan.

(Baca juga: Awas, Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Miskin!)

Misalnya saja saat kamu akan berpindah tempat tinggal. Pikirkan dan perhitungkan soal perubahan pajak dan biaya yang akan dibutuhkan dalam perpindahan tersebut. Pertimbangkan apakah biayanya akan membengkak atau ada cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.

  1. Tidak upgrade diri sendiri

Di luar faktor pengaturan keuangan, ada hal lain yang membuat kamu sulit berkembang secara finansial yakni kamu tidak mau menambahkan ‘nilai jual’ dirimu sendiri. Saat orang lain belajar banyak hal, menambah ilmu dan pengetahuan, kamu bertahan dengan apa yang kamu miliki.

Padahal jika kamu menambah nilai dirimu, tentu itu akan membuat orang lain mau membayar lebih untuk jasa dan kemampuanmu. Dengan begitu, pemasukanmu juga akan naik juga.

Apakah kamu masih memiliki mentalitas di atas? Jika iya, mari kita ubah supaya lebih baik lagi. Ingatkan diri sendiri bahwa cara untuk bisa membiayai dirimu di masa depan adalah dengan merencanakan keuangan dari sekarang.

Jangan sampai kamu nanti harus tetap bekerja padahal orang seusiamu sudah pensiun. Jangan sampai juga kamu terus terjebak pada utang pinjaman padahal pemasukan sudah lumayan. 

Dapatkan beragam tips pengelolaan uang yang bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke