Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

7 Alasan Kuat untuk Bikin Surat Resign Cepat-cepat

by Kartika Ratnasari on 3 October, 2017

 alasan resign

Banyak contoh pertimbangan dan alasan karyawan untuk akhirnya membuat surat resign atau pengunduran diri dari sebuah perusahaan. Beberapa bahkan tak berpikir dua kali.

Berhenti dari sebuah pekerjaan bukan keputusan yang mudah untuk diambil. Bukan sekadar terlintas dalam pikiran untuk resign, kemudian mengajukan surat resign kepada atasan?

Apalagi bagi kita yang masih belum siap dengan alasan-alasan untuk menjamin hidup kedepan. Pasalnya, selain membutuhkan pemasukan rutin untuk membiayai sejumlah tanggungan, mencari pekerjaan baru bukanlah perkara gampang.

Karena itu sebelum resign dari pekerjaan, pastikan terlebih dahulu bahwa kita betul-betul ingin keluar. Alasan-alasan seperti membenci pekerjaan atau lingkungan kantor bukan hal yang cukup kuat untuk membuat kita harus resign. Apalagi jika tidak ada pekerjaan sampingan yang jadi sumber pemasukan cadangan.

Miliki alasan berhenti kerja yang logis

Kalimat di atas bukanlah hal yang bisa ditawar. Bagaimanapun, berhenti bekerja butuh pemikiran logis dan matang.

Namun ada keadaan dimana resign adalah satu-satunya pilihan. Jika berada dalam kondisi seperti ini, sebaiknya tak perlu lagi ada pikiran-pikiran galau seperti, “Apakah keputusan untuk resign sudah tepat, atau hanya berdasarkan emosi semata?”

Agar tidak ragu, catat dan coba kenali kondisi-kondisi di bawah ini. Karena bila satu alasan terjadi, maka itu tandanya kita harus segera mengajukan surat resign dengan cepat.

1. Sudah ada pekerjaan baru yang lebih baik

Salah satu alasan resign yang paling kuat adalah adanya tawaran pekerjaan baru. Akan lebih baik jika pekerjaan tersebut memberikan keuntungan lebih banyak dibanding sebelumnya.  Misalnya dari faktor gaji, tunjangan, hingga jenjang karier yang lebih jelas.

Apalagi jika tempat kita bekerja selama ini tidak memberikan penawaran bagus meski kita sudah lama berada di perusahaan tersebut dan memiliki performa yang baik.  Sebelum mengajukan surat resign, pastikan bahwa kita akan lebih diuntungkan di perusahaan baru.

2. Semakin sibuk tapi gaji tak kunjung bertambah

Pekerjaan tambahan di luar tanggung jawab memang baik untuk menambah keahlian kita. Namun satu hal yang harus diingat, setiap usaha kita untuk memajukan perusahaan harus dihargai.

Ketika kesibukan kerja yang terus bertambah berbanding terbalik dengan penghasilan yang didapat,  artinya sudah saatnya mencari kantor yang lebih mengapresiasi karyawannya.

3. Stres setiap saat

Stres bukan sekadar mengganggu kejiwaan. Stres juga bisa membuat kondisi fisik terganggu. Mulai dari sistem kekebalan tubuh melemah, tekanan darah meningkat, hingga masalah jantung. Karena hidup hanya berlangsung satu kali, maka stres karena pekerjaan tidak akan sebanding dengan risiko yang didapatkan.

Jika kita mulai sakit-sakitan akibat stres, paling-paling kantor tempat kita bekerja hanya mengganti biaya pengobatan dengan asuransi. Tak sepadan bukan dengan pengorbanan yang diberikan?

Maka dari itu jika sudah merasakan stres berkepanjangan, tak ada lagi alasan untuk menunda resign. Sebab hal ini tentu akan berpengaruh pada motivasi kerja. Karena itu sebaiknya segera cari tempat kerja baru.

4. Penghasilan dari berbisnis lebih menjanjikan

Bekerja kantoran bukanlah satu-satunya jalan untuk mencari sumber pemasukan. Apalagi kini semakin banyak cara mudah untuk menjadi seorang pebisnis. Tak jarang pula pendapatan dari berbisnis lebih menguntungkan.

Apabila sudah memiliki modal dan prospek bisnis yang dijalani menguntungkan, sebaiknya fokus untuk menjadi pengusaha. Selain waktu yang lebih fleksibel, kita bisa menjadi bos untuk diri sendiri.

5. Tak lagi diinginkan oleh perusahaan

Dulu pendapat kita bernilai dan berpengaruh dalam mengambil keputusan. Sekarang, bahkan setiap ucapan tak lagi diperlukan atau bahkan dihiraukan. Dulu kita terlibat dalam rapat penting atau bertemu dengan klien. Kini, kita hanya berada di balik meja kerja.

Sadar atau tidak, hal-hal tersebut merupakan pertanda bahwa perusahaan siap untuk melepas kita. Jika setiap kehadiran terasa tak lagi diinginkan, sudah saatnya untuk pindah ke tempat yang lebih membutuhkan.

6. Muncul permasalahan dalam perusahaan

Permasalahan dalam sebuah perusahaan adalah hal yang tak bisa dihindari. Masalah keuangan, masalah legalitas, bahkan perubahan kebijakan perusahaan terkadang berpengaruh para karyawan. Apalagi jika masalah tersebut berkepanjangan tak kunjung selesai.

Sebelum terjebak lebih jauh dalam lingkaran konflik, sebaiknya kita segera menarik diri dan pindah ke tempat lain. Tentu tak ada yang mau bukan menjadi korban dari masalah perusahaan?

7. Karier yang tak kunjung berkembang

Dalam karier apapun, tentu seorang pekerja mengharapkan untuk semakin berkembang. Jika kita sudah cukup lama berada di sebuah perusahaan dan memiliki performa baik, sudah selayaknya untuk diberi kenaikan jabatan.

Namun masih banyak perusahaan yang luput dan tak mementingkan hal ini. Apabila kita tak kunjung diberi kesempatan untuk mengembangkan diri lebih baik, saatnya mencari perusahaan yang bisa membuat diri kita berkembang.

Langkah dan cara resign dari tempat kerja yang tepat

Jika sudah matang memikirkan alasan resign di atas, saatnya memikirkan cara untuk resign dengan terhormat. Karena apapun alasannya, kita tetap harus menjalin hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja di perusahaan sebelumnya. Jangan sampai membuat kesan yang buruk setelah sekian lama bekerja di tempat terdahulu.

Berikut tips yang bisa membantu untuk mengajukan resign dengan baik.

1. Berbicara dengan atasan dan buat surat resign kerja

Ketika tekad untuk keluar dari pekerjaan sudah bulat, pastikan untuk memberitahu atasan tentang niat kita sebelum orang lain tahu. Lakukan secara pribadi seperti masuk ke dalam ruangannya. Jangan lupa untuk mengatakan yang sejujurnya mengenai alasan kita mengundurkan diri. Hindari untuk menutupi atau bahkan membohongi atasan.

Selanjutnya, serahkan surat resign ketika posisi di tempat baru sudah aman. Serahkan setidaknya satu bulan sebelum tanggal masuk kerja nanti. Pertimbangkan juga kata-kata yang disampaikan saat menyerahkan surat resign. Tak perlu mengungkap seluruh uneg-uneg dan kekecewaan selama bekerja di sana dan tetap bersikap profesional.

2. Rencanakan waktu dan pastikan proses serah terima berjalan mulus

Sebelum berbicara dengan atasan, pertimbangkan juga rentang waktu yang tepat untuk memberitahunya. Pastikan bos memiliki cukup waktu untuk mencari pengganti kita. Pastikan juga untuk menyerahterimakan pekerjaan dengan benar. Berikan semua data-data yang sekiranya diperlukan oleh pengganti kita.

Beritahukan pada atasan dan calon pengganti mengenai pekerjaan apa saja yang sudah selesai dan perlu dilanjutkan. Berikan brief lengkap mengenai aktivitas harian dan seluruh proyek yang sedang dikerjakan. Tunjukan sikap kooperatif dalam masa transisi ini.

3. Sampaikan penghargaan terhadap perusahaan

Apapun alasan resign kita, baik itu karena hal positif maupun negatif, ucapkan terima kasih untuk seluruh pengalaman dan kesempatan yang telah diberikan selama kita bekerja. Ingat bahwa suatu saat nanti mungkin kita akan membutuhkan bantuan rekan kerja atau bahkan atasan kita baik di dunia pekerjaan maupun luar pekerjaan.

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami