Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

7 Band Post-rock Indonesia yang Inspiratif dan Lagunya Enak Didengar

by Miftahul Khoer on 15 November, 2019

Aliran post-rock merupakan salah satu genre musik eksperimental. Band dengan aliran post-rock berusaha menggabungkan beberapa unsur untuk mewakili perasaan mereka. Nuansa luapan emosi bisa kita rasakan saat mendengarkannya. Meski demikian, masih banyak orang yang belum tahu akan keberadaan genre ini.

band post rock

Perkembangan musik post-rock terjadi karena eksperimen baik berupa instrumen maupun penggabungan dengan berbagai aliran musik lain seperti jazz, metal, elektronik, dan lain-lain. Sejarah musik post-rock pertama kali diperkenalkan oleh Simon Reynolds. Saat itu ia sedang me-review album dari Bark Psychosis – Hex tahun 1994. Ia mendefinisikan musik post-rock sebagai “Memainkan musik rock tidak dengan instrumen rock dan lebih mengutamakan tekstur dan timbre daripada power chords.”

Generasi pertama musisi post-rock seperti diungkapkan Simon Reynolds antara lain: Tortoise, Talk Talk, Slint, Bark Psychosis, dan Flying Saucer. Setelah itu, pada tahun 1996 muncul Mogwai. Banyak yang menyebut musik mereka post-rock meski mereka sendiri menolak disebut post-rock. Band post-rock lain setelah itu di antaranya adalah Godspeed You! Black Emperor, Mono, Hammock, This Will Destroy You, Sigur Ros, dan lain-lain.

Bagaimana dengan perkembangan musik post-rock Indonesia? Kalau kamu tertarik pada musik post-rock, berikut ini beberapa band post-rock lokal yang wajib kamu dengar lagu-lagunya:

1. A Slow In Dance

A Slow In Dance (ASID) adalah band yang berasal dari Cimahi. Band ini terdiri dari lima personil yaitu Justian Sampling (drum), Arga Tyas Basudewa (Gitar), Firman Oktaviawan (Bass), Adi Pramana (Gitar), dan Eickman Widi (Gitar). ASID merupakan band pertama yang membawakan aliran post-rock di Indonesia. Mereka telah merilis satu EP yang diberi judul We Hate This, but We Need to Survive. Lagu mereka sudah diputar di radio-radio di Jakarta dan Bandung. Lagu mereka juga diputar di Amerika.

(Baca juga: Coldplay, Band Terkaya ke-2 Dunia Ini Otw Rilis Album Terbaru)
2. Under The Big Bright Yellow Sun

Under The Big Bright Yellow Sun atau UTBBYS adalah band post-rock asal Bandung. Band yang dibentuk pada tahun 2007 ini beranggotakan Eza (gitar), Ranyay (gitar), Komeng (gitar), Didi (bass), dan Croy (drum). UTBBYS termasuk pionir band post-rock di Indonesia. Meski aliran ini termasuk jarang digandrungi masyarakat, tetapi berkat konsistensi mereka, UTBBYS bisa tur mancanegara dan sempat menjadi soundtrack salah satu film di Tiongkok. Lagu mereka juga sempat menjadi lagu favorit di Filipina.

UTBBYS telah meluncurkan tiga album yaitu Painting of Life (2012), Quintessential Turmoil (2014), Bright Light (2018), dan satu single Dramation Thonologue (2012), serta satu EP yaitu We Sit Under The Big Bright Yellow Sun In the Sparkle Afternoon.

3. Marche La Void

Marche la Void adalah band post-rock asal Jakarta yang beranggotakan Irwan (gitar), Wahyu (gitar), Suryasaputra (bass), Gerrid (gitar), Dave (keyboard), dan Hendra (drum). Mereka bekerja sama dengan SILENT! Records, sebuah imprint label dari Demajors.

Mereka telah merilis album yaitu The Origin of Non-Entity yang terdiri dari enam lagu yaitu In Shadows, Silent War, Display of Power, As We Progress Marching, For a Moment Silence, dan Serenity yang semuanya berformat instrumental.

4. Individual Life

Individual Life merupakan band yang berasal dari Yogyakarta. Band ini disebut sebagai supergroup karena beranggotakan personil tetap band indie seperti Summerbee & Honeythief, Armada Racun, dan lain sebagainya. Dengan formasi yang tidak biasa, instrument mereka terdiri dari dua buah biola, sebuah viola, cello, gitar, bass, keyboard, dan drum.

Mereka telah merilis album berjudul Semoga Engkau Berkenan Mendengarnya Perlahan Hingga Usai. Album ini berisi enam lagu yaitu Paripurna, Metropolis, Ferry Saputro, Lalulalang, Semoga Engkau Berkenan Mendengarnya Perlahan Hingga Usai, dan Momentum.

5. Folkaholic

Folkaholic dibentuk pada tahun 2009. Awalnya, grup ini dibentuk untuk proyek musik eksperimental antara Harriz Jati (mic.o.wave) dan Pratomo (As We Are). Komposisi musik Folkaholic menggabungkan beberapa jenis musik. Mereka berusaha mengembangkan musik mereka untuk membuat pendengar merasa nyaman.

Folkaholic mencoba membuat musik yang mampu menyampaikan pesan mereka. Masing-masing lagu mewakili perasaan ketika mereka membuatnya.

6. Autumn Ode

Autumn Ode adalah salah satu band bergenre post-rock yang berasal dari Bandung. Mereka terbentuk pada tahun 2007. Mereka telah mengeluarkan beberapa single. Salah satu lagu yang bisa kalian dengarkan dari Autumn Ode adalah They Asked Me to Run, Follow the Sun.

Itu dia beberapa band post-rock lokal yang bisa kalian dengarkan. Sebagian besar band-band ini masih bermusik secara independent sehingga mereka tidak mendapatkan exposure sebanyak kalau bekerja sama dengan label besar. Sebagai penggemar, apa saja yang bisa kamu lakukan untuk mendukung mereka?

Hal-hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mendukung Musisi Indie:
1. Jangan minta gratisan

Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mendukung musisi indie adalah dengan tidak gampang meminta gratisan. Sekalipun musisi ini adalah kenalan kamu sendiri, jangan biasakan minta tiket konser atau rilisan fisik secara gratis. Kamu harus tahu bahwa mereka bekerja keras mengusahakan semua itu secara mandiri. Jadi setidaknya, jangan biasakan minta-minta gratisan.

2. Nonton konser

Salah satu hal mudah yang bisa kamu lakukan untuk mendukung musisi indie adalah dengan menonton konsernya. Kamu bisa follow akun social media mereka supaya mendapatkan update mengenai jadwal konser. Dengan demikian kamu bisa memberikan dukungan dengan menonton konser mereka.

3. Beli album

Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah membeli album mereka baik rilisan digital maupun fisik. Hal ini sangat berarti bagi eksistensi mereka. Kamu juga bisa mendengarkan karya-karya mereka secara legal melalui platform streaming kalau tersedia. Yang penting, apapun yang terjadi, jangan unduh dan mendengarkan musik mereka secara ilegal.

4. Beli merchandise

Beberapa musisi biasanya mengeluarkan merchandise untuk dijual kepada penggemarnya. Kamu bisa mendukung mereka dengan membeli merchandise tersebut. Sekali lagi, jangan minta gratis. Belilah semampumu.

(Baca juga: Band Rock Terkaya di Dunia, dari Metallica hingga The Beatles)
5. Rekomendasi

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan untuk mendukung musisi indie adalah dengan merekomendasikan mereka kepada teman, saudara, dan kenalan kamu. Kamu bisa share karya mereka di media sosial sehingga mereka bisa dikenal secara lebih luas lagi.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.