Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

7 Mitos Virus Corona yang Menyesatkan. Jangan Percaya!

by Miftahul Khoer on 5 Maret, 2020

Kepanikan masyarakat akan masuknya COVID-19 di Indonesia, tak lepas dari mitos virus corona yang seolah menakut-nakuti. Hal ini akhirnya mempengaruhi kelangkan masker dan hand sanitizer karena okum tak bertanggung jawab, sampai peniupuan di sejumlah daerah.

Mitos virus corona

Seperti dilansir detik.com, Senin (2/3), pelaku melancarkan aksinya ini lewat postingan akun Facebook palsu milik pelaku yang menawarkan masker dengan harga murah. Kemudian terjadilah transaksi dan barang yang dikirimnya itu bukan masker tapi buku bekas dan kain.

Akhirnya pihak kepolisian pun mengamankan kedua pelaku penipuan ini di Kecamatan Soraeng, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedua pelaku terdeteksi dari rekaman CCTV saat mengirimkan paket ke salah satu layanan ekspedisi. Terjadinya penipuan tersebut salah satunya diakibatkan banyak orang yang panik dan termakan mitos-mitos tentang virus corona yang berkembang di masyarakat.

Nah, untuk mencegah kejadian serupa, pahami fakta sebenarnya mengenai wabah ini. Simak beberapa mitos virus corona berikut yang menyesatkan dan tak harus dipercaya lagi:

1. Virus terbentuk di laboratorium

Isu yang bekembang salah satunya yaitu, bahwa virus corona ini dianggap senjata biologis yang berasal dari laboratorium. Namun faktanya, hingga saat ini tidak ada satupun bukti yang menunjukkan bahwa mewabahnya COVID-19 adalah karena perbuatan tangan manusia sendiri. Semua virus yang serumpun dengan corona, misalnya SARS-Cov tak lain berasal dari hewan liar seperti kelelawar. Sementara MERS ditularkan oleh unta, karena wilayah persebarannya di Timur Tengah.

 2. Hewan peliharaan sebarkan virus corona

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing dapat terinfeksi virus corona, apalagi menyebarkannya ke manusia. Hal tersebut menepis anggapan yang telah berkembang di masyarakat, namun ternyata dapat dipastikan bahwa hewan peliharaan ini tidak termasuk kedalam kategori penyebar virus Corona.

Seperti disarankan WHO, yang paling penting adalah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Sebab tindakan tersebut salah cara untuk melindungi kamu dari bakteri umum, termasuk E.coli dan Salmonella, yang dapat menyebar dari hewan peliharaan dan manusia.

3. Virus corona hanya flu biasa

Virus corona adalah keluarga besar virus yang mencakup banyak penyakit berbeda. SARS-CoV-2 memang memiliki kesamaan dengan virus corona lain, empat di antaranya dapat menyebabkan flu biasa. Kelima virus itu memiliki proyeksi runcing pada permukaannya dan memanfaatkan apa yang disebut protein lonjakan untuk menginfeksi sel inang.

Dan tentu saja virus Corona ini bukan virus biasa. Hal yang paling utama adalah kita harus waspada. Waspada di sini artinya kita harus benar-benar mencari informasi yang valid. Dan menyerap informasi atau pernyataan tersebut yang bersumber dari pihak-pihak yang terkait di bidannya.

(Baca Juga: Masuk Indonesia, Update Korban Virus Corona Sudah Lampaui SARS)

4. Paket dari China tularkan virus corona

Tenang, jangan parno berlebihan. Melansir lama CNN Indonesia, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto memastikan tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan barang-barang impor dari China.

Virus pada dasarnya hanya mampu hinggap, berkembang, dan menjadi penyakit melalui sel hidup. Tubuh hewan atau manusia dengan jutaan selnya tentu menjadi sasaran empuk virus tersebut. Jadi meskipun barang impor ini terpapar, virus yang terbawa akan langsung mati.

5. Pasien virus corona pasti meninggal

Data sejauh ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 2,3 persen orang yang terinfeksi COVID-19 meninggal akibat virus. Orang-orang yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan buruk tampaknya paling berisiko mengalami penyakit parah atau komplikasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pada 18 Februari 2020, terdapat sekitar 81 persen orang yang terinfeksi merupakan Covid-19 ringan. Sekitar 13,8 persen melaporkan penyakit parah, yang berarti mereka mengalami sesak napas, atau membutuhkan oksigen tambahan, dan sekitar 4,7 persen kritis.

6. Masker wajah bisa cegah COVID-19

Seperti dilansir Forbes, spesialis pencegahan infeksi Eli Perencevich, MD, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa. Perencevich mengatakan aman-aman saja bagi seseorang untuk tidak mengenakan masker jenis apapun meski ada yang terjangkit corona di dekatnya. Ini dikarenakan virus corona ditularkan melalui cairan tubuh, bukan melalui udara.

Pasalnya, masker wajah tidak dirancang untuk memblokir partikel virus untuk mengenai wajah. Namun, masker dapat membantu mencegah orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke orang lain dengan memblokir percikan partikel pernapasan yang dikeluarkan dari mulut. Ini artinya, tidak semua orang perlu mengenakan masker.

7. Virus corona tak mematikan daripada flu

Virus corona tetap lebih mematikan daripada flu. Namun, masih ada banyak ketidakpastian di sekitar tingkat kematian virus. Flu tahunan biasanya memiliki tingkat kematian sekitar 0,1 persen di AS. Sejauh ini, ada tingkat kematian 0,05 persen di antara mereka yang tertular virus flu di AS tahun ini. Menurut sebuah studi yang diterbitkan 18 Februari oleh China CDC Weekly, data terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 memiliki tingkat kematian lebih dari 20 kali lebih tinggi, sekitar 2,3 persen.

Jadi, tak perlu takut berlebihan lagi dengan virus corona. 7 hal di atas benar-benar hanya mitos belaka. Lebih baik, terus lakukan pencegahan terhadap virus ini dengan rajin mencuci tangan, memulai gaya hidup sehat, rajin berlolahraga, serta jauhi orang sakit.

Bila mengalami keluhan dengan gejala batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, segeralah berobat ke dokter. Gunakan asuransi kesehatan dari Cigna, Ciputra Life, atau PFI Mega Life agar langkah berobatmu lebih dimudahkan. Dapatkan sekarang juga hanya melalui CekAja.com.

(Baca Juga: Tangkis Virus Corona, Ini 6 Cara Tingkatkan Imunitas Tubuh)

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.