Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

7 Pengorbanan Perawat Selama Corona, Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

by Sindhi Aderianti on 12 Mei, 2020

Hari ini, 12 Mei 2020 diperingati sebagai Hari Perawat Internasional. Peringatan tersebut diinisiasikan pertama kali oleh International Council of Nurses (ICN) untuk mengingat hari kelahiran Florence Nightingale, seorang pendiri keperawatan modern. Nightingale menjadi sosok yang penting dalam bidang keperawatan terlebih karena jasanya selama Perang Krimea di tahun 1850-an. Pengorbanan perawat memang luar biasa, tak terkecuali dalam menangani virus corona dewasa ini.

7 Pengorbanan Perawat Selama Corona

Di tengah kemelut wabah virus corona atau Covid-19, perawat menjadi garda terdepan yang sangat berjasa. Bagaimana tidak, mereka rela menyingkirkan kepentingan pribadi demi bisa menangani ribuan pasien terinfeksi setiap harinya. Ketika bisa stay at home dengan tenang, mereka justru harus menghadapi risiko infeksi di depan mata. Pengorbanan perawat tak hanya sampai di situ, berikut hal-hal yang telah dilakukan oleh perawat di seluruh dunia selama pandemi berlangsung:

1. Berjam-jam menggunakan APD

Berjam-jam menggunakan APD - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Dalam menjalankan tugasnya, perawat diharuskan mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) agar tidak tertular virus corona dari pasien. APD tersebut meliputi baju hazmat berlapis, masker N95, kacamata medis, hingga sepatu boat. Tak tanggung-tanggung, hal ini berlangsung kurang lebih 8 hingga 12 jam bertugas. Rasanya? Sesak, meninggalkan lecet, bahkan selama itu pula meraka harus menahan haus, lapar, sampai buang air. Pasalnya sekali melepsa APD, semua harus langsung dibuang untuk menghindari kontamnasi virus.

 2. Membuat surat wasiat

Membuat surat wasiat - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Cerita sedih datang dari perawat bernama Amber Cowan di Glasgow, Skotlandia. Layaknya orang yang akan meninggal dalam waktu dekat, pihak rumah sakit meminta ia dan rekan-rekan sejawat membuat surat wasiat sebelum bertugas. Hal ini pun diungkapkanndi media sosia Twitter miliknya. “Di usia 28 tahun, disarankan untuk pastikan memiliki persiapan pensiun dan akan disortir. Shift jaga malam pertama di ruang perawatan intensif dan kita kekurangan staf. Tolong, sikapi lockdown ini dengan serius,” tulisnya seperti yang dikutip dari The Sun.

3. Jarang pulang

Jarang pulang - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Banyak dari kalangan tenaga medis terpaksa meninggalkan rumah masing-masing dalam pertempuran melawan virus corona. Pengorbanan perawat ini dilakukan karena tak ingin mengambil risiko pulang dengan membawa virus dan menulari orang-orang tercinta di rumah. Pengorbanan yang tentu harus mendapatkan apresiasi karena kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Dan selama itu, tenaga medis masih akan terus menangani pasien-pasien positif, yang berarti mereka akan lebih lama lagi tidak bertemu orang tua, suami, istri maupun anak-anak tercinta secara langsung.

(Baca Juga: Ketawa Ternyata Menyehatkan dan Bisa Menangkal Corona, Ini Faktanya)

4. Minim tes

Minim tes - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Selalu berhadapan dengan banyak pasien Covid-19 tanpa kenal waktu, seharusnya perawat diberi keleluasaan untuk menjalani tes kesehatan lebih sering. Namun, mereka baru dapat melakukan tes apabila sudah merasakan gejala seperti demam tinggi, batuk kering, dan sesak napas. Hingga kini, tes swab tanpa indikasi tetentu pun masih dipungut biaya cukut tinggi. Tenaga medis umumnya hanya menjalani prosedur tes standar, seperti pegecekan suhu tubuh di awal dan akhir shift, serta tes kesehatan biasa setiap minggu untuk memastikan mereka tidak menjadi spreader alias penular virus.

5. Lembur tak kenal waktu

Lembur tak kenal waktu - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Lembur di kantor sampai tengah malam? Mungkin biasa, tidak setiap hari, dan ada bayarannya. Bagi perawat, lembur hingga pagi sudah menjadi bagian dari pengabdiannya sebagai garda terdepan. Mau tak mau, harus dihadapi tanpa pamrih. Beberapa rumah sakit pun sudah menetapkan aturan ‘Kode Oranye’. Kode itu memiliki arti bahwa seluruh tenaga medis termasuk perawat, diberi mandat untuk “menginap di rumah sakit selama dianggap perlu”. Tak hanya itu, pensiunan tenaga medis bahkan diminta untuk kembali bertugas, lantaran jumlah pasien yang sudah tak lagi terbendung.

6. Selalu dihantui virus

Selalu dihantui virus - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Karakteristik Covid-19 cenderung mudah menyebar dan menular, dengan medium berupa droplet. Penularannya tentu akan lebih cepat, jika perawat tak berhati-hati dalam menghadapi pasien. Maka dimana pun berada, tenaga medis seolah hidup dengan dikelilingi oleh virus corona. Bahkan ketika beristirahat dan sekadar bermain media sosial, sulit untuk tidak dihantui oleh ketaknan terhadap virus asal Wuhan, China ini. Tak ada tempat aman untuk berlindung menghindari penularan Covid-19, selain daripada terus menggunakan APD berlapis. Perawat juga mungkin bisa absen kapan saja. Jika tidak ada kondisi mendesak, mereka tetap harus bekerja.

7. Terinfeksi dan meninggal dunia

Terinfeksi dan meninggal dunia - 7 Pengorbanan Perawat Selama Corona Layak Punya Asuransi Kesehatan Ciputra

Hampir tak ada jarak yang memisahkan antara perawat dan virus corona. Artinya, kapanpun mereka bisa dengan mudah tertular. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat hingga awal Maret 2020, terdapat 18 perawat yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Sebagian besar perawat tersebut meninggal usai memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Minggu, (3/5) lalu, Seorang perawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta meninggal dunia karena virus corona. Perawat ini dikabarkan telah berjuang selama 20 hari dalam perawatan bersama para pasien lainnya.

(Baca Juga: Minimalisir Kontak Fisik dengan Dompet Digital untuk Cegah Infeksi Corona)

Asuransi Kesehatan Ciputra Menjamin Pasien Virus Corona

Virus corona belum juga menunjukkan tanda-tanda kepergiannya dari muka bumi. Jumlah kasus positif masih terus bertambah. Di Indonesia, kini sudah ada 14 ribu orang yang terjangkit Covid-19. Nyawa setiap orang tentu amat berarti dalam memerangi virus ini. Tentunya selain perawat dan dokter, kamu pun butuh perlindungan dari asuransi kesehatan Ciputra Life. Mengapa harus Ciputra Life?

Dalam konteks perawatan pasien corona, lewat polis asuransi Citra Proteksi Kesehatan Aktif, biaya rawat inap rumah sakit hingga sembuh dari Covid-19 akan diganti sepenuhnya Jika kemungkinan terburuknya pihak tertanggung meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan berhak atas 100 persen pengembalian premi.

Asuransi Ciputra Life juga memperbolehkan nasabahnya untuk melakukan double cover. Sehingga dua asuransi bisa digunakan sekaligus selama masa penyembuhan dari virus corona. Kamu pun akan mendapa pelayanan kesehatan lebih baik, sigap, dan berkualitas. Makanya, yuk miliki asuransi Ciputra Life sekarang juga dengan mengajukannya melalui CekAja.com!

Seperti itulah 7 pengorbanan perawat dalam menangani pasien Covid-19. Di Hari Perawat Internasional ini, kita semua diharapkan bisa mengingat lagi besarnya jasa mereka bagi negara. Demi segera menyudahi pandemi, para garda terdepan itupun tak segan mengirim pesan untuk kita agar ikut dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona. “Kalian tetap di rumah untuk kami, kami tetap bekerja untuk kalian” demikian pesan dari para tenaga medis di seluruh dunia.

(Baca Juga: Daftar Rumah Sakit Yang Menyediakan Tes Swab Untuk Virus Corona)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.