7 Tanda Harus ke Konselor Pernikahan Seperti di Film Marriage Story

4 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Beberapa hari terakhir, netizen ramai membicarakan film Marriage Story. Seperti judulnya, film garapan Noah Baumbach tersebut berkisah tentang perjalanan sepasang suami isteri yang ingin bercerai.

langkah-langkah mengurus pernikahan

Pada awal film, terlihat keduanya sedang menemui konselor pernikahan. Agar dapat rujuk kembali, sang konselor menugaskan Charlie dan Nicole untuk menulis hal-hal baik tentang pasangan dalam secarik kertas.

Gunanya agar pasangan yang tengah di ujung tanduk, bisa kembali mengingat kebaikan masing-masing hingga dulu memutuskan untuk menikah.

Konflik rumah tangga bisa dialami oleh siapa saja, baik pengantin baru berusia muda, maupun pasangan yang sudah tidak muda lagi. Meski begitu, perceraian bukanlah satu-satunya solusi terbaik. Jika masih ada cinta, coba alternatif lain dengan pergi ke konseling pernikahan. Seberapa besar pengaruh upaya mediasi ini?

Manfaat Konseling Pernikahan

Konselor pernikahan adalah seseorang yang telah melalui pendidikan atau pelatihan khusus sehingga memiliki pengalaman, wawasan, kecakapan, dan karakter untuk melihat dan mencari solusi dari permasalahan yang ditemuinya.

Dua orang yang sedang dipenuhi amarah, biasanya sulit untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Kamu atau pasangan, pasti akan merasa paling benar sehingga jalan keluar tidak pernah didapat. Di sini lah, konselor sebagai pihak ketiga bisa membantu atasi permasalahan rumah tangga pasien secara lebih objektif alias tak berpihak. Umumnya ada 3 tahapan dalam konseling pernikahan, antara lain sebagai berikut:

  • Konseling awal

Sesi pertama konseling, kamu dan pasangan akan diajukan sejumlah pertanyaan oleh konselor, seperti berapa lama usia pernikahan, seberapa sering berhubungan seksual, serta apa saja masalah rumah tangga yang tidak kunjung selesai.

  • Pemahaman latar belakang pernikahan

Konselor pernikahan akan mengutarakan opininya tentang masalah yang terjadi pada rumah tanggamu. Selain itu, dia juga akan memberikan rencana penanganan untuk kamu dan pasangan.

  • Merasakan hasilnya

Umumnya setelah lima kali kunjungan, pasangan sudah bisa merasakan manfaat konseling pernikahan, seperti komunikasi yang mulai membaik atau konflik yang sudah mulai mereda.

(Baca juga: Cek! 5 Dampak Finansial Jika Terjadi Perceraian)

Sebisa mungkin, cobalah untuk terbuka selama konseling berlangsung. Ungkapkan semua yang perlu diungkap, agar konselor mampu membantu kamu dan pasangan mencari titik temu permasalahan yang memicu konflik rumah tangga.

Tanda Perlu ke Konselor Pernikahan

Konseling pernikahan tidak hanya dibutuhkan bagi suami isteri yang sudah hampir bercerai. Bila mulai mengalami 7 tanda ini, berarti kamu dan pasangan perlu ke konseling pernikahan:

1. Sulit berkomunikasi

Komunikasi adalah kunci dari segala masalah rumah htangga. Bila kamu dan pasangan sudah tidak ‘saling bicara’, dalam artian setiap pembicaraan selalu berujung emosi, segera cari bantuan yang ahli.

Konselor pernikahan biasanya akan menawarkan strategi komunikasi yang tidak hanya membantu untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga memperbaiki caramu berkomunikasi dengan pasangan agar kembali sejalan.

2. Kejadian traumatis

Peristiwa kehidupan traumatis seperti kehilangan anak atau penyakit kronis akan sangat berdampak serius terhadap keharmonisan rumah tangga. Stres berkepanjangan, membuat chemistry antar pasangan sulit terbentuk kembali. Konseling pernikahan akan membantu pasangan dalam mengelola stres tersebut dan membangun kembali perasaan yang sempat berantakan.

3. Masih saling mencintai

Jika kamu masih mencintai pasangan, artinya pernikahanmu masih ingin diselamatkan. Konselor bisa menjadi solusi penengah, saat masalah dalam rumah tangga sulit dipecahkan karena ego masing-masing. Nantinya, konselor tersebut akan membantu menyelesaikan masalah-masalah kecil dengan pendekatan psikologis sebelum menjadi lebih besar.

4. Uang

Selain masalah internal dan orang ketiga, uang adalah sumber konflik pernikahan yang juga sering menjadi kemelut bagi banyak pasangan. Jika kamu sudah terlalu sering bertengkar karena uang, jangan abaikan masalah ini. Mintalah konselor untuk menengahi konflikmu, sembari mencari solusi terbaik agar tak lagi sedikit-sedikit meributkan uang.

5. Affair alias perselingkuhan

Perselingkuhan apapun bentuknya, baik itu fisik ataupun emosional juga berpotensi  merusak rumah tangga. Merasa pernah dibohongi, otomatis kepercayaan yang tertanam pun memudar, bawaannya jadi curiga dengan pasangan, dan hubungan berubah tak sehat karena selalu dihantui rasa curiga. Kalau dengan menegur istri/suami sudah tak mempan, segeralah ke konselor untuk menyelamatkan pernikahanmu.

6. Selalu emosi

Setiap kali berbicara selalu berakhir dengan teriakan atau kamu jadi mudah terpancing emosi karena pasangan? Rasanya apapun yang dilakukan suami/isteri salah di matamu.

(Baca juga: 10 Perceraian Artis Hollywood Termahal)

Mungkin ada uneg-uneg yang sulit disampaikan karena pasangan sulit diajak komunikasi dengan kepala dingin. Kalau sudah begini, kamu butuh seorang profesional untuk membantu deteksi hal-hal yang mendasari sikap sentimentil tersebut.

7. Perubahan drastis

Terakhir bila kehidupan seksmu tiba-tiba hambar, kamu dan pasangan perlu mengkhawatirkan hal ini. Apalagi kalau sudah tidak bergairah dengannya. Menurut Valerie Jencks, Pendiri dan Direktur, Prairie Family Therapy, di Chicago, Amerika Serikat, gairah seks yang menurun bisa mengindikasikan kejanggalan dalam rumah tangga.

Dasar masalahnya perlu kamu ketahui dan selesaikan sebelum terlambat. Jika tak lagi bisa menyelesaikannya sendiri, konselor pernikahan to the rescue!

Konseling pernikahan umumnya dilakukan 12 kali pertemuan. Mengenai berhasil atau tidaknya upaya ini, tentu harus didukung pula oleh niat serta kemauan bersar dari pasangan suami isteri untuk menyelamatkan rumah tangga.

Selain dimediasi oleh tenaga profesional, kamu dan pasangan pun harus pelan-pelan memperbaiki hubungan yang sempat bermasalah sampai chemistry seperti awal bertemu  pun muncul lagi.

Bisa jadi salah satu penyebab kurang harmonisnya hubungan kamu dan pasangan, karena kalian berdua terlalu sibuk dengan pekerjaan dan urusan masing-masing. Coba deh ambil cuti, dan liburan berduaan ke daerah yang benar-benar baru bagi kalian berdua dan berpetualang bersama. Siapa tahu, getar-getar cinta tersebut bisa muncul lagi.

Jangan lupa buat lindungi diri dan istri/suami dengan asuransi perjalanan yang akan membuat perjalanan romantis kalian berdua senantiasa aman dan bebas dari was-was. Karena asuransi perjalanan bahkan bisa meng-cover risiko rumah kecurian saat kalian bepergian.

Pilih dan ajukan asuransi perjalanan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan lewat CekAja.com.

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang