Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

7 Tips Ampuh Melunasi Hutang dengan Cepat yang Patut Dicoba!

by Rini Agustina on 18 Februari, 2020

Hampir setiap orang pernah berhutang, jika tidak ke bank ya ke tetangga atau kerabat terdekat. Hutang adalah masalah finansial yang mesti diselesaikan sesegera mungkin. Karena menunda pembayaran hutang hanya akan menambah kewajiban-kewajiban baru, terlebih jika Anda meminjamnya dari lembaga keuangan ilegal yang menetapkan bunga harian mencekik.

7 Tips Melunasi Hutang dengan Cepat

Tidak sedikit juga orang yang menjadikan hutang sebagai sebuah kebiasaan. Selesai satu hutang membuka hutang yang lain. Sementara hutang tersebut tidak diimbangi dengan investasi atau bisnis yang menghasilkan keuntungan. Justru hutang seringkali diambil demi pemenuhan kebutuhan domestik.

Mereka yang menjadikan hutang sebagai kebiasaan sering kehilangan harta berharga seperti tanah dan rumah demi terbebas dari hutang. Keputusan ini justru menimbulkan hutang baru karena mereka terpaksa menyewa rumah atau mengambil cicilan rumah baru yang harganya tidak murah untuk melunasi hutang.

Jenis-Jenis Hutang

Di Indonesia ada dua jenis hutang yang biasa disediakan oleh lembaga keuangan bank maupun non bank yakni hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.

  • Hutang Jangka Pendek

Sesuai namanya, hutang jangka pendek adalah hutang yang diselesaikan dalam jangka waktu pendek biasanya antara 3-12 bulan. Bank biasanya menawarkan jenis hutang ini dalam produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan kredit dengan agunan (multiguna).

Namun kini sudah marak hutang jangka pendek yang ditawarkan oleh lembaga keuangan non bank atau dari financial technology (fintech). 

Perusahaan fintech menawarkan hutang dengan tenor maksimal rata-rata dua tahun dan memberlakukan bunga harian. Perbedaan yang paling mencolok antara KTA bank dengan fintech adalah jumlah pinjaman yang diberikan.

Bank mampu memberikan kredit mencapai ratusan juta rupiah, sementara fintech biasanya hanya memberikan pinjaman dibawah Rp 20 Juta. Sementara tujuan kredit juga dibebaskan untuk apa saja asal bukan sesuatu yang dianggap ilegal atau melanggar hukum pemerintah.

  • Hutang Jangka Panjang

Sementara hutang jangka panjang merupakan kredit yang diselesaikan dalam jangka waktu lama biasanya lebih dari 2 tahun. Pinjaman yang masuk kategori ini diantaranya kredit kendaraan bermotor dan kredit kepemilikan rumah.

Hutang jangka panjang lebih banyak disediakan oleh bank, dengan bunga mengacu pada kenaikan bunga Bank Indonesia. Hingga saat ini belum ada fintech yang memiliki produk hutang jangka panjang.

(Baca juga: 3 Prosedur Pengajuan Tambahan Klaim Asuransi Mobil)

Baik hutang jangka panjang maupun pendek berimplikasi pada kondisi keuangan seseorang. Karena itu para konsultan keuangan menyarankan agar setiap warga tidak mengambil hutang lebih dari 30% jumlah pendapatan bulanan.

Sebab lebih dari itu debitur beresiko mengalami gagal bayar dan kemungkinan terjebak mengambil hutang baru atau kehilangan agunan berupa barang berharga. Hutang juga terbagi dalam hutang produktif dan tidak produktif/konsumtif.

  • Hutang produktif

Adalah jenis kredit yang diajukan untuk pemenuhan kebutuhan investasi atau bisnis. Sehingga hutang diharapkan dapat menciptakan keuntungan yang bermanfaat untuk melunasi pinjaman.

Salah satu contoh hutang produktif adalah KPR. Meski cicilan KPR cukup tinggi namun nilai asetnya tidak pernah menurun. Jika kita menjualnya kembali akan mendatangkan untung

  • Hutang konsumtif

Adalah kredit yang diajukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif seperti kredit pembelian kendaraan dan gadget. Nilai aset dari hutang konsumtif seringnya akan hilang dalam beberapa tahun, sehingga kredit di akhir masa periode bukan memberi manfaat justru menyedot pendapatan.

Bagi Anda yang masih berpikir untuk mengambil hutang dalam jumlah besar, coba perhitungkan kesanggupan membayar. Atau masih punya hutang yang belum juga terselesaikan? Cobalah ikuti tips berikut agar bisa melunasi hutang dengan cepat.

7 Kiat Melunasi Hutang dengan Cepat
1. Kurangi Gaya Hidup

Seringkali ketidakmampuan kita melunasi hutang diakibatkan karena manajemen keuangan yang buruk lantaran gaya hidup kelewat tinggi. Idealnya persentase biaya hidup sehari-hari tidak lebih besar dari 30% jumlah penghasilan bulanan.

Namun hal ini sering gagal dilakukan karena gaya hidup tinggi seperti belanja barang mewah setiap akhir pekan atau hangout ke tempat-tempat mahal setiap akhir pekan.

Anda bisa mengubah kebiasaan hangout tersebut dengan beralih ke taman kota. Di taman kota tidak ada jajaran toko barang mewah sehingga nafsu belanja bisa diredam. Ganti kebiasaan makan diluar dengan memasak sendiri dirumah.

Biasanya ini efektif mengurangi pengeluaran hingga 50%. Upayakan 70% gaji dialokasikan untuk membayar hutang, sehingga masa hutang jangka pendek maupun panjang bisa segera berakhir.

Pindah lokasi tempat tinggal juga menjadi bagian dari mengurangi gaya hidup. Jika Anda terbiasa tinggal di apartemen pusat kota, tidak ada salahnya untuk coba menyewa apartemen di pinggiran kota dengan harga 50% lebih murah. Ganti tunggangan Anda sehari-hari dengan transportasi umum yang bisa jadi menghemat pengeluaran harian.

2. Catat Pola Pengeluaran

Terkadang ketidakmampuan seseorang membayar hutang bukan karena kurangnya pendapatan, melainkan buruknya manajemen keuangan. Setiap pengeluaran tidak pernah dicatat dengan investasi dan tabungan yang minim.

Jika Anda merasa hutang yang ada sudah mulai membebani itu berarti alarm bahwa kondisi keuangan sudah tidak baik. Catatlah pengeluaran harian dan belanja bulanan seperti kebutuhan makan, transportasi, tempat tinggal, investasi,asuransi dan biaya hiburan.

Cut beberapa pengeluaran yang menyebabkan hutang konsumtif, mulai perbanyak investasi dengan harapan return yang diberikan bisa menambal hutang. Investasi bisa Anda mulai dengan deposito atau reksadana.

Deposito menawarkan laba 0,6-0,8% pertahun sementara reksadana biasanya bisa lebih besar bahkan mencapai 20% pertahun. Kemudian untuk asuransi jika dirasa terlalu banyak mengambil polis coba pilih satu jenis saja yang memberikan perlindungan paling dibutuhkan.

Jumlah premi asuransi yang dibayar setiap bulan bisa Anda alokasikan untuk melunasi kredit. Misalnya, jika Anda memiliki dua jenis asuransi yakni jiwa dan kesehatan Anda bisa memilih asuransi jiwa saja atau kesehatan saja. Tidak mesti keduanya harus dimiliki. Atau pilihlah asuransi yang juga menawarkan manfaat investasi.

3. Jual Barang Berharga dan Barang yang Tidak Terpakai

Saat terlilit hutang Anda harus kreatif mencari jalan keluar, salah satu yang bisa dipilih adalah menjual beberapa barang berharga yang sudah tidak terpakai, orang jamak menamai barang tersebut sebagai preloved.

Baju, sepatu, tas, furnitur, bahkan buku masih punya kesempatan mendatangkan cuan. Anda bisa membuka akun di e-commerce carousell yang dibuat khusus bagi orang-orang yang ingin menjual barang bekas.

Bagi Anda yang senang berbelanja barang mewah, pasti memiliki koleksi yang masih punya nilai jual tinggi. Daripada hanya menjadi pajangan dirumah, tidak ada salahnya dijual untuk menutup hutang yang masih berjalan.

Namun ketika barang yang tidak terpakai ini tidak menghasilkan dana sesuai ekspektasi jalan terakhir adalah menjual barang berharga seperti tanah, properti atau logam mulia.

Memang barang berharga sulit dilepaskan, karena bisa jadi nilainya bakal meningkat beberapa tahun mendatang. Namun daripada terlilit hutang yang tiada ujungnya, lebih baik jual barang berharga saat ini. Setelah hutang lunas barulah fokus kembali menabung untuk membeli apa yang jadi impian Anda.

4. Cari Penghasilan Tambahan

Jika Anda tidak memiliki barang berharga yang bisa dijual untuk menutup hutang. Maka mau tidak mau harus memiliki penghasilan tambahan dari bisnis maupun kerja sampingan. 

Anda bisa memilih pekerjaan sampingan seperti, menjadi guru les, guru tari, penulis, desain grafis atau bahkan menjadi ojek/taksi online. Jika punya sedikit modal bisa menjadi reseller/dropshiper untuk produk online.

Jelasnya, untuk menambah penghasilan bulanan Anda tidak bisa hanya diam. Apapun perlu diupayakan kendati hanya membuka warung kecil-kecilan di depan rumah.

5. Jangan Ambil Hutang Baru

Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang punya kebiasaan gali lubang tutup lubang. Meminjam utang baru untuk menyelesaikan hutang lama, yang pada akhirnya menempatkan seseorang dalam jeratan hutang seumur hidup.

Sebaiknya jangan mengajukan hutang baru sebelum Anda menyelesaikan hutang yang sudah ada. Sebab ini artinya beban hutang justru menjadi dua kali lipat. Jangan tergoda dengan adanya kartu kredit, karena kartu kredit bukanlah tabungan melainkan kartu utang.

Ketika Anda masih terjerat hutang dan kemudian berbelanja menggunakan kartu kredit ini artinya Anda sedang mengambil hutang baru. Meski bank memberlakukan cicilan 0% namun berhutang dalam kondisi sedang terlilit hutang akan menempatkan Anda sebagai debitur dengan riwayat kartu kredit buruk.

Hal ini akan berimbas pada pinjaman di lain waktu karena bank ogah memberikan kredit untuk nasabah yang punya riwayat kartu kredit macet.

6. Buat Rencana Keuangan

Sering terjadi seseorang yang terlilit hutang dimana-mana bingung harus menyelesaikan dengan cara apa. Karena utang tersebar di banyak tempat dan tagihan berdatangan tanpa jeda, membuat mereka tidak bisa berpikir jernih.

Disinilah Anda harus mulai menata rencana keuangan terutama untuk pelunasan hutang. Jika tak mampu membayar jasa konsultan keuangan Anda dapat melakukan analisis untuk diri sendiri. Mulailah dengan menulis daftar utang, mengurutkan dari jumlah pinjaman paling tinggi hingga rendah beserta bunganya. 

Mencatat riwayat hutang akan memudahkan kita menentukan skala prioritas, mana utang yang harus dilunasi terlebih dahulu. Utamakan utang dengan bunga terbesar, sehingga bunga yang berjalan tidak akan membengkak.

Namun jika berpikir bisa menyelesaikan hutang kecil dalam waktu dekat itupun tak masalah. Terpenting adalah membuat target bagaimana dan kapan hutang dapat dilunasi.

7. Take Over Kredit/Hutang

Jika hutang yang paling membebani adalah hutang besar jangka panjang seperti KPR, tidak ada salahnya untuk mengambil langkah mundur dengan memutuskan take over kredit atau menjual rumah yang dalam masa cicilan.

Hal ini dilakukan jika besaran cicilan rumah ternyata tidak sanggup Anda tutupi dengan penghasilan saat ini, atau tiba-tiba mengalami pemutusan kerja yang menempatkan Anda sebagai pengangguran, sehingga harus berhutang untuk menopang hidup. 

Take over kredit untuk produk pinjaman kepemilikan barang berharga selain dapat membebaskan dari hutang juga memberi Anda kesempatan mendapatkan uang cash yang dapat digunakan untuk modal usaha.

Umumnya, kenaikan harga properti setiap tahun lebih tinggi dari suku bunga. Artinya kenaikan nilai aset bisa menutupi biaya pinjaman hutang dan kemungkinan juga menyisakan cash.

Itulah beberapa kiat yang bisa Anda lakukan untuk melunasi hutang dengan cepat. Upayakan untuk tidak mengajukan kredit demi kebutuhan konsumtif. Sebagai gantinya menabunglah atau ambillah  investasi yang menguntungkan. Gunakan kartu kredit sebijak mungkin dan jangan telat melakukan agar tidak terlilit hutang. Ajukan kartu kredit mu di tempat yang aman dan nyaman, terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, hanya di sini!

Tentang Penulis