7 Tradisi Unik Natal di Indonesia, dari Sumatra Utara hingga Papua

3 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Natal pastinya amat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Kristiani. Tak hanya identik dengan pohon cemara dan beragam hiasan lain. Rupanya di Indonesia, hari raya tersebut juga diperingati lewat beragam tradisi unik.

Pernak Pernik Pohon Natal Spesial - CekAja

1. Marbinda, Sumatra Utara

Masyarakat Suku Batak di Sumatra Utara, umumnya merayakan Natal dengan tradisi Marbinda. Tradisi ini diisi dengan penyembelihan hewan ternak seperti sapi atau babi. Untuk bisa melakukan Marbinda, warga diharuskan menabung secara patungan dengan orang lain. Pada hari-H pun bakal melakukan ‘marhobas’ yang artinya memotong dan membagikan daging hewan yang sudah disembelih.

(Baca juga: Pilihan Kado Natal dan Tahun Baru Kekinian Buat Kesayangan)

2. Rabo-rabo, Jakarta

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, mungkin tak banyak yang mengetahui tradisi Natal Rabo-rabo. Rabo-rabo adalah budaya peninggalan orang Portugis dimana setelah selesai ibadah di gereja, beberapa orang akan saling berkunjung ke rumah tetangga sambil diiringi musik.

Perayaan ini ramai berlangsung di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara sejak ratusan tahun lalu. Di penghujung acara, setiap orang akan diberikan bedak warna-warni. Bedak ini menyimbolkan bentuk penebusan dosa dan saling memaafkan di penghujung tahun yang akan berlalu.

3. Wayang kulit, Yogyakarta

Yogyakarta kaya akan seni dan budaya. Maka tak heran setiap perayaan keagamaan, warga setempat melestarikannya lewat beberapa tradisi. Misalnya pastor ataupun romo di sana yang memimpin ibadah dengan menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil. Mereka pun biasanya mengenakan pakaian khas Yogyakarta seperti beskap dan blangkon.

Selain itu, biasanya ada gelaran wayang kulit juga. Wayang kulit ini memiliki jalan cerita dengan tema “Kelahiran Yesus Kristus”.  Masyarakat Jogja pun sangat melestarikan budaya saling berkunjung ke rumah sanak keluarga selayaknya saat Lebaran.

4. Ngejot dan Penjor, Bali

Walaupun kebanyakan masyarakat Pulau Dewata beragama Hindu, tak berarti perayaan Natal dilakukan dengan tidak meriah. Mejelang Natal, hampir seluruh gereja dihias dengan ornamen Penjor khas Bali. Selain Penjor, masih ada tradisi Ngejotjuga yang tak kalah meriah.

Ngejot adalah tradisi berbagi makanan. Saat Natal tiba, biasanya umat Nasrani setempat memasak makanan khas Bali dan membagikannya ke tetangga yang beragam Hindu. Dua kebiasaan ini tentu saja bisa menjaga toleransi umat beragama karena mengajarkan saling menghargai.

5. Meriam bambu, Flores

Petasan selalu hadir di tiap perayaan-perayaan besar mulai dari Lebaran, tahun baru, sampai Natal. Di Flores, malam perayaan tersebut juga diramaikan dengan suara dentuman meriam yang mirip dengan petasan.

Berdasarkan kultur budaya Manggarai dan Flores, sebenarnya dentuman ini dulunya adalah media untuk memberitakan suatu kemalangan. Namun saat ini, meriam yang dilesakkan di malam Natal sudah berubah makna, menjadi simbol atas lahirnya Yesus Kristus. Selain meriam bambu, Natal dirayakan juga dengan kompetisi membuat Kandang Natal.

6. Kunci taon, Manado

Sedikit berbeda dengan kota-kota lain, Natal di Manado dirayakan lebih dahulu. Prosesi hari raya dilakukan sejak tanggal 1 Desember, seperti ibadah pra-Natal di gereja-gereja. Selain ibadah Natal, perayaan ini juga dihiasi dengan tradisi ziarah ke makam para kerabat dan makan bersama di sana. Tak jarang, mereka pun memberikan hiasan lampu di makam para kerabatnya.

Puncak dari perayaan Natal di Manado, biasanya jatuh di Minggu pertama Januari. Tradisi yang disebut dengan Kunci Taon akan menjadi penutup perayaan Natal di Manado. Biasanya dalam merayakan tradisi ini, warga akan beramai-ramai pawai keliling sambil mengenakan kostum yang lucu.

(Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, BI Siapkan Uang Tunai Rp105 Triliun!)

7. Bakar batu, Papua

Perayaan unik Natal lainnya ada di Papua. Warga yang selesai beribadah Natal, biasanya akan melakukan tradisi bakar batu. Bakar batu adalah cara orang Papua untuk memasak saat hari raya. Jadi batu ini akan menjadi alat masak yang dimasukkan ke dalam lubang beserta bahan-bahan makanannya. Tradisi bakar batu ini menjadi ajang ungkapan rasa syukur dan kebersamaan warga Papua.

Gimana tradisi Natal di keluargamu? Biasanya pasti ada makan-makan setiap malam natal, dong. Rayakan momen spesial ini di restoran khas Indonesia seperti Bungrampai. Nikmati promo voucher Rp100.000 hanya dengan kartu kredit BRI.

Buat yang belum punya kartu kredit BRI, yuk apply sekarang juga hanya di CekAja.com!

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang