Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

75% Orang Bangkrut Pasca Didiagnosa Kanker, Kamu Jangan Jadi Salah Satunya

by JTO on 8 Oktober, 2015

Data menunjukkan bahwa 75 persen penderita kanker juga mengalami kebangkrutan dalam jangka waktu satu tahun setelah diagnosis kanker. Kenyataannya, tak ada manusia di mana pun yang senang saat didiagnosis penyakit kanker. Itu ibarat sebuah vonis kematian. Lebih dari itu, banyak dari mereka yang seakan hanya tinggal menanti kebangkrutan. Masalah uang seringkali tak terpikirkan sejak awal ketika mendapat vonis kanker. Namun, ketika kamu bisa berjuang mengaturnya sejak awal perjuangan melawan kanker, kamu pasti bisa lebih yakin untuk keluar dari badai kematian itu.

 

Kanker Kerap Membebani Seluruh Keluarga

Sebuah penelitian baru dari George Institute for Global Health menyatakan penyakit kanker bisa menjadi beban bagi masyarakat dan sistem perawatan kesehatan di Asia Tenggara jika tidak ditangani dengan cepat.

“Berdasarkan hasil penelitian ini, kami melihat bahwa biaya yang berkaitan degan penyakit tidak menular seperti kanker adalah salah satu faktor yang signifikan terhadap kemiskinan di Asia Tenggara,” kata Mark Woodward, professor dari George Institute for Global Health.

Penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) mencoba melihat lebih dalam jumlah biaya yang dikeluarkan oleh sekitar 9.513 orang penderita kanker di delapan negara di Asia Tenggara. Yakni, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Dari penelitian sepanjang tahun 2014 itu ditemukan hampir 50 persen pengidap kanker mengalami kebangkrutan, dan 29 persen meninggal dunia. Kemudian, 44 persen pasien yang sembuh kemudian mengalami kesulitan ekonomi sehingga harus mengambil tabungan masa depan mereka demi memenuhi kebutuhan hidup.

(Baca juga: Bangkrut Karena Tidak Punya Asuransi! Loh, Kok Bisa?)

Data tersebut cukup tinggi karena beberapa faktor seperti usia, pendapatan, pendidikan, dan asuransi kesehatan . Pasien yang lebih tua (di atas usia 65 tahun) akan lebih rentan terkena dampak ekonomi serta kematian dibandingkan pasien di bawah usia 45 tahun.

Selain itu, yang sangat rentan mengalami kebangkrutan adalah mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah serta tingkat pendidikan yang lebih rendah. Yang terakhir, asuransi kesehatan akan memberikan perbedaan besar. Pasien kanker tanpa asuransi kesehatan lebih mungkin mengalami bencana keuangan dibandingkan mereka yang memiliki asuransi.

(Baca Juga: Sederet Seleb Indonesia yang Aktif Kampanye Kesadaran Peduli Kanker Payudara)

 

Langkah Awal, Kenali Kebutuhan Biaya Penyakit Kanker

Pengobatan kanker tidaklah murah. Beberapa kebutuhan biaya yang harus dipenuhi seseorang yang menderita penyakit kanker adalah sebagai berikut.

  • Kebutuhan pengobatan medis seperti biaya control dokter dan pengobatannya. Asuransi kesehatan bisa menanggung sebagian besar biaya tersebut, hal ini sangat bergantung pada plafon yang ditetapkan asuransi tersebut. Mereka yang tidak memiliki asuransi akan menanggung beban biaya tersebut dari sumber lain.
  • Kebutuhan di luar medis seperti transportasi, perawatan rumah, perawatan anak-anak di rumah, serta peralatan medis penunjang perawatan kanker. Jenis biaya ini umumnya tidak masuk dalam asuransi kesehatan sehingga harus dibayar langsung dari tabungan.
  • Kebutuhan sehari-hari seperti makanan, kebutuhan rumah, serta kebutuhan pokok lainnya. Ini merupakan kebutuhan rutin, namun di saat harus dipenuhi oleh penderita kanker, dia akan terbebani.

 

Siapkan Diri Dengan Banyak Persenjataan Untuk Melibas Penyakit Kanker

Bicarakan kisaran biaya pengobatan di rumah sakit dengan dokter kamu

Banyak yayasan pemerhati penderita kanker yang juga memiliki perhatian khusus pada masalah finansial pengobatan. Seharusnya, kamu tidak lagi kesulitan menemukan orang yang bisa diajak berkonsultasi mengenai masalah biaya pengobatan kanker.

Para konsultan ini biasanya akan memberikan pencerahan mengenai asuransi kesehatan yang cocok atau berbagi info mengenai cara mendapatkan bantuan dana untuk pengobatan kanker.
Biarkan pihak pemberi utang tahu mengenai masalah keuanganmu

Jangan biarkan utang-utang telanjur menumpuk tanpa terurus. Lebih baik cobalah untuk membicarakan masalah kesehatan yang sedang kamu hadapi agar dapat ditemukan jalan keluar yang lebih baik untuk mengatur pembayaran cicilan utangmu. Penting juga untukmu mulai memikirkan perlindungan aset-aset yang kamu miliki agar tidak menjadi sitaan pihak kreditur.

(Baca juga: Anda Wanita? Pastikan 3 Risiko Ini Masuk dalam Perlindungan Asuransi Kesehatan yang Dibeli!)

Atur kembali arus pendapatan dan pengeluaran

Dengan hadirnya tambahan biaya pengobatan, kamu harus menata ulang cara kamu menggunakan uang yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu akan tahu kebutuhan apa saha yang bisa dikesampingkan terlebih dahulu. Selain itu, kamu juga bisa memiliki perencanaan untuk melepas aset-aset yang dimiliki ketika tambahan uang dibutuhkan.

Jangan sungkan meminjam uang dari kerabat dan teman dekat

Merekalah orang-orang yang bisa kamu andalkan ketika dalam keadaan susah. Mereka juga yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan bantuan keuangan dari pihak luar seperti yayasan yang peduli dengan masalah kanker misalnya. Mereka yang bisa membantu kamu untuk berobat di rumah sakit yang tepat, biaya terjangkau namun penanganan terjamin. Atau, mendapatkan asuransi kesehatan yang tepat untuk menanggung biaya pengobatan kanker.

 

Segera miliki asuransi kesehatan lengkap hanya di sini

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami