Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

8 Alasan Mengapa Sampai Sekarang Kamu Susah Kaya

by Ariesta on 18 Juli, 2016

tips anti bangrkut _ investasi - CekAja.com

Kamu punya pekerjaan yang bagus, gaji tinggi, tapi kenapa sampai sekarang masih susah kaya? Tagihan seakan datang tiada henti dan kebutuhan tidak ada habisnya. Kamu tahu kamu harus banyak menabung dan berhemat, tapi dua hal ini sangat sulit dilakukan.

Daripada menunggu keajaiban terjadi, inilah saatnya untuk berbenah diri. Mungkin saja kesalahannya ada pada kebiasaan sehari-hari.  Berikut 8 alasan umum mengapa banyak orang bangkrut dan beberapa mungkin familiar denganmu. Ikuti saran kami untuk memperbaiki kebiasaan finansialmu.

Bergaul dengan teman-teman yang gaya hidupnya tinggi

Temanmu memakai Prada, ngopi-ngopi di kafe mahal, ke mana-mana naik mobil baru yang mahal. Kamu pun merasa harus mengimbangi gaya hidup mereka demi dianggap eksis. Tapi perlukah demikian?

Sederhananya, jangan memiliki gaya hidup tinggi kalau tidak mampu. Kalau kamu merasa miris mengeluarkan uang ratusan ribu untuk sekali nongkrong di kafe dan khawatir gaji habis padahal masih tengah, tandanya kamu belum mampu.

Jadi daripada membeli mobil mewah yang biaya cicilan per bulannya lebih dari dari setengah gajimu, cari mobil baru yang tidak terlalu mahal atau mobil bekas sekalian.

(Baca juga: Bila Punya 20 Alasan Berikut, Tandanya Kamu Perlu Pinjam Uang ke Bank)

Susah kerja

Kalau mendapat pertanyaan, “Apakah selama ini kamu kerja susah atau susah kerja?” jangan hanya tertawa. Orang yang punya pekerjaan susah, tapi jika tekun dan rajin, jalan karier akan terbentang lebar. Tapi kalau kamu susah kerja alias malas, tak heran kamu susah kaya.

Malas mengerjakan pekerjaan lain selain tanggung jawab sendiri berujung pada karier suram. Semakin kamu keluar dari zona nyaman, semakin banyak keahlianmu. Saat performamu semakin meningkat, minta kenaikan gaji jadi sah-sah saja kok.

Punya kebiasaan buruk

Kamu peminum alkohol, perokok, dan senang mengonsumsi fast food? Selain tidak sehat bagi tubuh, kebiasaan ini juga tidak sehat bagi finansialmu.

Dengan asumsi harga rokok Rp 20 ribu per bungkus, sementara kamu menghabiskan satu bungkus rokok setiap harinya, maka kerugian yang kamu tanggung apabila tahun ini kamu masih terus merokok adalah senilai Rp 7,3 juta (Rp 20 ribu x 365 hari). Bagi pencandu berat, kamu bahkan sampai bisa beli mobil dengan uang rokok.

(Baca juga:  Ternyata Kerugian yang Ditanggung Kalau Kamu Masih Merokok Sangat Besar. Ini Buktinya)

Belanja secara impulsif

Diskon besar-besaran sering kali membuatmu tidak berpikir dua kali saat belanja. Sebuah survey menyebutkan bahwa 1 dari 5 orang yang belanja di supermarket adalah tipe pembelanja impulsif. Sekali dua kali belanja impulsif memang tidak akan membuatmu bangkrut.

Tapi kalau setiap kali kamu belanja impulsif, jelas-jelas kebiasaan ini membuatmu susah kaya. Karenanya kamu pasti sering menemukan orang yang mengeluh tidak punya uang tapi bisa belanja banyak.

Untuk menghindari pembelanjaan impulsif, buatlah daftar belanja sebelum ke supermarket. Jangan belanja di luar daftar. Hindari juga melihat-lihat situs online shopping saat sedang bosan.

Membayar tagihan dalam jumlah minimal

Bank penerbit kartu kredit memang membolehkan klien membayar sejumlah 10 persen dari tagihan. Tapi pembayaran minimum ini membuatmu menumpuk bunga. Penghitungan hari bunga atas utang kartu kredit didasarkan dan dimulai dari tanggal pembukuan (posting) penerbit kartu kredit.

Penghitungan bunga kartu kredit untuk tagihan berikutnya dilakukan berdasarkan jumlah sisa tagihan kartu kredit atas transaksi perbelanjaan dan/atau tarik tunai yang belum terbayar. Semakin sedikit kamu melunasi tagihan, makin banyak bunga yang harus dibayarkan.

Tidak punya tujuan jadi kaya

Kalau kamu bukan keturunan orang kaya, setidaknya kamu pasti pernah berandai-andai jadi kaya. Ini merupakan hal yang wajar. Tapi ada perbedaan yang jelas dari cuma berandai-andai dan aksi nyata untuk mewujudkannya.

Tetapkan tujuan spesifik dan realistis. Mulai dari berhenti merokok lalu menabung uangnya. Atau membuka tabungan rencana yang disetor secara autodebet sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyisihkan uang.

Bergaul dengan orang boros

Saat kamu kecil, ibumu pasti pernah melarangmu bergaul dengan anak nakal. Alasannya supaya kamu tidak ikut terpengaruh. Nasihat tersebut masih berlaku sampai sekarang. Sulit untuk memiliki finansial sehat kalau kamu dikelilingi orang-orang yang boros.

(Baca juga: 5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Boros Listrik)

Punya kebiasaan berlama-lama nonton televisi

Setelah seharian bekerja, pasti nyaman sekali kalau bisa selonjoran sambil nonton Tv atau surfing internet menggunakan smartphone. Tapi kalau selama ini kamu merasa sering tidak punya uang dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, jangan buang-buang waktu untuk bersantai di depan Tv.

Sebuah penelitian tentang orang kaya menemukan bahwa 77 persen dari mereka yang finansialnya bermasalah menghabiskan sejam lebih lama di depan Tv. Sebanyak 74 persen juga menghabiskan sejam lebih lama untuk main internet.

Sebaliknya, orang kaya justru menggunakan waktu luang mereka untuk mengembangkan diri, menjadi relawan, kerja sampingan, dan mengejar mimpi. Semua kegiatan positif tersebut berdampak pada bertambahnya pundi-pundi kekayaan.

Tentang Penulis