Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

7 menit waktu bacaan

8 Cara Mengobati Masuk Angin Tanpa Kerokan, Yuk Coba!

by Ayunindya Annistri on 10 Juli, 2020

Seringnya ketika masuk angin, orang-orang akan memilih jalan cepat untuk menyembuhkannya, yakni dengan cara kerokan. Meski dipercaya ampuh mengobati masuk angin, tapi bagi sebagian orang, kerokan justru sangat menyakitkan. Nah, bagaimana dengan kamu? Tim kerokan atau tidak? Kalau tidak, mendingan kamu coba dulu beberapa cara mengobati masuk angin berikut ini.

Cara Mengobati Masuk Angin

Macam-macam Penyebab Masuk Angin

Bukan orang Indonesia namanya kalau belum pernah mengalami masuk angin. Dalam dunia medis, sebetulnya tidak mengenal istilah penyakit masuk angin.

Soalnya nih, gejala masuk angin sangat mirip dengan gejala flu, mulai dari badan pegal-pegal, meriang, sakit kepala, kedinginan, perut kembung, hingga nyeri otot.

Meski begitu, masuk angin ternyata bisa terjadi karena diakibatkan beberapa faktor, seperti sering beraktivitas di luar rumah hingga larut malam, sering begadang, sering merokok, gaya hidup tidak sehat, dan pola makan yang tidak teratur. Dari hal-hal seperti inilah kenapa kamu bisa mengalami masuk angin dan tak jarang sangat mengganggu aktivitas.

Selain itu, dalam ranah medis juga dijelaskan jika masuk angin bisa terjadi apabila penderitanya kurang memenuhi asupan vitamin D, yang biasa didapat dari berjemur di tengah terik sinar matahari pagi. Vitamin D ini diyakini memiliki peranan penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar tak rentan terinfeksi virus ataupun bakteri berbahaya.

(Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mengobati Diabetes)
Apakah Cara Mengobati Masuk Angin Bisa dengan Kerokan?

Kebanyakan orang zaman dulu menganggap jika kerokan dapat menjadi cara mengobati masuk angin yang paling efektif. Lantas, bagaimana pendapat medis mengenai hal ini?

Dilansir darin laman Halodoc, ternyata kerokan saat masuk angin memang memberi dampak yang baik bagi kesehatan. Selain digunakan sebagai cara mengobati masuk angin, kerokan juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Nah, kalau kamu mengalami masuk angin, segeralah ambil koin dan minyak sebagai pelicin agar kulit tidak lecet atau luka.

Koin yang digosokkan pada area kulit membuat suhu tubuh menjadi lebih hangat, sehingga pembuluh darah juga ikut mengalami pelebaran.

Pembuluh darah yang mengalami pelebaran ini sama artinya dengan pelancaran peredaran darah, atau dikenal juga dengan istilah oksigenasi. Ketika hal ini terjadi, maka masuk angin yang diderita pun akan membaik secara perlahan.

Tapi ada hal lain yang mesti kamu perhatikan dari metode kerokan untuk mengatasi masuk angin ini. Ya, keseringan kerokan ternyata juga bisa berdampak negatif bagi tubuh.

Pori-pori kulit yang terbuka lebar setelah kerokan dianggap sangat rentan dimasuki oleh virus maupun bakteri. Sebaiknya, hindari melakukan kerokan setiap saat ketika masuk angin, dan sesekali ubah metode ini dengan cara lainnya.

Cara Mengobati Masuk Angin Tanpa Kerokan

Ketika mengalami gejala masuk angin, sebaiknya atasi dengan cara yang tepat dan usahakan jangan terlalu sering kerokan.

Meski penyakit ini sering dianggap penyakit ringan, tapi masuk angin juga bisa menandakan kondisi medis tertentu yang mungkin kamu derita.

Oleh karenanya, sebelum merambat ke kondisi serius, kamu bisa mencoba beberapa cara mengobati masuk angin berikut ini seperti yang dilansir CekAja dari berbagai sumber.

1. Mengonsumsi seduhan rempahan

Mengonsumsi seduhan rempahan

Cara mengobati masuk angin yang pertama adalah dengan membuat minuman hangat dari rempah-rempah seperti jahe dan kayu manis. Cara ini diyakini bisa membantu meringankan rasa sesak dan sakit pada pernapasan maupun tenggorokan.

Khasiat rempah-rempah dinilai sangat bagus untuk merangsang produksi air liur dan membuat aliran lendir pada tenggorokan menjadi lebih lancar.

Agar seduhan rempah-rempah ini semakin maksimal untuk dikonsumsi, kamu bisa mencampurkan beberapa tetes madu dan perasan lemon. Madu yang bersifat anti inflamasi dan anti bakteri ini tak hanya bisa mengurangi iritasi, namun juga memberikan rasa lega pada ujung saraf tenggorokan.

2. Maksimalkan waktu untuk istirahat

Maksimalkan waktu untuk istirahat

Jika mengalami masuk angin, lebih baik tunda dulu pekerjaaanmu dan segeralah beristirahat. Pasalnya salah satu penyebab seseorang mengalami masuk angin adalah kecapean dan tubuh kurang istirahat.

Untuk itu, cobalah cara mengobati masuk angin yang satu ini dan jangan lupa untuk mengonsumsi seduhan rempah-rempah seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.

Idealnya, tubuh membutuhkan istirahat selama kurang lebih 7 hingga 8 jam. Usahakan agar jam tidur tidak melebihi pukul 12 malam, karena kebiasaan seperti ini sangat berisiko mengalami depresi, perilaku bulimia, dan seasonal affective disorder.

3. Penuhi asupan cairan tubuh

Penuhi asupan cairan tubuh

Tubuh membutuhkan asupan cairan agar tetap terhidrasi. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi air putih setidaknya 8 gelas perhari atau sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ini juga termasuk cara mengobati masuk angin yang paling ampuh, mengingat faktanya gejala masuk angin bisa berupa tubuh lemas dan kurang cairan.

Dengan banyak minum air putih, gejala masuk angin yang disertai flu bisa lebih membaik. Sebaiknya konsumsi air putih dalam kondisi hangat atau jika ingin lebih bervariasi, kamu bisa membuat teh manis hangat maupun air campuran lemon dan madu.

4. Konsumsi makanan bergizi

Konsumsi makanan bergizi

Cara mengobati masuk angin berikutnya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi. Makanan bergizi ini dikenal ampuh untuk membasmi bakteri dan virus penyebab masuk angin, sekaligus bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar kembali bugar untuk menangkal penyakit.

Beberapa makanan bergizi yang mesti kamu konsumsi saat masuk angin adalah alpukat, brokoli, tomat, pisang, salmon, telur rebus, bayam, dan pepaya. Beberapa diantara makanan tersebut juga kaya akan vitamin C yang dikenal baik untuk kesehatan tubuh.

(Baca Juga: 7 Obat Alami Atasi Ambeien)
5. Buat suhu kamar tetap hangat

Buat suhu kamar tetap hangat

Salah satu gejala masuk angin adalah kedinginan dan meriang. Untuk mengatasinya, kamu bisa coba membuat suhu kamar tetap hangat sehingga tubuh mengeluarkan racun-racunnya dalam bentuk keringat.

Apabila udara menjadi kering atau terasa tidak nyaman, gunakanlah humidifier untuk membuat suhu kamar menjadi lembap, dan hidung yang tersumbat, serta intensitas batuk saat masuk angin pun akan sedikit berkurang.

6. Mengonsumsi vitamin C

Mengonsumsi vitamin C

Cara mengobati masuk angin berikutnya adalah dengan mengonsumsi vitamin C. Selain menjaga imunitas tubuh, vitamin C atau biasa disebut pula asam askorbat ini juga berguna untuk melindungi sel tubuh dari radikal bebas, melindungi tubuh dari penyakit, mencegah dan mengurangi pilek, serta menurunkan risiko terserang penyakit jantung.

Konsumsilah vitamin C dengan dosis yang tepat atau paling tidak sesuai aturan pakai. Umumnya dosis suplemen vitamin C yang dianjurkan adalah 75 hingga 90 mg. Saat mengalami masuk angin, kamu bisa lengkapi asupan dengan mengonsumsi vitamin C 500 mg untuk bantu proses penyembuhan.

7. Pijat dengan minyak hangat

Pijat dengan minyak hangat

Tanpa kerokan, kamu juga bisa mengatasi masuk angin loh, yakni dengan membaluri minyak hangat sambil dipijat secara perlahan. Cara mengobati masuk angin yang satu ini dianggap cukup efektif, guna membuat otot-otot tubuh yang tadinya terasa tegang akan lebih lemas dan lega.

Selain menggunakan minyak zaitun, kamu bisa mencoba minyak essensial seperti minyak lavender yang dikenal dapat meredakan nyeri pada tubuh. Agar khasiatnya semakin maksimal, coba campurkan minyak lavender dengan minyak zaitun atau minyak kelapa murni.

8. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga

Terakhir, cara mengobati masuk angin adalah dengan rutin berolahraga. Meskipun sedang tidak enak badan, sebaiknya kamu tetap melakukan aktivitas fisik, sehingga racun yang ada dalam tubuh dapat dikeluarkan dengan baik lewat kucuran keringat.

Tidak perlu yang berat, kamu bisa mencoba peregangan tubuh atau sit up di rumah saja. Cuma yang perlu diingat, ketika berolahraga kamu juga mesti memenuhi kebutuhan asupan cairan dan makanan bergizi agar tubuh lekas pulih dari gejala masuk angin yang diderita. Cara mengobati masuk angin ini memang mudah, tapi perlu kesadaran lho untuk selalu rajin berolahraga.

Jika Masuk Angin Tak Kunjung Sembuh, Kapan Waktu Terbaik untuk ke Dokter?

Gimana kalau seluruh cara mengobati masuk angin di atas tak kunjung memberikan hasil? Itu berarti kamu mesti memeriksakan diri ke dokter, paling tidak setelah lebih dari 3 hari dan disertai dengan gejala muntah, lemas, serta nyeri dada.

Soalnya ada beberapa penyakit yang mulanya tampak seperti gejala masuk angin namun ternyata bukan. Beberapa diantaranya seperti infeksi saluran pernapasan atas ataupun bawah, malaria dan demam berdarah, serta penyakit jantung.

Kalau sampai penyakit yang diderita justru berisiko seperti penyakit jantung, demam berdarah maupun pneumonia. Maka kamu butuh penanganan yang lebih serius di rumah sakit.

Agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar, kamu juga perlu nih melengkapi diri dengan asuransi kesehatan dari CekAja.com.

Lewat CekAja, kamu bisa mendapatkan produk asuransi kesehatan dari beberapa mitra terbaik seperti Asuransi Ciputra Life, PFI Mega Life, dan Asuransu Cigna. Perlindungan yang diberikan juga sangat lengkap dan disertai juga dengan bantuan klaim cepat.

Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai produk asuransi serta cara pengajuannya, langsung saja akses laman CekAja.com.

Tentang Penulis

Ayunindya Annistri

Penulis amatir yang hobi merantau