Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

8 Kebiasaan yang Bisa Bikin Kita Cepat Kaya, Tapi Selalu Dilupakan

by Arfan Wiraguna on 12 November, 2015

investasi sektor finansial _ investasi - CekAja.com

Berapa pun umur kita sekarang, kalau mampu bekerja dan berkarya maka kita punya kesempatan untuk mengembangkan kebiasaan yang dapat membuat kita cepat kaya.

Alasannya, daftar orang terkaya dunia bukan hanya diisi oleh para pengusaha yang berusia di atas 50 tahun, sebagian dari mereka bahkan belum berusia 30 tahun.

Namun demikian, sebagian besar dari mereka memiliki kesamaan kebiasaan. Dengan kata lain, para orang terkaya dunia ternyata punya cara sendiri dalam menggunakan uang mereka. Itulah yang membedakannya dengan kita, dan membuat mereka bisa terus menerus mengeruk untung.

Coba nilai diri sendiri? Sudah berapa kali kita gonta-ganti gadget sepanjang tahun ini? Atau, sudahkah kita berinvestasi ketika punya kelebihan uang? Karena, kalau orang kaya, mereka lebih senang menanamkan uang mereka di properti (membeli rumah, ruko, atau jenis properti lain), seni, bisnis, dan investasi lain serta dapat menahan diri dari nafsu berbelanja sesaat. Namun, apakah hanya itu rahasianya? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Selalu Memiliki Gairah Hidup

Jika menghadapi kesulitan untuk menemukan apa yang harus dilakukan dalam kehidupan, sebagian orang kaya selalu mengingat-ingat kembali pengalaman mereka selama ini. Alasannya, mereka menyadari bahwa dirinya dilahirkan dengan bakat dan kemampuan tertentu.

(Baca juga: 6 Usaha Kecil Rumahan dengan Modal Pas-Pasan)

Mereka selalu mencoba mengingat kembali mata pelajaran favoritnya dan berusaha menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Itulah sebabnya mereka memilih karir yang dapat memaksimalkan bakat atau gairah itu, sehingga mereka dapat merasa terpuaskan dan memberikan sesuatu untuk orang lain.

Selain itu, mereka tidak pernah merasa telat untuk melakukan kebiasaan ini walaupun sudah memiliki pekerjaan. Banyak yang membuktikan, dari sebuah kecintaan sebuah bidang, hobi, atau kegemaran, akhirnya jadi karir atau bisnis yang menguntungkan.

Misalnya, pengusaha kaya asal Amerika Serikat, Warren Buffett, sudah menyukai bidang investasi dari masa mudanya. Walaupun dia sempat beberapa kali mencoba berbagai bidang bisnis lainnya, namun ia tetap mempelajari investasi secara tekun. Walhasil, dia selalu masuk dalam daftar orang terkaya dunia dalam beberapa tahun belakangan ini.

Selalu Memiliki Rencana

Semuanya sebaiknya dimulai dari sebuah rencana sederhana. Tak masalah berangkat dari kalangan apa pun, yang penting kita perlu memiliki banyak gagasan serta bekerja keras dalam merealisasikannya. Setelah itu, kita perlu menentukan target, berapa jumlah harta yang diinginkan dan bagaimana mencapainya dalam rentang waktu tertentu dalam mengelola keuangan.

Misalnya, kita berniat untuk menginvestasikan uang sebesar Rp 14 juta ketika berusia 20 tahun. Pada saat sudah berusia 60 tahun, dana investasi tersebut sudah tumbuh menjadi sekitar Rp 300 juta—dengan asumsi tingkat bunga sebesar 8 persen per tahun.

Namun jika kamu baru mulai berinvestasi pada usia 50 tahun sebesar Rp 140 juta—atau sepuluh kali lipat dari jumlah investasi di atas, maka dana tersebut hanya tumbuh menjadi Rp 295-an juta atau di bawah hasil investasi di atas.

Tidak Memiliki Utang Menumpuk

Bagi sebagian orang, sulit hidup tanpa utang, baik itu utang kepada teman, mertua, maupun utang kepada pegadaian atau bank. Pemanfaatan utang juga bermacam-macam. Ada yang berutang untuk membeli rumah, membeli mobil, bahkan berjalan-jalan ke luar negeri.

(Baca juga: 4 Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga yang Bisa Dicontek)

Secara umum, utang dibagi menjadi dua kelompok besar. Utang produktif dan utang tidak produktif atau konsumtif. Utang produktif biasanya digunakan untuk usaha. Utang itu digunakan untuk merintis atau memperluas usaha.

Misalnya, seorang pengusaha penerbitan berutang kepada bank untuk membeli bahan baku berupa kertas yang akan digunakan untuk memproduksi buku. Buku ini dijual lalu sebagian hasil penjualan digunakan untuk membayar kembali utang.

Sementara utang konsumtif digunakan untuk membeli barang konsumsi, seperti beli mobil baru dan rumah baru. Oleh karena itu, jika kita ingin bertambah kaya, sebaiknya kita dapat menjaga rasio utang dari dua kelompok ini dalam tingkatan yang baik.

Suka Berhemat

Acap kali, orang kaya dianggap suka menghabiskan uang secara berlebihan saat berbelanja. Padahal, mereka justru sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang dan selalu menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk diinvestasikan.

Artinya, kita lebih baik mengikuti jejak orang kaya dengan berinvestasi dalam jumlah lebih besar. Idealnya, jumlah total investasi tersebut adalah sepertiga dari pendapatan setiap bulan.

Mau Keluar Uang Lebih untuk Biaya Pendidikan

Orang-orang sukses biasanya mendalami hal yang paling mereka sukai dalam hidup. Mereka juga tidak setengah-setengah dalam mendalaminya. Oleh karena itu, mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan pendidikan terbaik sesuai dengan minat dan bakatnya.

(Baca juga: 3 Tantangan Menjalankan Usaha Tanpa Modal Besar)

Itulah kenapa orang-orang tersebut tetap kaya. Dengan memiliki pendidikan yang baik, mereka tetap memiliki keahlian yang dihargai mahal oleh kebanyakan orang. Sehingga ketika dilanda berbagai masalah keuangan, mereka dapat memastikan dirinya tak kesulitan secara finansial karena bekal kemampuannya tersebut.

Konsisten dengan Tujuan yang Sudah Ditetapkan

Sangat mudah menghabiskan uang untuk mendapatkan sesuatu yang disuka. Tapi pada akhirnya, kita harus mengeluarkan banyak uang untuk kebutuhan krusial tak peduli berapapun pendapatan yang dimiliki. Itulah mengapa kita perlu fokus pada target spesifik di masa depan dan mulai mengurangi pengeluaran untuk berbagai barang yang tidak perlu.

Orang kaya tak pernah membayar untuk hal-hal yang tak diperlukannya. Dirinya selalu menghindar membeli hal-hal yang memang tak diperlukan. Benjamin Franklin bahkan pernah mengatakan, hati-hati dengan pengeluaran yang sedikit, karena danau yang kecil dapat menenggelamkan kapal besar.

Tak Melulu Soal Uang

Sering kali kita memiliki karir karena gaji, namun ternyata bukan ini motivasi utama para orang kaya yang sukses. Bahkan, beberapa fakta menyatakan bahwa mereka tidak mengincar gaji—yang selama ini menjadi simbol pekerjaan yang menawarkan stabilitas finansial dan menjadi pilihan utama kebanyakan orang. Dengan kata lain, kita harus tahu nilai norma dan motivasi kenapa kita bekerja.

(Baca juga: 4 Film Inspiratif Penuh Motivasi untuk Meraih Sukses)

Itulah sebabnya, perlu mengetahui di mana gairah terbesar kita berada. Gairah bukanlah soal uang. Coba saja kita tanyakan pada mereka yang sukses tentang apa kuncinya. Mereka akan menjawab bahwa mereka melakukan apa yang mereka suka.

Tak Curang

Kebanyakan kita selalu mencari jawaban bagaimana cara untuk menemukan metode paling cepat, atau jalan pintas, agar sukses berbisnis. Padahal, pengalaman bisnis puluhan tahun mengajarkan, tidak ada jalan pintas untuk mendapat untung besar.

Artinya, kita perlu bekerja ekstra keras. Tidak seperti persepsi kebanyakan orang bahwa orang-orang kaya hanya bersenang-senang saja. Faktanya, orang kaya bekerja lebih keras dibandingkan orang biasa. Dengan begitu, kita akan mendatangkan lebih banyak peluang karir dan bisnis yang berguna meningkatkan pendapatan pribadi.

Selain kedelapan kebiasaan di atas, meski banyak uang, kebanyakan orang kaya justru jarang memperlihatkan kekayaannya. Di sisi lain, mereka justru gemar berderma dan berbagai dengan masyarakat yang kurang beruntung. Inilah alasan utama mengapa mereka tetap dapat diterima dan dihargai oleh masyarakat.

Tentang Penulis

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami