Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

8 Ledakan di Sri Lanka dan Fakta Lainnya!

by Gito on 22 April, 2019

Masyarakat internasional kembali berduka. Belum kering tetesan air mata akibat ulah Brendon Tarrant yang melakukan penembakan membabi buta terhadap umat muslim di Selandia Baru, sekarang terjadi lagi teror di Sri Lanka yang mengakibatkan 207 orang tewas.

Indonesia dk pbb
Kemarin pagi merupakan hari keagamaan bagi umat Kristiani. Hari yang diperingati sebagai hari wafatnya Isa Almasih itu dijadikan hari libur nasional dan juga internasional untuk menghormati pelaksanaan ibadah umat kristiani.

Tak terkecuali di negeri yang dikenal sebagai Permata Samudera Hindia, Sri Lanka. Pada Minggu (21/4) pagi waktu Sri Lanka, ratusan umat Kristiani melaksanakan ibadah paskah di berbagai gereja. Bersamaan dengan itu, meledak tiga buah bom di tiga gereja dan juga 3 hotel yang berbeda.

Aksi teror yang diduga berasal dari National Thowheeth Jamaath (NJT), organisasi yang menyatakan dukugannya kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu juga terjadi di sebuah rumah yang berada di pinggiran Colombo, kota terbesar di Sri Lanka.

Meski begitu, belum juga ada satupun pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut Selain korban tewas, aksi brutal tersebut juga mengakibatkan korban luka, setidaknya 450 orang mengalami luka – luka akibat kejadian tersebut.

Masyarakat internasional tentu saja mengutuk kejadian itu. Karena dihari yang seharusnya menjadi hari yang damai dan juga syahdu itu tercoreng oleh ulah sekelompok orang yang ingin menebar teror di dunia.

Tokoh masyarakat bangsa ini juga meminta kepada masyarakat agar tidak mengaitkan aksi tersebut dengan konflik agama. Karena yang namanya teroris tidaklah beragama dan juga beradab.

Nah berikut merupakan fakta penting yang terjadi dari meledaknya 8 bom di Sri Lanka, cek yuk!

1. Aksi sudah terdeteksi 10 hari sebelumnya

Pihak intelejen asing mengaku sudah mencium adanya aksi teror di Sri Lanka. Hal itu juga sudah disampaikan ke pihak otoritas keamanan setempat. Namun sayangnya, informasi awal yang sudah diterima itu tidak dapat ditindaklanjuti dengan baik.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe juga mengakui hal serupa. Dia sudah mendengar informasi tentang rencana gelombang serangan bom di 8 titik gereja dan juga hotel bintang lima di Sri Lanka dari dinas intelejen asing.

(Baca juga: Fakta-fakta tentang Christchurch, Kota Indah yang Jadi Lokasi Teror Penembakan)
2. Pelaku Peledakan Sempat Antre Makanan

Kebanyakan pengakuan dari teroris yang melancarkan serangan keji mengakui aksinya dengan tenang. Seakan mereka sudah paham dan yakin betul akan apa yang dilakukannya, meskipun itu berarti harus menghilangkan ratusan nyawa.

Pelaku peledakan bom di Sri Lanka juga tampak tenang dalam melaksanakan aksinya. Pihak keamanan Sri Lanka mengatakan di salah satu hotel yang menjadi sasaran teror, yakni di Hotel Grand Cinnamon, pelaku sampai sempat mengantre sarapan bersama tamu yang lainnya.

Namun begitu akan dilayani oleh petugas hotel, teroris tersebut mengaktifkan bom yang dibawanya dan akhirnya sudah dapat ditebak. Banyak jiwa yang melayang akibat hal itu, karena kebanyakan korban di hotel itu sedang menikmati sarapan paginya bersama orang tercinta.

3. 8 Orang Ditangkap

Tidak menunggu lama, keamanan Sri Lanka mengklaim sudah menangkap 8 orang yang diduga terlibat dalam teror bom tersebut. Keseluruhan orang yang ditangkap merupakan warga lokal atau warga negara Sri Lanka sendiri.

Namun otoritas setempat menyatakan bahwa hal itu tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan orang asing didalam aksinya. Hingga sekarang otoritas masih mendalami motif dari aksi keji yang dilancarkan.

Objek yang menjadi sasaran ledakan adalah Gereja St Anthony, Gereja St. Sebastian, Gereja di Wilayah Batticalo, Hotel Shankri-la, Kingsbury Hotel, Hotel Grand Cinnamon dan satu rumah.

(Baca juga: Mengenal Asuransi Terorisme dan Sabotase)
Antisipasi Aksi Teror

Terorisme memang tidak dapat diduga kapan dan juga dimana akan terjadi. Publik dan pemerintah juga mengecam ragam aksi teror yang terjadi di dunia atau di Indonesia sendiri.

Nah apakah kamu mulai merasa waswas karena kejadian terorisme? Jika iya, tidak ada salahnya mengenal asuransi terorisme dan sabotase.

Ya, dengan asuransi, kamu tak perlu pusing untuk mengeluarkan biaya pribadi untuk mengganti semua kerugian atas berbagai kejadian buruk. Asuransi akan mengganti berbagai kerugian yang kamu alami, termasuk terorisme. Kamu tentu tak mau mengalami kerugian finansial secara tiba-tiba bukan?

Produk asuransi terorisme dan sabotase bermula sejak dibentuknya konsorsium asuransi terorisme dan sabotase oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada tahun 2001. Produk ini dikeluarkan untuk memberikan perlindungan bagi pribadi dan perusahaan yang merasakan kerugian akibat peristiwa terorisme.

Produk asuransi ini merupakan asuransi yang tidak berdiri sendiri. Produk asuransi terorisme dan sabotase merupakan perluasan dari produk asuransi yang telah ada sebelumnya, seperti asuransi properti atau asuransi kendaraan bermotor.

Hingga saat ini, sudah ada setidaknya 52 perusahaan asuransi dan 4 perusahaan reasuransi yang mengeluarkan produk asuransi terorisme dan sabotase. Perusahaan tersebut antara lain Adira Insurance, Avrist General Insurance, Asuransi Bintang, FPG Insurance, dan sebagainya.

Asuransi terorisme dan sabotase hanya bisa diklaim jika harta dan benda terkena serangan terorisme. Tidak hanya serangan terorisme, jika harta dan benda kalian terkena risiko atas konflik perang, pemberontakan, dan penjarahan, kamu juga bisa melakukan klaim. Inilah langkah untuk melakukan klaim, yuk simak!

Hubungi Perusahaan Asuransi

Hubungi kantor perusahaan asuransi untuk menerangkan bahwa diri, serta harta benda kamu menjadi korban dari peristiwa terorisme. Maksimal kamu harus menghubungi 3-5 hari setelah menjadi korban peristiwa tersebut.

Bukti tanda foto

Kemudian, kamu harus memberikan bukti bahwa diri, serta harta benda yang terkena imbas dari peristiwa terorisme. Salah satunya dengan memberikan bukti berupa foto. Jangan sekali-sekali kamu memberikan bukti yang palsu, karena klaim yang diajukan pasti akan ditolak oleh perusahaan asuransi.

Selain itu, kamu juga harus memberikan informasi peristiwa terorisme sesuai dengan fakta di lapangan. Paparkan informasi mulai dari awal peristiwa hingga peristiwa terorisme berjalan.

Mengisi formulir dan siapkan dokumen

Setelah memberikan informasi, jangan lupa mengisi formulir klaim yang disediakan perusahaan asuransi. Karena tanpa mengisi formulir, pengajuan klaim tidak lengkap dan pastinya akan ditolak oleh perusahaan asuransi.

Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan dokumen sebagai pelengkap pengajuan klaim asuransi terorisme dan sabotase. Dokumen tersebut yaitu KTP, sertifikat properti, STNK, dan lain-lainnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai asuransi terorisme dan sabotase. Jika kamu belum memiliki asuransi utama, kamu bisa mengajukannya di CekAja.com.

Situs marketplace produk keuangan nomor satu di Indonesi ini menyediakan produk asuransi properti maupun asuransi kendaraan bermotor. Yuk, mulai dari sekarang ajukan asuransi secara online di CekAja.com!

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.