Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

9 Negara yang Sering Jadi Tujuan Liburan Sambil Berobat

by Arfan Wiraguna on 8 Juli, 2015

motor sport _ kredit kendaraan bermotor - CekAja.com

Medical tourism atau pariwisata kesehatan—yang dideskripsikan sebagai perjalanan wisata untuk mendapatkan layanan kesehatan medis—kini semakin populer dengan hadirnya berbagai tempat destinasi baru dan pilihan paket yang menarik serta harga yang terjangkau.

Walaupun sulit dikalkulasikan berapa persisnya ukuran pasar dari pariwisata kesehatan, lembaga riset Frost & Sullivan pernah memprediksi besar pasar ini antara 50 miliar dolar AS (Rp 666 triliun) sampai 60 miliar dolar AS (Rp 799 triliun) pada tahun 2014 dengan angka pertumbuhan pasar sekitar 20 persen.

Sebenarnya apa sebenarnya jenis ‘liburan plus-plus’ ini? Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba berlibur sambil berobat alias pergi berwisata kesehatan, di bawah ini kami tampilkan beberapa negara yang dapat dipilih berdasarkan rekomendasi dari CNBC:

1. Meksiko

Berdasarkan buku panduan pariwisata kesehatan “Patients Beyond Borders”, jumlah pasien yang berkunjung ke Meksiko untuk menjalani pengobatan pada tahun 2013 adalah antara 200 ribu sampai 1,1 juta orang. Mengapa rentang angka tersebut begitu besar? Alasannya adalah banyaknya warga Hispanik yang tinggal di negara bagian California, Arizona dan Texas yang berobat ke Meksiko tanpa dokumen perjalanan untuk pariwisata kesehatan. Sebab para pelancong ini–yang kebanyakan masih merupakan warga negara Meksiko–biasanya hanya menggunakan izin perjalanan pulang ke negara tersebut.

(Baca juga: 5 Strategi Bisa Keliling Dunia di Saat Pensiun)

Meksiko dikenal sebagai negara tujuan pariwisata kesehatan dengan spesialisasinya di bidang penurunan berat badan dan pembedahan. Beberapa kota di Meksiko yang terletak dekat dengan Amerika Serikat, seperti Monterrey, Tijuana dan Juarez, memiliki rumah sakit yang menawarkan program penurunan berat badan dengan biaya yang lebih murah—sekitar 40 sampai 70 persen dari jumlah biaya untuk program sejenis yang ditawarkan oleh rumah sakit di Amerika Serikat.

2. India

Berdasarkan data tahun 2014 dari Deloitte, nilai pariwisata kesehatan di India diperkirakan mencapai 3,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 52 triliun) pada tahun 2014, meningkat dari 1,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 25 triliun) pada 2011. Berdasarkan data Patients Beyond Borders, pasien dari luar negeri yang memasuki negara ini sebesar 250 ribu orang setiap tahunnya. Kebanyakan dari mereka berobat di kota-kota besar, seperti Bangalore, Chennai, Hyderabad, Mumbai dan New Delhi.

India menjadi negara tujuan pariwisata kesehatan untuk para pasien dari negara-negara sekitar yang memiliki sistem kesehatan yang kurang berkembang, seperti Pakistan, Bangladesh dan Myanmar. Namun demikian, beberapa pasien berasal dari benua Amerika dan Eropa. Mereka datang ke negara ini dengan alasan untuk mendapatkan biaya pengobatan yang lebih murah.

Pengobatan yang terkenal dari India meliputi masalah kesuburan, ortopedi, jantung dan onkologi serta transplantasi organ. Berdasarkan data Medical Tourism Resource Guide, harga katup jantung di negara ini adalah sebesar 15.000 dolar AS (sekitar Rp 200 juta) atau jauh lebih murah dibandingkan di Amerika Serikat, yaitu sebesar 150.000 dolar AS (sekitar Rp 2 miliar).

3. Thailand

Thailand dikenal dengan pengerjaan bedah plastiknya yang sangat teliti, termasuk didalam operasi ganti kelamin. Berdasarkan data Patients Beyond Borders, sekitar 1,2 juta orang berkunjung ke negara ini untuk melakukan pengobatan pada tahun 2013.

Ibu kotanya, Bangkok, merupakan tempat beradanya salah satu rumah sakit paling terkenal di dunia, yaitu Bumrungrad International, yang telah dikunjungi oleh warga negara asing selama 20 tahun. Rumah sakit ini mempunyai 900 dokter yang memiliki spesialisasi di 55 bidang dan merawat sekitar  1.000 pasien dari luar negeri setiap harinya.

(Baca juga: 10 Rumah Sakit yang Miliki Ongkos Persalinan Paling Fantastis di Dunia)

4. Brazil

Brazil merupakan destinasi populer lainnya untuk melakukan bedah plastik. Salah satu tempat pengobatan yang terkenal di negara ini adalah Ivo Pitanguy Clinic yang terletak di kota Rio de Janeiro. Nama klinik ini diambil dari nama pendirinya, Ivo Pitanguy, yang merupakan salah satu dokter bedah plastik paling terkenal di dunia. Kelebihan lainnya, klinik ini menawarkan psikoterapi untuk membantu pasiennya menyesuaikan diri dengan penampilan barunya setelah operasi. Berdasarkan data Patients Beyond Borders, sekitar 180 ribu pasien dari luar negeri berkunjung ke negara ini pada tahun 2013.

5. Singapura

Dikenal sebagai negara kota yang memiliki fasilitas kesehatan dengan kualitas tinggi, pemerintah Singapura gencar mempromosikan wilayahnya sebagai tempat pengobatan untuk bedah umum dan penanganan penyakit tertentu di bidang kardiologi, onkologi dan transplantasi organ. Berdasarkan data Patients Beyond Borders, antara 400 ribu sampai 600 ribu pasien berobat ke negara ini pada tahun 2013 dan 70 persen diantaranya berasal dari Indonesia.

Pada tahun 2013, Medical Travel Quality Alliance memeringkat Gleneagles Hospital di Singapura sebagai salah satu dari 10 rumah sakit terbaik di dunia untuk kategori turisme medis. Gleneagles ini merupakan tempat pengobatan yang memiliki keahlian di bidang kardiologi, gastroenterologi, transplantasi hati dan ortopedi.

6. Malaysia

Destinasi populer lain bagi orang Indonesia adalah Malaysia. Bahkan, Patients Beyond Border memperkirakan sekitar 80 persen pasien yang termasuk dalam kategori pariwisata kesehatan di Malaysia pada tahun 2013, berasal dari Indonesia.

Sekitar 670 ribu orang berkunjung ke Malaysia untuk alasan medis setiap tahunnya, terutama untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, dengan kota-kota tujuannya yaitu Kuala Lumpur dan Penang.

(Baca juga: 10 Kota Favorit Wisatawan Dunia 2015)

7. Amerika Serikat

Berdasarkan data Patients Beyond Borders, antara 600 ribu sampai 800 ribu pasien dari luar negeri berkunjung ke Amerika Serikat pada tahun 2013. Selain dikenal memiliki biaya pengobatan yang relatif tinggi, rumah sakit swasta yang ada di negara ini menawarkan teknologi dan keahlian dalam praktik bedah yang sangat khusus. Inilah sebabnya, banyak pasien dari luar negeri yang berkunjung ke negara ini.

8. Turki

Lokasi Turki yang terletak di perbatasan benua Eropa dan Asia membuat negara ini memiliki daya tarik yang besar bagi para turis sekaligus pasien dari berbagai negara di dua benua tersebut. Selain itu, negara ini mempunyai banyak dokter yang memiliki latar belakang pendidikan di Eropa dan Amerika.

Negara ini sendiri secara khusus telah mendirikan pusat pengobatan mata dan menawarkan bedah laser dengan biaya yang relatif terjangkau. Sebagai contoh, Dünyagöz Hospitals Group mampu menarik 30.000 pasien turisme medis setiap tahunnya yang berasal lebih dari 100 negara. Selain memiliki rumah sakit yang terletak di Turki, Dünyagöz Hospitals Group juga memiliki rumah sakit di Belanda, Jerman dan Inggris.

9. Hungaria

Negara bekas pecahan Uni Soviet ini merupakan destinasi populer bagi warga negara Jerman, Austria dan Swiss yang mencari tempat pengobatan dengan biaya dokter gigi yang lebih murah, namun tetap memiliki fasilitas yang cukup baik dan terletak dekat dengan rumah. Berdasarkan data Patients Beyond Borders, salah satu kota di bagian barat laut negara ini, Gyor, memiliki lebih dari 150 klinik gigi yang melayani pasien dari luar negeri dengan biaya restorasi gigi yang lebih murah—sekitar 40 sampai 75 persen dari jumlah biaya untuk biaya sejenis yang ditawarkan oleh rumah sakit di Amerika Serikat.

(Baca juga: Tujuan Liburan Hemat ke Luar Asia di Bawah Rp1 Juta Per Hari)

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan kegiatan wisata kesehatan, jangan lupa untuk melindungi diri dengan asuransi perjalanan dan cadangkan juga sebagian dana sebagai antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Dengan begitu, Anda dapat menjalankan kegiatan wisata kesehatan dengan tenang, tanpa rasa khawatir.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Arfan Wiraguna

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.