Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

9 Pekerjaan Menjanjikan untuk Mahasiswa Jurusan Akuntansi

by Kartika Ratnasari on 3 December, 2017

jurusan akuntansi - CekAja.com

Sejak dulu, jurusan akuntansi selalu menjadi jurusan yang paling diminati para calon mahasiswa di Indonesia.

Menurut Kemenristek, jurusan akuntansi berada di urutan kedua yang paling banyak dipilih peserta ujian SBMPTN 2017 setelah jurusan manajemen. Bukan tanpa alasan, hal ini terjadi karena anggapan tentang prospek masa depan cerah masih melekat pada mahasiswa jurusan akuntansi.

Berkarier di bidang akuntansi bisa dibilang menjadi impian banyak orang. Selain memiliki prospek menjanjikan, peningkatan karier bisa terjamin. Ditambah lagi, peluang kerja untuk bidang akuntansi sangt luas dan terbuka lebar.  Tak heran, jurusan akuntansi banyak dipilih oleh murid SMA yang akan melanjutkan kuliahnya.

Jurusan akuntansi miliki prospek kerja yang menjanjikan

Bahkan meski masuk ke dalam rumpun sosial, mahasiswa jurusan akuntansi tidak hanya diminati oleh murid dengan latar belakang jurusan IPS saja. Mereka yang berasal dari jurusan IPA juga banyak yang berminat meneruskan pendidikan ke jurusan akuntansi. Hal ini tentu tidak terlepas dari prospek kerja jurusan akuntansi yang cukup menjanjikan.

Apa saja sebenarnya pekerjaan yang bisa dilakukan mahasiswa jurusan akuntansi setelah lulus nanti?

1. Menjadi seorang akuntan publik

Akuntan publik adalah akuntan independen yang menganalisa berbagai laporan keuangan dengan tidak terikat oleh sebuah perusahaan.  Akuntan publik nantinya akan mendapatkan upah dari pengguna jasanya.

Jasa yang ditawarkan seorang akuntan publik biasanya meliputi audit umum laporan keuangan, pemeriksaan kelayakan operasi perusahaan, pelaporan konsekuensi pajak, dan konsultasi kebijakan keuangan. Opini yang disampaikan oleh akuntan publik cenderung lebih netral dibandingkan internal auditor yang bekerja pada perusahaan.

Untuk menjadi akuntan publik bersertifikat, (Certified Public Accountant) terdapat beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi para akuntan. Rata-rata gaji bulanan seorang fresh graduate di Kantor Akuntan Publik sekitar Rp4 juta hingga Rp8 juta. Sedangkan untuk posisi senior bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp12 juta.

2. Memeriksa keuangan perusahaan dengan menjadi internal auditor

Perusahaan di bidang apapun pasti membutuhkan peran internal auditor yang bertugas untuk memastikan hasil laporan keuangan perusahaan sesuai dengan aslinya. Internal auditor juga harus memastikan seluruh manajemen telah melakukan usaha secara efisien dan tidak terjadi penyimpangan.

Profesi internal auditor membutuhkan kejujuran yang tinggi agar tidak terjadi penyimpangan yang dibiarkan begitu saja dalam perusahaan. Fresh graduate akuntansi yang menjadi internal auditor di kota-kota besar bisa digaji mencapai Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulannya. Sedangkan untuk perusahaan asing, seorang staff internal auditor bisa digaji di atas Rp10 juta.

3. Menjadi perencana keuangan

Jumlah golongan menengah di Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Untuk meningkatkan kesejahteraan, mereka membutuhkan seseorang yang bisa memberikan saran seputar pengelolaan keuangan. Banyak orang dengan latar belakang jurusan akuntansi yang sudah memanfaatkan peluang ini dan menjalani profesi sebagai perencana keuangan.

Untuk peningkatan karier, setelah menyelesaikan kuliah di jurusan akuntansi, kita bisa mengambil sertifikasi perencanaan keuangan atau yang biasa disebut Certified Financial Planner (CFP). Untuk mendapatkan sertifikat ini, kita harus lulus tahap ujian yaitu Foundation in Financial Planning, Investment Planning, Risk Management & Insurance Planning dan Retirement, Income Tax and Estate Planning.

Seorang perencana keuangan biasanya tidak mendapat gaji bulanan. Penghasilan yang didapatkan tergantung dari jasa konsultasi yang diberikan. Menurut seorang perencana keuangan yang bekerja di firma, ada beberapa jenis tarif besaran jasa perencana keuangan. Besaran tersebut di kisaran Rp5,5 juta hingga Rp60 juta per tahun.

Besaran tarifnya mulai dari hitungan konsultasi per jam. Tarifnya mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 3 juta per jam. Untuk tarif konsultasi awal tahun, biayanya mencapai Rp5,5 juta. Sedangkan untuk perencanaan setahun ke depan tarifnya mencapai Rp60 juta per tahun.

4. Menganalisa keuangan perusahaan atau pribadi

Biasanya, individu maupun badan usaha membutuhkan financial analyst untuk menerjemahkan data-data perusahaan yang kemudian dijadikan dasar pertimbangan pengambilan keputusan bisnis dan strategi bisnis ke depannya. Profesi financial analyst di Indonesia banyak yang menangani perusahaan sekuritas dan mengelola portofolio para kliennya.

Untuk jenjang karier yang lebih baik lagi, financial analyst bisa mengambil tes sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA). CFA merupakan sertifikasi  profesional bidang keuangan dan investasi yang diakui secara internasional dan dikeluarkan oleh CFA Institute. Seorang financial analyst bisa mengambil tes sertifikasi ini setelah memiliki pengalaman kerja di bidang keuanganol selama minimal 4 tahun. Rata-rata gaji seorang financial analyst bisa mencapai Rp7 juta hingga lebih dari Rp20 juta per bulannya.

5. Bekerja di OJK atau BI

Lulusan akuntansi juga bisa bekerja di instansi pemerintah seperti Otoritas Jasa Keunagan (OJK) atau Bank Indonesia (BI). Selain bergengsi, gaji yang ditawarkan oleh kedua instansi tersebut untuk fresh graduate biasanya di atas rata-rata.

Namun mengingat proses seleksi yang ketat dan saingan yang harus dihadapi, sebaiknya mahasiswa jurusan akuntansi mulai aktif berorganisasi, mengikuti pelatihan Bahasa Inggris, dan mempelajari hard skill dan soft skill yang relevan mulai dari sekarang jika mengincar untuk bekerja di sana.

Selain menmiliki kebanggaan tersendiri, instansi milik pemerintah seperti OJK atau BI menawarkan gaji lebih menggiurkan bagi fresh graduate akuntansi. Bahkan gaji seorang staff di OJK atau BI bisa mencapai Rp16 juta per bulannya.

6. Menjadi credit analyst dan menganalisa kemampuan kredit seseorang

Credit analyst biasanya dibutuhkan oleh industri perbankan atau pembiayaan. Tugas seorang credit analyst yaitu mengukur kemampuan calon pencari kredit dalam membayar cicilan dan bunga per bulannya. Credit analyst juga lah yang menilai, mengevaluasi, dan mengusulkan nominal pinjaman yang dapat diberikan oleh bank atau perusahaan pembiayaan kepada calon debitur.

Seorang credit analyst, baik di bank maupun perusahaan pembiayaan memiliki gaji rata-rata sekitar Rp5,5 juta hingga Rp15 juta per bulan.

7. Membantu pemerintah dengan menjadi PNS

Jurusan akuntansi selalu dibutuhkan di bidang kerja apapun, termasuk dalam pemerintahan. Setiap instansi pemerintah pasti membutuhkan pekerja dengan latar belakang akuntansi untuk menangani seluruh urusan keuangan. Tak heran setiap pembukaan lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil tersedia lowongan untuk jurusan akuntansi.

Lulusan jurusan akuntansi yang bekerja di instansi pemerintah bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp7juta per bulan. Namun, angka tersebut hanya berupa gaji pokok, belum termasuk tunjangan-tunjangan tambahan seperti tunjangan keluarga, tunjangan umum, kinerja, imbalan prestasi, dan tunjangan lainnya. Jika tunjangan tersebut dijumlahkan dengan gaji pokok, penghasilan yang didapat bisa mencapai paling sedikit Rp9 juta per bulannya.

8. Akuntan Pendidik

Selain bekerja di instansi pemerintah, perusahaan swasta, atau BUMN, lulusan akuntansi juga bisa menjadi tenaga pendidik yang memberikan materi di dalam maupun di luar kelas. Selain sebagai dosen atau guru, akuntan pendidik juga bisa menjadi seorang konsultan yang mengisi acara seminar keuangan. Atau bekerja dalam lebaga riset yang meneliti masalah atau isu akuntansi yang terjadi dalam masyarakat.

9. Membangun bisnis sendiri dan jadi wirausaha

Mahasiswa jurusan akuntansi cukup fleksibel untuk bisa masuk ke berbagai bidang usaha. Apalagi karena banyak mempelajari mata kuliah tentang pengembangan bisnis, tidak menutup kemungkinan lulusan akuntansi membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan membuka usaha.

Ilmu-ilmu dasar seputar pengembangan bisnis seperti strategi pemasaran, komunikasi, hingga tata cara pengelolaan usaha, bisa diterapkan saat membangun bisnis milik pribadi. Ditambah lagi kemampuan dalam hal pembukuan membuat seluruh pemasukan dan pengeluaran bisa tercatat dengan baik.

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami